PERLUNYA PEMBAHARUAN PENDIDIKAN DI TINGKAT MAKRO DAN MIKRO

PERLUNYA PEMBAHARUAN PENDIDIKAN DI TINGKAT MAKRO DAN MIKRO

Pembaharuan pendidikan di Indonesia sudah berkali-kali, sedikitnya enam sampai tujuh kali pembaharuan. Pembaharuan pendidikan lebih banyak memusatkan perhatian untuk memperbaharui ‘mobil’ (kurikulum, bahan ajar, sistim evaluasi, perbaikan dan pengadaan gedung dan alat). Kemudian melatih ‘pengemudi’nya (tenaga pendidikan dan staf administrasi). ‘Penumpang’ di dalamnya (murid, orangtua, dan pemakai lulusan). Tidak banyak disentuh dalam praktik kependidikan. Jalan raya dan lingkungan sepanjang jalan (lingkungan, dukungan semua pihak termasuk dukungan politik terhadap pendidikan) yang dilewati mobil yang tidak dirancang dan dibangun dengan baik.

Ada pepatah menyatakan : “more often, the journey is more important then the destination” yang bermakna, dalam banyak hal, pengalaman selama di jalan lebih penting daripada tempat tujuan. Terkait dengan tujuan (tujuan pendidikan, tujuan sekolah, tujuan kelas dan pembelajaran) masih banyak supir yang tidak tahu kemana mobil dan penumpangnya akan dibawa. Lebih parah lagi, penumpangnya sendiri belum terbiasa untuk menyampaikan maksud dan tujuan mereka, karena berpuluh-puluh tahun mereka terbiasa mengatakan “terserah yang membuat mobil dan pak sopir saja”. Para penumpang ini tidak dikondisikan untuk menyampaikan dan menjelaskan tujuan mereka dengan terbuka, maka jika :
Kurikulum (mobil) kita tidak layak;
Guru (sopir) kurang berkualitas;
Murid, orang tua, pemakain lulusan (penumpang) belum berperan aktif.
Dukungan masyarakat, pemerintah (jalan raya dan alam sekitarnya) minim dan
Visi, filosofi dan tujuan pendidikan (tempat tujuan) belum terumuskan dan disepakati oleh semua pihak, dapatkah anda membayangkan apa yang bakal terjadi dengan SDM Indonesia.

PEMBAHARUAN PENDIDIKAN TINGKAT MIKRO

Dengan pengibaratan di muka, mudah-mudahan perencanaaan dan pembuat mobil (pengambil kebijakan, pengembang kurikulum, bahan ajar, teknik, dan media pembelajaran) dan pengemudi (kepala sekolah dan guru) akan memperoleh gambaran mengenai bagaimana agar penumpang selamat, puas, damai, dan bahagia selama mereka mengikuti dalam perjalanan. Lebih-lebih lagi ketika sampai di tempat tujuan. Lebih lengkap lagi jika mereka merasa tetap puas walaupun mereka telah meninggalkan mobil dan pengemudinya.

a. Prinsip yang menggaris bawahi pembaharuan pembelajaran

Dalam uraian berikut ini kita akan memasuki aspek-aspek pendidikan dan pengajaran yang sedikit lebih teknis dari pada uraian sebelumnya, yang langsung atau tidak langsung berkaitan dengan pembahasan pembelajaran.

Kita akan mulai dengan makna pendidikan atau “education”. Asal usul kata “education” adalah “edueo”, yang mengandung makna “to lead out;to take out with one to on’s province; to bring to monsish and support “Lewis and Short Latin Dictionary)

Peran kita sebagai guru di lukiskan sebagai pemimpin, membingbng, mendorong, membantu, memelihara, dan mendukung.Kalau peran-peran itu kita laksanakan maka kita layak untuk disebut sebagai pembaharu dalam pembelajaran dan semkin maklum betapa mulianya tugas seorang pendidik.

Menjadi guru masa kini perlu memberi bentuk baru dalam hubungannya dengan anak didiknya, yaitu dari bentuk “power relationshif” kebentuk “Shaud relationship” yaitu dari posisi mengontrol keposisi kerja sama. Isu yang kiritikal dalam pendidikan bukan bagai mana aja guru mampu mengontrol belajarnya, tetapi bagaimana saja anak didik kita terlibat langsung dalam pembelajaran dan termasuk prinsip penting sebagai landasan menuju pembaharuan pembelajaran.

Prinsip ini mengingatkan kita bahwa anak didik hanya tertarik untuk ilmu aktif dalam pembelajaran jika pengajaran kita relevan. Pengajaran yang kita sampaikan hanya ada relevan jika dibingbingkan dengan konteks social dimana kita hidup yang berarti “globalisasi” hidup Dallam era globalisasi menuntut semua ummat manusia mampu merespon dan proses yang sedang terjadi, yakni “rapid pervasive change” increasing interconnectedness” (meningkatnya saling keterkaitan antara actor-aktor globalisasi dan isu yang menjadi perkataan mereka).

Berikut ini beberapa kiat bagaimana kita bersikap dan bertindak agar anak didik kita terlibat aktif secara konstruktif dalam proses pembelajaran,dengan kata lain bagaimana agar terjadi “effective instruction” atau pengajaran yan efektif (Townsend and Oteno,1999)

Pembelajaran terjadi pada puncaknya jika ekspektasi tau kalaupun dipusatkan pada keberhasilan (lihat juga A. Djalil:1984)

Rasa takut bukanlah pemicu belajar yang efektif

Perubahan harus diyakini sebagai sesuatu yang selalu mungkin dicapai

Kontrol hanyalah suatu ilusi

Saling tergantung atau “interdepensi” merupakan kunci menuju sukses

Diantara lima kiat diatas, penulis akan memberikan penjelasan tambahan pada kiat pertama yaitu yang berkaitan dengan “ekspektasi” karena kata ekpecrasi memuat konsep yang sangat penting didalam pembelajaran Collin Roger (2002) mengungkapkan, selama sekutu 30 tahun, psikologi social pendidikan tak henti-hentinya menempatkan ‘teacher expectation” (harapan guru) sebagai pemegang pearan yang sentral. Peran peneliti yang memusatkan permasalahan penelitian mereka pada isu sekolah yang efektif dan berkembang” mengamati “ekpektasi” sebagai kuas pendidikan dan pengajaran yangb efektif umumnya mereka berkesimpulan adanya hubungan yang kuat (powerful relationship) antara harapan yang tinggi dengan belajar yang efektif.

Roger mengungkapkan “harapan yang tinggi” antara lain ditandai oleh adanya ketentuan minimal mengenai “grade” atau nilai yang harus dicapai anak didik dan jumlah dari kehadiran murid di kelas guru dan sekolah yang menetapkan criteria harapan yang tinggi bagi kinerja murid, biasanya akan membuat perencanaan strategi aturan dan tindakan yang efektif untuk memenuhi harapan tersebut

b. Gambaran sekolah pada masa mendatang

Berikut ini kutipan dan ungkapan Townssend (1998) ketika ia membayangkan bagaimana sebaliknya sekolah dimasa yang akan datang.

“Dalam pandangan saya pendidikan terbaik yang kita harapkan bagi anak-anak kita, bagi keluarga kita. adalah lokal, yaitu yang berakar pada masyarakat setempat, juga global, yang menyediakan akses terhadap sumber ilmu pengetahuan di seluruh dunia. Pendidikan yang berpijak dimasyrakat dimana saya hidup, tetapi juga menghadirkan sebuah dunia yang menjanjikan kemungkinan yang hampir melampui batas. Sifatnya juga sosial. Pendidikan itu memberi saya keterampilan yang saya butuhkan dan memungkinkan saya untuk mengaksesnya lagi di belakang hari. Jika ada keterampilan yang saya perlukan, setiap saat dimanapun saya berada dimuka planet bumi ini. Saya selalu dipertautkan dengan pendidkan anak-anak. Seusia saya, seluruh keluarga, tetangga, dan teman-teman saya dapat berpartisipasi. Kami semua menginginkan agar sekolah yang terbaik ada di daerah kami. Pendidikan lembaga yang benar ini menjadi sebuah persyaratan masyarakat dan dalam saat tertentu juga digunakan bagi pendidikan untuk menggantikan sekolah yang tidak berfungsi sebagai fasilitas masyarakat, yang pada masa lalu hanya dipakai sekali-kalinya untuk pendidikan anak-anak.

Cita-cita Townsend tentang sekolah masa depan jelas skalai adalah sekolah dengan basis yang luas

Dengan mengkaji secara seksama profit sekolah dimasa depan, maka kita dapat membayangkan bagaimana pembaharuan pembelajaran sebagainya dilakukan bagaimana kita memposisi peran serta sebagai pendidik agar tidak menjadi obseht atau uasang, jika obsoht maka akan ditinggalkan oleh perubahan.

Menurut Townsend and Oten (1999) Pembaharuan pendidkan dan pengajaran hendajknya didudukan diatas empat pilar:

Pendidikan untuk kelangsungan hidup

Pemahaman terhadap kedudukan atau tempat kita didunia

Pemahaman tentang hakikat masyrakat bagaimana dan lainnya saling terkait dan

Pemahaman terhadap tanggaung jawab diri memahami bahwa setiap anggota masyarakat dunia membawa tanggung jawab dan hak-haknya masing-masing

1. Pendidikan untuk kelangsungan hidup terdiri atas :
Literari dan numeran

Kemampuan teknologi

Kemampuan komunikasi

Kemampuan dalam menyusun dan mengembangkan rencana

Keterampilan berfikir kritis

Penyesuaian atas adat istiadat

2. Pemahaman terhadap kedudukan atau tempat kita didunia terdiri atas
Tukar menukar gagasan

Pengalaman kerja dan sikap wira swasta

Kesadaran dan apresiasi terhadap budaya

Pengembangan social ansosial dan fisikal

Kemampuan berkreasi

Berwawasan luas dan berpandangan terbuka

Kesadaran bahwa adalah hak seeorang untuk menentukan pilihannya

3. Pemahaman tentang hakikat masyarakat terdiri dari :
Kemampuan untuk bekerja sama dalam suatu tim

Bagian kewarga negaraan

Pengabdian masyarakat

Pendidikan masyarakat

Kesadaran global

Pengembangan asset anak didik misalnya kemampuan, kecerdasan, hoby yang dimasuki murid

4. Pemahaman terhadap tanggung jawab diri terdiri atas :
Konsisten terhadap pengembangan diri melalui proses belajar seumur hidup

Pengembangan sitim nilai diri

Kemampuan kepemimpinan

Komitmen terhadap pengembangan masyrakat dan perkembangan global

Komitmen terhadap kesehatan diri dan kesehatan masyarakat.

Membaca sederetan daftar panjang di atas, betapa pentingnnya pendidikan dengan basis-basis luar. Luar singkat,jika dikaitka dengan pembaharuan pembelajaran maka proses pembelajaran masa kini dan yang akan datang harus di antaranya :

Mengembangkan “collaborative communities ” atau pembelajaran berbasisi pada tingkat lokaal dan global

Menerima dan menerapakan konsep belajar seumur hidup

Mengembangkan “learning communities “bukan “communities of lerning” ( Masyarakat yang gemar bekerja,bukan sekedar sekedar kesimpulan para pembelajar)

Mengembangkan keterampilan proses lebih tinggi dan pada sekedar penguasaan ilmu yang spesifik leih menekankan keterampilan pada jenjang yang lebih tinggi dalam pula sekedar penguasaan tektual

c. Riset tentang pembelajaran yang efektif

Pembaharuan pembelajaran selain dilandsi oleh prinsip yang filosofis. T namun juga dilandasi oleh temuan-temuan empiris yaitu riset yang merisekkan belajarnya. Pada sekolah scheren (1990 dalam townseend and otero ) Mengidentifkasi empat kategori bisa riset persekolahan :

Yang mengkaji “oktiomos” pendidikan

Yang mengkaji pungsi produksi pendidikan

Yang mengkaji sekolah yang efektif

Yang mengkaji intruksional yang efektif

Kategori pertama biasanya mengkaji hubungan antara latar belakang social ekonomi murid dapat hasil bealajar salah satu yang terbaik adalah: laporan yang disampaikan oleh Coleman dkk (1966) menyimpulkan pengaruh yang paling dominant terhadap prestasi akademik murid adalah latar belakang status ekonomi siswa

Kategori kedua mengkaji hubungan antara rapat (sarana prasarana, alam dan perlengkapan, dll) dengan hasil belajar yang kurang berguna intuk pembaharuan pembelajaran prestasi murid akan kasih suatu signifikan jika sedang sekolah bertambah bosan dengan pengalaman bertambah luas, perpustakaanya lengkap, lemari bukunya bagus bahkan gaji guru akan naik lima kali lipat.

Kategori ketiga ditujukan untuk membuka atau “black box” (lihat juga Delamont, 1976; A. Djalil, 2003) apa yang terjadi di sekolah dan di kelas) jika ada sebuah pesawat terbang yang jatuh,maka yang paling dicari adalah “black boxnya” karena disitulah terekam informasi yang dapat di pakai untuk mengetahui mengapa pesawat itu jatuh.Begitu pula halnya dengan pendidikan. Dikelaslah banyak terekam informasi mengenai mengapa mutu pendidikan dan pengajaran kita jadi terjerembab, kelas adalah ibarat sebuah black box bagi sebuah pesawat terbang.

Kategori keempat bahkan lebih dalam lagi memasuki kotak hitam kelas. Karena memecahkan perkaranya untuk menemukan cara-cara mengajar (Instructional strategies) yang berpengaruh positip dan signifikan terhadap hasil belajar dan pembelajaran akan banyak memtik mamfaat dari riset kategori empat ini.

Hasil kajian Schaenans (1990-1991) antara lain mengungkapkan bahwa budaya sekolah,organisasi sekolah, dan aplikasi teknologi kependidikan efektif untuk menungkatkan hasil belajar murid sekolah yang menjungjung tinggi disiplin waktu, menaruh respek tyerhadap murid yang berprestasi bukan karena ia diantar jemput dengan mobil yang mewah, atau karena menaruh kuat dalam memberikan kado bagi guru, menjadikan sekolah dan kelasnya tertata rapih dan sekaligus menjadi sumber belajar, maka budaya sekolah seperti akan cenderung mendorong prestasi belajar murid.

Scheren juga mengungkapkan: pengajaran yang struktur jumlah jam belajar efektif yang tinggi (lihat juga A. Djalil 1989), peluang belajar yang yang besar dorongan untuk berhasil yang kuat, harapan atau target yang tinggi dan ketertiban orang tua secara aktif dalam program sekolah merupakan karakteristik sekolah dan kelas yang efektif.

Cremens (1992) Mengingatkan semua pihaknyang berkepentingan dengan sekolah agar mengeluarkan segala sumber daya untuk mendukung terlaksananya proses pengajaran sebagai kunci untuk meningkatkan hasil belajar murid. Sumber daya yang dimaksud ialah 3 m (man, money, material) sebagaimana selama ini kita ketahui pengertian sumber daya dalam dalam cakupan yang lebih luas terdiri dari (Caldwell dan Spink, 1998)
Knowledge (pengetahuan-kurikulum, tujuan sekolah dan pengajaran)

Teachnology (media, teknik, dan akal pembelajaran)

Power (kekerasan dan wewenang)

Material (fasilitas, supplier, peralatan)

People (tenaga kependidikan, administrasi, dan staf pendukung lainnya)

Time (waktu pertahun, perminggu, perhari, perjam pelajaran)

Finance (alokasi dana)
d. Sekolah yang efektif dan berkembang
.J. Caldwell S.J.M. Spinks (1988) sebagai ciri sekolah yang efektif dan berkembang perlu dicatat, ciri-ciri yang disampaikan oleh Caldwell dan Spinks itu tidak otomatis sama dengan ciri-ciri yang terkandung dalam pembaharuan pembelajaran. Apa yang disampaikan oleh mereka berdua dapat kita pakai sebagai konsep dan ciri yang menggarisbawahi perubahan pembelajaran

1. Kurikulum
Sekolah menentukan dengan jelas tujuan pendidikan yang akan dicapai

Sekolah mempunyai rencana yang baik, sampai dengan program yang berimbang dan terorganisir yang dijujukan untuk memenuhi apa yang diperlukan oleh anak didik

Sekolah mempunyai program yang dimaksudkan untuk memeriksa keterampilan pada anak didik. Adanya keterlibatan orang tua yang tinggi dalam kegiatan belajar siswa

2. Pengambilan keputusan
Adanya keterlibatan yang tinggi dikalagan staf dalam mengembangkan tujuan sekolah

Guru-guru dilibatkan dalam pengambilan keputusan

Adanya keterlibatan yang tinggi dari masyarakat dalam pengambilan keputusan

3. Sumber
Adanya sumber yang memadai disekolah sehingga memungkinkan staf untuk mengajar dengan efektif

Sekolah mempunyai guru yang kapabel dan bermotivasi tinggi

4. Kepemimpinan
Tingkat drop out rendah

Nilai tes menunjukan (angka penyerapan yang tinggi)

Tingkat melanjutkan sekolah tingggi dan daya serap lapangan kerja tinggi

5. Kepemimpinan

Adanya kepala sekolah yang :
Mau berbagi tanggung jawab dan mengolah sumber daya dengan efisien

Yang menjamin bahwa sumber daya teralokasikan sesuai dengan konsisten dengan kepentingan pendidikan

Responsif dan subporsif terhadap kepentingan guru

Pendiri organisasi pengembangan propesional

Mendorong keterampilan staf dalam program pengembangan propesional dan menjadikan pengajaran ini sebagai peluang bagi guru untuk menguasai keterampilan yang mereka perlukan

Menaruh perhatianbyang tinggi mengenai apa yang sedang terjadi disekolah

Membangun relasi yang efektif dengan Depdiknas atau dinas pendidikan, masyarakat, guru dan siswa.

Mempunyai gaya administrasi yang luwes

Bersedia menanggung resiko

Memberikan umpan balik yang bermutu padd guru

Menjamin adanya kaji ulang yang kontinyu tergarap pengajaran sekolah dan melakukan evaluasi kemajuan program kearah pencapaian tujuan sekolah

6. Iklim
Sekolah mempunyai seperangkat nilai etika moralitas dan etos kerja yang dianggap penting

Kepala sekolah guru dan murid menunjukan kepada luar dan loyalitas terhadap tujuan sekolah

Sekolah menjanjikan lingkungan dan suasana yang menyenangkan, menggerakan, dan menantang bagi guru yaitu murid

Adanya iklim saling menghargai dan saling mempercayai sesama dan didampak guru dan murid.

Adanya iklim saling mempercayai dan komunikasi yang terbuka di sekolah

Adanya ekpektasi terhadap semua murid bahwa mereka akan belajar sebaik-baiknya, adanya komitmen yang kuat untuk belajar sungguh-sungguh

Kepala sekolah guru dan murid mempuyai semangat yang tinggi untuk memcapai prestasi belajar yang tinggi

Adanya metode (semangat juang) yang tinggi dikalangan murid

Para murid saling mananam respek terhadap sesamanya dan terhadap barang-barang milik mereka.

Adanya kesempatan bagi murid untuk mengambil tanggung jawab di sekolah

Adanya disiplin yang baik di sekolah

Jarang sekali ada kejadian yang menuntut staf administrasi senior untuk turun tangan menertibkan pelanggran disiplin yang dilakukan oleh murid

Adanya tingkat kemungkinan yang rendah dikalangan murid

Adanya tingkat mengulang kelas yang rendah

Adanya tingkat kenakalan anak yang rendah

Adanya metode (semangat juang) yang tinggi dikalangan guru

Adanya tingkat persenta dan semangat yang tinggi dikalangan guru

Adanya tingkat kemungkiran yang rendah dikalangan guru

Sedikit sekali permohonan untuk pindah guru kesekolah lain.

e. Ciri ciri pembelajaran yang disamakan

Sebagai tambahan ciri-ciri di atas berikut ini saya sajikan pesan sekolah dan guru yang terkait dengan murid Memberikan pemahaman mengenai faktor-faktor yang berpengaruh didalam mengembangkan hidup murid

Mengembangkan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang penting guru berpartisipasi dalam proses politik

Mengembangkan sikap cinta belajar dan mengembangkan didalam setiap kegiatan yang terjadi sepanjang hidup

Mengembangkan bakat kreatif siswa penuh dalam berbagai bidang kesenian

Khusus yang terkait dengan pengalaman belajar,sekolah guru serta pihak yang berkepentingan dengan pendidikan dituntut bekerja sama dalam hal :

1. Menjamin agar semua siswa mengalami dalam penggunaan dan pemahaman dan kegiatan lainnya yang terkait.

2. Menjamin bahwa pembelajaran dapat mungkin berlangsung melaui pengalaman langsung

3. Menyediakan peluang bagi semua murid mengembangkan kemampuan mereka

4. Memberikan penyaluran bagi murid yang mempunyai hambatan husus agar mampu mengatasi hambatan yang mereka punya.

Khusus yang terkait dengan manajemen sekolah, kepala sekolah dan guru di sarankan untuk :
1. Meyediakan berbagai peluang bagi orang tua murid untuk melibatkan mereka dalam kegiatan sekolah

2. Mengembangkan system pengajaran sesuai dengan umur murid sebgai pengakuan atas prestasi yang mereka capai

3. Mengelola sekolah dengan cara-cara yang merefleksikan keberlangsungan keterlaksanaan hasil belajar

4. Menciptakan cara belajar pemberian informasi kepada orang tua mengenai hal-hal yang terkait dengan sekolah dan kemajuan murid dapat berlangsung secara teratur

Kriteria sekolah dan pembelajaran yang efektif sebagaimana dipaparkan di atas nyata-nyata merefleksikan suatu keyakinan yang fundamental betapa pentingnya pendidikan yang berbasis luas

About these ads

5 Tanggapan

  1. huey… meuni bagus artikelnya, hag hag hag….

    lagi ada tugas kuliah niy diriQ…
    :)

  2. usaha donk buat artikel sendiri…
    wakakakaka…..

  3. whow..nice..
    saya lg da tgas kul ney.. :D apa ada artikel yg lain ya..
    khu3..

  4. matur thank you,.,,

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 304 pengikut lainnya.