BAB II PENGGUNAAN RAGAM BAHASA GAUL DIKALANGAN REMAJA DI TAMAN OVAL MARKONI KOTA TARAKAN

BAB II PENGGUNAAN RAGAM BAHASA GAUL DIKALANGAN REMAJA DI TAMAN OVAL MARKONI KOTA TARAKAN
Oleh: LISTA NOVITAYANTI
BAB II
LANDANSAN TEORI
A. Pengertian Bahasa
Bahasa adalah suatu sistem lanuang berupa bunyi, bersifat arbitrer, digunakan oleh suatu masyarakat tutur unti’k bekerja sama. berkornunikasi, dan mengindenfikasi diri (Chaer, 2000:1). Menurut pendapat di atas rnaka dapat disimpulkan bahwa bahasa adalah berupa bunyi yang digunakan oleh rnasyarakat untuk berkornunikasi.
Keraf (1991:1) mengatakan bahwa bahasa mencakup dua bidang, yaitu bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap berupa arus bunyi, yang mempunyai makna. Menerangkan bahwa bahasa sebagai alat komunikasi antaranggota masyarakat terdiri atas dua bagian utama yaitu bentuk (arus ujaran) dan makna (isi). Menurut pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa bahasa merupakan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap yang merupakan alat komunikasi antaranggota masyarakat berupa bentuk dan makna.
B. Fungsi Bahasa
Fungsi Bahasa yang terutama adalah sebagai alat untuk bekerja sama atau berkomunikasi di dalam kehidupan manusia berrnasyarakat (Chaer, 2000:2).
Bahasa Indonesia sendiri, yang mempunyai kedudukan sebagai bahasa nasional dan bahasa resmi Negara di tengah-tengali berbagai rnacain bahasa daerah, mempunyai fungsi sebagai berikut:

(1) Alat untuk menjalankan adminislrasi negara. ini bcrarti, segala
kegiatan administrasi kenegaraan, seperti surat-menyurat dinas,
rapat-rapat, pendidikan dan sebagai.iya harus disslenggarakan
dalam bahasa Indonesia.
(2) Alat pemersatu pelbagai suku bangsa di Indonesia. Komunikasi
diantara anggota suku bangsa yang berbeda kurang mungkin
dilakukan dalam salah satu bahasa daerah dari anggota suku
bangsa itu. Komunikasi lebih mungkin diiakukan dalam bahasa
Indonesia. Karena komunikasi antarsuku ini dilakukan dalam
bahasa Indonesia, maka akan terciptaJah perasaan “satu bangsa”
di antara anggota suku-suku bangsa itu.
(3) Media untuk menampung kebudayaan nasiorial. Kebudayaan
daerah dapat ditampung dengan media bahasa daerah, tetapi
kebudayaan nasional Indonesia dapat dan harus ditampung
dengan media bahasa Indonesia
C. Variasi Bahasa
Variasi atau ragam bahasa merupakan bahasan pokok dalam studi sosiolinguistik. Bahasa itu menjadi beragam dan bervariasi bukan hanya penuturnya yang tidak homogen tetapi juga karena kegiatan interaksi sosial yang mereka lakukan sangat beragam.
Chaer dan Agustina (2004:62) mengatakan bahwa variasi bahasa itu pertama-tama kita bedakan berdasarkan penutur dan penggunanya. Berdasarkan

10
peniitur berarti, siapa yang mengunakan oahasa itu, dirnana tempat tinggalnya, bagaimana kedudukan sosialnya dalam masyarakat, apa jenis kelaminnya, dan kapan bahasa itu digunakan. Berdasarkan penggunanya berarti, bahasa itu
\
digunakan untuk apa, dalam bidang apa, apa jalur dan alatnya, dan bagaimana situasi keformalannya. Adapun penjelasan variasi bahasa tersebut adalah sebagai berikut: 1. Variasi bahasa dari segi penutur
a. Variasi bahasa idiolek
Variasi bahasa idiolek adalah variasi bahasa yang bersifat perorangan. Menurut konsep idiolek, setiap orang mempunyai variasi bahasa atau idioleknya masing-masing.
b. Variasi bahasa dialek
Variasi bahasa dialek adalah variasi bahasa dari sekclompok penutur yang jumlahnya relatif, yang berada pada suatu tenipat, wilayah, atau area tertentu. Umpamanya, bahasa Jawa dialek Bayumas, Pekalongan, Surabaya, dan lain sebagainya
c. Variasi bahasa kronolek atau dialek temporal
bahasa kronolek atau dialek temporal adalah variasi bahasa yang digunakan oleh sekelompok sosial pada masa tertentu. Umpamanya, variasi bahasa Indonesia pada masa tahun tiga puluhan, variasi bahasa pada tahun lima puluhan, dan variasi bahasa pada ma^a kini.
d. Variasi bahasa sosiolek

II
Variasi bahasa sosiolek adalah variasi bahasa yang berkenaan dengan status, golongan, dan kelas sosial para penuturnya. Variasi bahasa ini inenyangkut semua masalah pribadi para penuturnya, seperti usia, pendidikan, seks, pekerjaan, tingkat kebangsawanan, keadaan sosial ekonomi, dan lain sebagainya.
1. Variasi bahasa berdasarkan usia
masyarakatnya. Misalnya, adanya perbedaan variasi bahasa yang digunakan oleh raja (keturunan raja) dengan masyarakat biasa dalam b’dang kosakata, seperti kata mati digunakan untuk masyarakat biasa, sedar.gkan para raja menggunakan kata mangkat.
2. Variasi bahasa berdasarkan tingkat ekcnomi para penutur
Variasi bahasa berdasarkan tingkat ekonomi para penutur adalah variasi bahasa yang mempunyai kemiripan dengan variasi bahasa berdasarkan tingkat kebangsawanan hanya saja tingkat ekonomi bukan mutlak sebagai warisan sebagaimana halnya dengan tingkat kebangsawanan. Misalnya, seseorang yang mempunyai tingkat ekonomi yang tinggi akan mempunyai variasi bahasa yang berbeda dengan orang yang mempunyai tingkat ekonomi lemah. Berkaitan dengan variasi bahasa berdasarkan tingkat golongan, status dan kelas sosial para penuturnya dikenal adanya variasi bahasa akrolek, basilek, vulgal, slang, kolokial, jargon, argot, dan ken (Chaer, dan Agustina, 2004:66). Adapun penjelasan tentang variasi bahasa tersebut adalah sebagai berikut:

12
1. akrolek adalah variasi sosial yang dianggap lebih tinggi atau lebih
bergengsi dari variasi sosial lainya misalnya: Bokap (panggilan untuk
Ayah);
2. basilek adalah variasi sosial yang dianggap kurang bergengsi atau
bahkan dipandang rendah;
3. vulgal adalah variasi sosial yang ciri-cirinya tampak pada pemakai
bahasa yang kurang terpelajar atau dari kalangan yang tidak
berpendidikan, misalnya: reselc;
4. slang adalah variasi sosial yang bersifat khusus dan rahasia;
5. kolokial adalah variasi sosial yang digunakan dalam percakapan
sehari-hari yang cenderung menyingkat kata karena bukan merupakan
bahasa tulis. Misalnya dok (dokter), prof (profesor), let (letnan), dl!;
6. jargon adalah variasi sosial yang digunakan secara lerbatas oleh
kelompok sosial tertentu. Misalnya, para tukang batu dan bangunan
dengan istilah disiku, ditimbang, dll;
7. argot adalah variasi sosial yang digunakan secara terbatas oleh profesi
tertentu dan bersifat rahasia. Misalnya, bahasa para pencuri dan tukang
copet daun dalam arti uang;
8. ken adalah variasi sosial yang bernada memelas, dibuat merengek-
rengek penuh dengan kepura-puraan. Misalnya, variasi bahasa para
pengemis.
2. Variasi bahasa dari segi pemakaian

13
N;ibab;m (IWI) dal;im chacr dun Agiisliiiii (200<l:68) meiigalukan
o bahwa Variasi bahasa berkenaan dengan pemakaian atau fungsinya disebut
fungsiolek atau register adalah vatiasi bahasa yang menyangkut bahasa itu digunakan untuk keperluan atau bidang apa. Misalnya bidang jurnaiistik, militer, pertanian, perdagangan, pendidikan, dan sebagainya. Variasi bahasa dari segi pemakaian ini yang paling tanpak cirinya adalah dalam hal kosakata. Setiap bidang kegiatan biasanya mcmpunyai kosakata khusus yang tidak digunakan dalam bidang lain. Misalnya, bahasa dalam karya sastra biasanya mcnekan penggunaan kata dari segi estetis sehirigga dipilih dan digunakanlah kosakata yang tepat.
Ragam bahasa jurnaiistik juga mempunyai ciri tertentu, yakni bersifat sederhana, komunikatif, dan ringkas. Sederhana karer.a harus dipahami dengan mudah komunikatif karena jurnalis harus menyampaikan berila secara tepat; dan ringkas karena keterbatasasan ruang (dalam media cetak), dan keterbatasan waktu (dalam media elektronik). Intinya ragam bahasa yang dimaksud diatas, adalah ragam bahasa yang menunjukan perbedaan ditinjau dari segi siapa yang menggunakan bahasa tersebut. 3. Variasi bahasa dari segi keformalan
Variasi bahasa berdasarkan tingkat keformalannya, Chaer (2004:700) membagi variasi bahasa atas lima macam gaya, yaitu: a. Gaya atau ragam beku (frozen);

14
Gaya atau ragam beku adalah variasi bahasa yang paling formal, yang digunakan pada situasi-situasi hikmat, misalnya dalam upacara kenegaraan, khotbah dimesjid, dan sebagainya.
b. Gaya atau ragam resmi (formal);
Gaya atau ragam resmi adalah variasi bahasa yang biasa digunakan pada pidato kenegaraan, rapat dinas, dan lain sebagainya.
c. Gaya atau ragam usaha (konsultatij);
Gaya atau ragam usaha atau ragam konsullatif adalah variasi bahasa yang lazim dalarn pembicaraan biasa di sekolah, atau pembicaraan yang berorientasi pada hasil atau produksi.
d. Gaya atau ragam santai (casual);
Gaya bahasa ragam santai adalah ragam bahasa yang digunakan dalam situasi yang tidak resmi untuk berbincang-bincang dengan keluarga atau teman karib pada waktu istirahat dan sebagainya.
e. Gaya atau ragam akrab (intimate);
Gaya atau ragam akrab adalah vaiiasi bahasa yang biasa digunakan oleh para penutur yang hubungannya sudah akrab antar anggota keluarga atau antar teman yang sudah karib. 4. Variasi bahasa dari segi sarana
Variasi bahasa dapat pula dilihat dari segi sarana atau jalur yang digunakan. Misalnya, telepon, telegraf, radio yang menunjukkan adanya perbedaan dari variasi bahasa yang digunakan, salah satunya adalah ragam atau variasi bahasa

15
lisan dan bahasa tulis yang pada kenyataannya menunjukan struktur yang tidak sama.
D. Sosiolinguistik
Fishman (1972) dalam Chaer dan Agustina (2004:3) mengatakan bahwa Sosiolinguistik adalah kajian tentang oiri khas variasi bahasa, fungsi-fungsi variasi bahasa, dan pemakai bahasa karena ketiga unsur ini selaiu berinteraksi, berubah, dan saling mengubah satu sama lain dalam satu masyarakat tutur. Berdasarkan pendapat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa Sosiolinguistik adalah kajian tentang ciri khas variasi bahasa. fungsi-fungsi bahasa dan pemakai bahasa karena ketiga unsur ini berkaitan satu sama lain dalam masyarakat tutur.
Chaer dan Agustina (2004:2) mengatakan bahwa Sosiolinguistik adalah bidang ilmu antardisiplin yang mempelajari bahasa dalam kaitar.nya dengan penggunaan bahasa itu didalam masyarakat. Berdasarkan pendapat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa Sosiolinguistik ada’ah ilmu yang mernpclajari bahasa dalam hubungan dengan pengunaan bahasa didalam masyarakat.
E. Morfologi
Morfologi adalah bagian dari tata ilmu bahasa yang membicarakan atau yang mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata (Ramlan, 1985:21) Berdasarkan pendapat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta fungsi perubahan-perubahan bentuk kata itu.

16
F. Sintaksis
Sintaksis adalah cabang ilmu bahasa yang sudah sangat tua, menyelidiki stuktur kalimat dan kaidah penyusunan kalimat (Suhardi, 1998:1). Berdasarkan pendapat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa Sintaksis adalah ilmu bahasa yang menyelidiki struktur kalimat dan penyusunan kalimat.
Sintaksis adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara kata atau frase atau klausa atau kalimat yang satu dengan kata atau frase atau (clause atau kalimat yang lain atau tegasnya mempelajari seluk-beluk frase, klause, kalimat dan wacana (Ramlan. 1985:21). Berdasarkan pendapat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa Sintaksis adalah ihnu bahasa yang menyelidiki struktur kalimat dan penyusunan kalimat.
G. Leksikal
Leksikal merupakan bagian dari cabang ilmu semantik yang berkaitan dengan makna kata atau yang disebut makna ieksikal atau semantik leksikal. Ramlan (1985:289) menyatakan bahwa leksikal adalah makna yang dimiliki atau yang ada pada leksem meski tanpa konteks apa pun. Maksud yang terdapat pada penjelasan tersebut pada dasarnya menyatakan tentang makna kata walaupun bukan dalam suatu konteks tertentu.

Baca Artikel Lain

Lahirnya Bahasa Indonesia;>>>> Baca

Alat Bantu Mengukur Dan Menghitung;>>> Baca

Prefiks{ Ma- } Dan {a-} Dalam Bahasa Ahasa Bugis;>>>>>>>> Baca

Penggunaan Bahasa Dalam Short Message Service (sms) Di Kalangan Remaja Kota Tarakan;>>>>> Baca

Kumpulan Artikel yang lain;>>>>>>>>> Baca

About these ads

10 Tanggapan

  1. bahasa gaul
    bagus juga untuk dibuat penelitian
    terimakasih pak

  2. kalau tentang teknik sipil ada gak??

    .saya sekarang lg TA tentang “bendung Gerak” judul yang tepat apa iah???

    terima kasih

  3. Ngantuk

  4. Saya bertanya tentang apa itu bahasa bayi,bahasa anak-anak, dan bahasa dewasa? Tolong di perjelas ya.. Terimakasih

  5. keren pak….
    kebetulan saya juga lgi bkin karya ilmiah yang butuh dengan informasi dari tulisan bapak ini…

    Thanks ya pak!

  6. trims pak

  7. makasih Pak. Ini fenomena baru dan berkembang pesat meski tanpa guru mengajarinya

  8. Reblogged this on bebekoneng.

  9. Bahasanya kacau…

  10. teori yang digunakan apa mbak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 302 pengikut lainnya.