PREFIKS{ ma- } dan {a-} DALAM BAHASA AHASA BUGIS

PREFIKS{ ma- } dan {a-} DALAM BAHASA AHASA BUGIS
Tinjauan Deskriptif Bahasa Bugis Dialek Sinjai di Selumit Pantai
Oleh: Darmawati

BAB II
LANDASAN TEORI
A. Morfologi
Morfologi ialah ilnui bahasa yang mempelajari seluk beluk bentuk kata serta fungsi perubahan-perubahan bentuk kata baik fungsi gramatik maupun semantlk (Ramlan, 1985:14). Berdasarkan pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa inorfologi adalah cabang ilnui bahasa yang mempelajari kata serta fungsi perubahan bentuk kata secara gramatik dan semantik. Morfologi ndalah bagian dan lala bahasa yang membicarakan berinacam-inacani bcntuk bahasa alau morl’em, serta bagaimana nieinbenliik kala deiigan ineiiggiinakaii moifem-morlem iln (Kciaf, 1991 A2). Licrdasarknn pendapat tersebut maka dapat disimpulkan balnva inorfologi merupakan bagian dari tata bahasa yang mempelajari bentuk-beiituk kata atau mortem. Morfologi adalah cabang ilnui bahasa yang menyelidiki peristiwaperistiwa umum mengenai seluk beluk bentuk kata terhadap fungsi (tugas) dan arti
kata (Soekono, 1984:86). Berdasarkan pendapat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa inorfologi adalah cabang ilmu bahasa yang menyelidiki seluk-beluk bentuk kata khususnya mengenai fungsi dan arli kata. Berdasarkan beberapa pendapat di alas maka dapat disimpulkan bahwa inorfologi adalah cabang ilmu bahasa yang memepelajari seluk beluk bentuk kata khususnya mengenai fungsi dan aiti kata.

B. Proses Morfologis
Proses morfologis ialah proses pembentukkan kata-kala dari satuan lain yang merupakan bentuk dasarnya (Ramlan, 1985:46). Proses morfologis ialah peristiwa-peristiwa morfologi yang terjadi dari input yaitu Ieksem , afiksasi, reduplikasi, serta output berupa kata (Kridalaksana, 2007:12).
Proses morfologis ialah bidang bentuk yang memberi ciri khusus terhadap kata yaitu bidang kesamaan membentuk kata-kata atau kesamaan ciri iinluk membenluk kelompok kata (Putrayasa, 2008:84). Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa proses morfologis ialah peristiwa perubahan bentuk kata melalui proses yaitu afiksasi, reduplikasi, dan komposisi.
Dari definisi atau pengertian tersebut, dapat kita uraikan tiga proses yaitu:

a. Peristiwa Afiksasi adalah peristiwa perubalian bentuk kata dcngcn perubahan afiks pada bentuk dasar. Peristiwa ini menghasilkan kata jadian berimbuhan seperti:

Prefiks + KD Prefiks + KD + Sufiks
KD + Sufiks KD + Infiks
b. Proses Reduplikasi adalah peristiwa perubalian bentuk kata melalui
pengulangan bentuk dasar. Proses Reduplikasi menghasilkan kata ulang.
Dalam bahasa Indonesia ada 6 jenis kata ulang
1. KU Murni/Ku Ululi/KU Dwilingga
Contoh: meja-meja rumah-rumah
2. KU Senui adalah kata ulang yang tidak mempunyai bentuk dasar
Contoh: kupu-kupu laba-laba
3. KU Berimbuhan
Prefiks + KU = ber + jalan-jalan = berjalan
KU + Sufiks = membagi-bagi -i kan = membagi-bagikan
KU + Infiks = giri – gerigi
4. KU Variasi/Dwilingga Salin Suara
KU berubah bunyi
Contoh: lauk-pmik
morat-marit
5. KU Suku Depan/Dwi Purvva
Contoh: dedaun, rerumput, pepohon
6. KU Kompleks

Contoh: – tendang-menendang
– bersalam-salarnan
– sekali-sekali
c. Proses pemajemukan (Koinposisi)
Dalam bahasa Indonesia kerap kali gabungan dua kata yang ineniinbulkan suatu kata barn. Kata yang terjadi dari gabungan dua kata ini lazim di sebut kata majemuk. Kata majemnk ialah kata yang terdiri dari dua kata scbagai iinsurnya (Ramlan, 1985:69).
Contoh: kolam renang kamar tunggu
Berdasarkan pendapat Ramlan, dan Kridalaksana dapat disimpulkan bahwa proses morfologis dalam bahasa Indonesia adalah

1. Proses pembubuhan afiks (Afiksasi)
2 Proses pengulangan (Recliiplikasi)
3 Proses pemajeimikan (Komposisi).
Di samping liga proses morfologis lersebut di alas dalam bahasa Indonesia masih ada sain proses lagi yang cli scbut |)i’oses penibubulian /.cio. Proses ini hanya meliputi sebagian kata tertentu. (Ramlan, 1985:47).
Contoh: kata-kata makan, minum termasuk golongan kata verbal yang transitif.
Saya makan merupakan kalimat transitif.

C. Afiks
Afiks ialah suatu bentuk yang di dalam suatu kata mernpakan unsur langsnng yang bukan benluk bebas, yang mempunyai leksem melekal pada bentnk lain untuk membentuk kata baru (Soekono, 1984:92).
Afiks ialah suatu satuan gramatikal terkecil yang di dalam suatu kata merupakan unsur yang bukan kata atau pokok kata yang memiliki kesanggupan inelekat pada satiian-satuan dari untuk mernbentuk kata pada pokok kata (Ramlan,1985:50).
Afiks yaitu benluk alau modern tenkal yang dipakai untuk inenurunkan kala cliscbul afiks alau inibuhan (Alwi, I99X:3!)

Afiks (imbuhan) terdiri atas:
!. Prefiks (awalan) ialah imbuhan yang menempel di awal kata dasar, seperti :
meng, per, di, yang ber, ter, se, ke.
2. Infiks (sisipan) ialah imbuhan yang mcnempel di tengah kata dasarnya
seperti: er, el, em, in. gerigi, telapak, gemetar, kinerja
3. Sufiks (akhiran) ialah imbuhan yang menempel di akhir kata dasamya
seperti : kan, i, an,
4. Konfiks (imbuhan gabungan) ialah gabungan awalan akhiran yang melekat
pada awal dan akhir kata dasamya yang membentuk satu fungsi dan satu
makna, seperti : peng-an, per-an, ber-an, ber-kan.
5. Siinulfiks, yaitu inorl’eni belah (salu inorl’em) melekat bersama-sama,
seperti: ke+ KD+ an

D. Prefiks dalam Bahasa Bugis
Prefiks adalah unsur afiks yang melekat pada posisi awal kata dasar
(Sikki, 1991:47).
1. Prefiks {Ma-}
a. Bentuk prefiks {ma-} ada dua macam yaitu :
Prefiks {ma-} yang tidak dipengaruhi oleh kondisi fonologis ialah
prefiks {ma-} yangkhusus berfungsi sebagai pembentuk adjektiva.
Contoh :

ma- + pule’ —> mapute1 putih
ma- i lotong -> malotong = hi tain
b. Prefiks {ma-} yang dipengaruhi kondisi fonologis ialah prefiks {ma-}
yang inengalami penibahan bcnluk sesuai dengan Ibnem asal kala dasar
yang dilekatinya.
c. Apabila prefiks {ma-} inelekat pada kata dasar yang berfonem awal
vokal /a/, /i/, /u/, /e’,/o/ dan Id. Prefiks tersebut mempunyai variasi
bentuk (alomorf) sebagai berikut:
1. Prefiks \nui-} dapat muncul dalam bentuk man- yang bcrvariasi
dengan {ma-} apabila inelekat pada kala asal yang berfonem awal
/a/,/i/,/u/,/e’,/o/dan/e/.
Contoh :
man- + ampo —» mangampo —> menabur
man- + itte’ -> mangitte’ -> memungut
2. Prefiks {ma-} dapat mengalami persandian apabila dilekatkan pada
bentuk dasar yang berfonem awal /a/, /i/, /e’,/o/.
Contoh :
ma- + akka -> makka —> mengangkat
ma- i lining > miming -> m i i u im
3 Prefiks {ma-} dapat muncii] dalam bentuk {mar-} apabila dilekatkan
pada kata asal yang berfonem awal /a, /i/, Ai/, /e /, dan lot.
mar- + ambok —> marambok -» Bapak
mar- ^- induk —> marindok -» Ibu

b. Fungsi Prefiks {Ma-}
iMingsi prcfiks {IIKI-} adaiah n n l n k iTicinbcnliik verbal dan adjekliva.
1 . Scbagai pembentuk verba
Contoh :
lipak sailing —» inallipak incniakai sarung
bola = runiah -» inabbola = membuat rumah
pute = putih —* mapute = menjadi putib
Kata lipak dan bola termasuk nomina, sedangkan pule
termasuk adjektiva. Akan tetapi setelah prefiks {ma-} melekat pada
kali) kipak, ho/a dan pule kala-kalii lerscbut mengalami Iranslormasi
menjadi verba.

2. Sebagai pembentuk adjektiva
Contoh :
Bnsa busa — > niabbiis:) -: berbusa
Ban = ban -> mabbau = berbau
Calla = pukiil —> macalla = memukul
Kata hiisa dan hcni termasuk nomina, sedangkan culla
tergolong verba, akan tetapi, setelall mendapat prefiks {ma-}, katakata
tersebut mengalami transformasi menjadi adjektiva.
c. Makna Prefiks {Ma-}
Makna prefiks {ma-} sebagai akibat dari proses penggabunganjya
dengan kata dasar adaiah sebagai berikut:
1. Melakukan pekerjaan seperti pada kata dasar.
Misalnya:
Massering -» menyapu
Mannasn —> incinasak
2. Melakukan pcrbuatan dengan alat.
Misalnya:
Mammeng —> n.cmancing
Mappuka -> ineniukat
3. Mcinakai scsuatu yang disebutkan dalam bentuk dasar.
Misalnya:
Macciccing –> meniakai cincing
Manggeno —> memakai kalung
4. Menyatakan tindakan yang berbalasan.
Misalnya:
Majjamak -» bersulaman
Mabbitte —» berlaga
2. Prefiks {a-}
a. I3cn!uk I’refiks {^-|
1 . Apabila prefiks {«-} melekat pada bentuk dasar yang berfonem awal
vokal, prefiks tersebut mempunyai variasi bentuk {an-},{ag-} atau
{ar-}
Contoh:
an + ampo -» angampo -> menabur
an + itle -> angitte —» memungut

2. Apabila prefiks {a-} melekat pada bentuk dasar yang berfonem awal konsonan /b/, Id, /d/, /bg/, /k/, /!/, /m/, /n/, /n/, /p/, /s/ an /t/, prefiks tersebul akan bernbali bentuk sesuai dengan fonem awal kata dasarnya sehmgga terjadi penebalan konsonan atau geminasi.

Contoh:
ag + baca —> abbaca -> membaca
ag + camming -» accamming -> membaca
b. Fungs! Prefiks ) < v – j
Prefiks {a-} berfungsi membentuk verba, khususnya dalam bentuk kalimat imperatif, larangan meiiyangkut, dan kalimat tanya.

Contoh:
aniki kik ! (silahkan anda menulis !)
a j a miianiki (jangan anda menulis)
c. Makna Prefiks { Makna prefiks {a-} ialah menyatakan perintah atau larangan yang
disebut dalam kata dasar.
Contoh :
Asserrikko !
Menyapu kamu!
(kamu menyapu !)
Aja muannasu! Jangan kamu memasak!

Baca Artikel Lain

Penggunaan Bahasa Dlm SMS Di Kalangan Remaja Kota Tarakan;>>>> Baca

Bab I Penggunaan Ragam Bahasa Gaul Dikalangan Remaja Di Taman Oval Markoni Kota Tarakan;>>> Baca

Bab 1 Interferensi Bahasa Indonesia Oleh Penutur Bahasa Toraja Di Sdn 013 Tarakan;>>>>>>>> Baca

Peranan Fisioterapi Dalam Gangguan Perkembangan Anak;>>>>>>>> Baca

Kumpulan Artikel yang lain;>>>>>>>>> Baca

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 304 pengikut lainnya.