PENDEKATAN KUANTITATIF

PENDEKATAN KUANTITATIF

Pendekatan kuantitatif merupakan salah satu pendekatan yang ada dalam ilmu sosiologi. Pendekatan ini menekankan pada prosedur yang ketat dalam menentukan variabel-variabel penelitiannya. Keketatan pendekatan ini sudah terlihat dari asumsi dasar penelitian kuantitatif. Pembahasan asumsi dasar yang dipakai dalam penelitian kuantitatif . Asumsi dasar itu meliputi ontologim epistemologim hakikat dasar manusia serta aksiologi.

Asumsi Dasar Pendekatan Kuantitatif

Pendekatan kuantitatif, didasarkan pada empat asumsi, yaitu ontologi (hakikat dasar gejala sosial), epistemologi (hakikat dasar ilmu pengetahuan), hakikat dasar manusia, serta aksiologi (tujuan dilakukannya suatu penelitian).

Implikasi Pemakaian Pendekatan Kuantitatif Dalam Penelitian

Penggunaan pendekatan kuantitatif, membuat peneliti harus mengikuti suatu pola yang sesuai dengan karakteristik pendekatan kuantitatif. Implikasi yang terjadi, antara lain pola linear yang terjadi dalam tahap-tahap penelitian. Pola linear ini juga berakibat peneliti harus melakukan tahap demi tahap yang ada di dalam suatu proses penelitian.

Demikian pula dalam merumuskan permasalahan, karena asumsi aksiologi penelitian kuantitatif adalah mencari penjelasan-penjelasan dan Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut! hukum universal, maka permasalahan yang dirumuskan dalam pendekatan kuantitatif lebih mengarah pada hal-hal yang bersifat umum. Hasil dari penelitian kuantitatif akan digeneralisasi, sehingga penggunaan sampel yang semakin mendekati jumlah populasi cenderung dilakukan di dalam penelitian kuantitatif.

TEORI DAN PENGUKURAN

Teori

Kedudukan teori dalam penelitian kuantitatif sangatlah penting. Hal ini dikarenakan dari teori tersebut instrumen penelitian ditentukan. Alur penjelasan dalam penelitian kuantitatif berbentuk deduktif, yaitu suatu alur berpikir yang mengawali penjelasannya dengan penjelasanpenjelasan yang bersifat umum dan mengakhiri penjelasan-penjelasan yang bersifat khusus.

Suatu pernyataan dikatakan sebagai teori bila di dalamnya terdapat serangkaian proposisi antara konsep-konsep yang Baling berhubungan, yang menjelaskan secara sistematis suatu fenomena sosial mengenai hubungan di antara konsep yang ada dan menentukan konsep mana yang berhubungan dengan konsep lainnya serta bagaimana bentuk hubungannya.

Komponen dari teori adalah konsep-konsep, variabel-variabel, dan proposisi-proposisi. Setiap gejala sosial yang dijelaskan dengan suatu teori akan menjelaskan pula tingkat analisis dari gejala sosial yang dimaksud. Tingkat analisis terbagi menjadi dua yaitu mikro dan makro. Pada tingkat analisis terdapat unit sosial yang dapat digunakan untuk mengukur suatu variabel, unit sosial ini disebut dengan unit analisis

Fungsi teori sendiri dalam suatu penelitian kuantitatif adalah untuk merumuskan pertanyaan penelitian, mengidentifikasi konsep-konsep dan merumuskannya ke dalam bentuk variabel-variabel, merumuskan hipotesis, dan menetapkan unit analisis.

Validitas dan Reliabilitas

Tahap-tahap pengukuran dalam penelitian kuantitatif melalui tiga tahap, yaitu konseptualisasi, identifikasi variabel, dan operasionalisasi konsep. Konseptualisasi merupakan usaha untuk mengembangkan dan memperjelas arti suatu konsep. Tahap ini dimulai dengan menjelaskan gambaran mendasar dari suatu konsep melalui kata-kata dan contoh, dan diakhiri dengan suatu definisi verbal yang akurat tentang suatu konsep.

Tahap identifikasi variabel, merupakan identifikasi wujud dari suatu konsep atau bergerak dari bahasa konsep ke bahasa variabel. Seperti telah Anda ketahui bahwa variabel adalah konsep yang memiliki variasi dalam nilai dan kategorinya. Sedangkan indikator adalah contoh konkrit dari suatu variabel dengan tingkat abstraksi yang lebih rendah dari variabel. Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,kerjakanlah latihan berikut!

Tahap operasionalisasi, merupakan tahap ketiga dari pengukuran dalam penelitian. Pada tahap ini peneliti menjelaskan secara rinci bagaimana unit analisis yang ada dimasukkan ke dalam nilai atau kategori yang telah ditetapkan. Untuk melakukan hal itu diperlukan adanya definisi operasional. Definisi operasional merupakan gambaran rinci tentang prosedur yang perlu dilakukan dalam memasukkan (menetapkan) unit analisis ke dalam kategori suatu variabel.

Alat ukur yang telah ditetapkan sebelum digunakan terlebih dahulu hares diuji. Pengujian instrumen penelitian dilakukan dengan uji validitas dan reliabilitas. Validitas adalah untuk melihat apakah definisi operasional telah benar-benar mengukur atau sesuai dengan definisi konseptual. Dengan kata lain, validitas berkenaan dengan tingkat kesesuaian antara definisi konseptual dan definisi operasional dari variabel. Terdapat beberapa jenis validitas, yaitu Face Validity, Content Validity, Criterion-Related validity.

Reliabilitas adalah pengujian alas ukur yang bertujuan untuk melihat stabilitas dan konsistensi dari suatu definisi operasional. Suatu alas ukur dikatakan reliabel jika kita selalu mendapatkan hasil yang tetap sama dari pengukuran gejala yang sama, meski dilakukan pads waktu yang berbeda-beds. Tiga jenis reliabilitas, yaitu stability reliability, representative reliability, equivalence reliability.

SKALA DAN INDEKS

Skala
Sistem alas ukur terdiri dari sistem nominal, ordinal, interval dan rasio. Alat ukur atau skala yang dimaksud di sini adalah skala dalam pengertian umum. Skala nominal memberikan identitas pada nilai dari variabel penelitian sehingga dapat membedakan nilai-nilai tersebut. Skala ordinal mempunyai fungsi untuk mengurutkan atau memberi jenjang. Skala interval mempunyai fungsi baik membedakan, mengurutkan maupun intervalisasi atau memberi selang yang dapat dipredeksi secara matematis besarnya sehingga menghitung dapat mudah dilakukan. Skala rasio merangkum ketiga fungsi tadi dan membuat nilai variabel dapat mempunyai perbandingan sate sama lain karena adanya kondisi pengukuran yang sama.

Indeks
Indeks dan skala berbeda dalam hal penentuan skor. Akumulasi skor untuk setiap pertanyaan adalah penentuan skor dalam indeks, sedangkan skala skor dihitung berdasarkan pola-pola atribut dari tiap nilai variabel. Dalam menyusun indeks, terdapat beberapa cara yang harus dilakukan, yaitu:
penyelesaian pertanyaan yang akan diajukan;
hubungan antar pertanyaan;
menentukan skor.

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut!

Terdapat metode penghitungan yang diperkenalkan oleh Guttman, Likert, Thurstore, ketiganya adalah alat ukur gabungan untuk sebuah variabel. Masing-masing memiliki kekhususannya sendiri dan mempunyai alat ukur yang spesifik serta berbeda satu sama lain. Namun dapat dilihat bahwa ketiganya banyak digunakan para peneliti untuk mengukur sikap manusia.

POPULASI DAN SAMPEL

Pengertian Populasi dan Sampel

Dalam penelitian kuantitatif, penggunaan populasi dan sampel memegang peran yang penting. Bukan, saja kita dituntut untuk memahami dengan baik, apa yang dimaksud dengan populasi dan sampel, namun kita juga harus dapat menerapkannya dengan baik dan benar. Banyak hal yang harus dijadikan pertimbangan ketika kita akan melakukan proses penarikan sampel. Perlu tidaknya kita mengambil

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,

kerjakanlah latihan berikut!

sampel, juga merupakan satu hal yang perlu kita pertimbangkan. Demikian pula besar kecilnya sampel perlu kita pertimbangkan dengan benar. Segala pertimbangan tersebut dapat berakibat pada kebenaran ilmiah dari hasil laporan yang kita lakukan.

Dalam mempelajari populasi dan sampel, terdapat beberapa konsep yang harus kita pahami baik-baik, yaitu populasi target, populasi survei, sampling unit, sampling element, unit analisis dan unit observasi, yang semua konsep tersebut saling terkait. Dalam melakukan pertimbanganpertimbangan, maka sebaiknya pertimbangan yang sifatnya praktis, seperti pertimbangan akan masalah biaya, waktu dan tenaga, jangan sampai pertimbangan praktis tersebut menjadi bahan pertimbangan utama.

Teknik Penarikan Sampel

Ada dua cara teknik penarikan sampel, yaitu secara probabilita dan non probabilita. Untuk teknik yang probabilita terbagi menjadi random sederhana, sistematis, stratifikasi, serta cluster. Demikian pula untuk yang nonprobabilita terbagi ke dalam purposive, snowball, accidental, serta quota. Sebaiknya peneliti melakukan teknik yang probabilita, karena dengan demikian hasil penelitian bisa digeneralisasikan ke tingkat populasi.

RAGAM PENELITIAN KUANTITATIF

Survai dan Eksperimen

Istilah survei biasanya dirancukan dengan istilah observasi dalam pengertian sehari-hari. Pada hal kedua istilah tersebut mempunyai pengertian yang berbeda, walaupun keduanya merupakan kegiatan yang saling berhubungan.

Menurut kamus Webster, pengertian survei adalah suatu kondisi tertentu yang menghendaki kepastian informasi, terutama bagi orangorang yang bertanggung jawab atau yang tertarik. Tujuan dari survei adalah memaparkan data dari objek penelitian, dan menginterpretasikan dan menganalisisnya secara sistematis. Kebenaran informasi itu tergantung kepada metode yang digunakan dalam survei.

Ada beberapa tipe dalam survei, yaitu:
Survei yang lengkap, yaitu yang mencakup seluruh populasi atau elemen-elemen yang menjadi objek penelitian. Survei tipe ini disebut sensus.
Survei yang hanya menggunakan sebagian kecil dari populasi, atau hanya menggunakan sampel dari populasi. Jenis ini sering disebut sebagai sample survey method.

Eksperimen adalah usaha pengumpulan data sedemikian rupa, sehingga memungkinkan memperoleh kesimpulan yang jelas, terutama kebenaran suatu hipotesis yang menyangkut hubungan sebab-akibat. Di dalam melakukan eksperimen, peneliti harus menciptakan suatu situasi buatan atau kondisi yang dimanipulasi, untuk dapat memperoleh data yang diperlukan untuk pengukuran suatu gejala yang tepat. Penelitian eksperimen tidak hanya dilakukan di suatu ruangan yang tertutup, seperti ruang laboratorium, tetapi juga dapat dilakukan di lingkungan yang tidak dibuat dengan desain khusus. Namun kedua cara ini mempunyai kekuatan dan kelemahan masing-masing.

Metode Polling

Akhir-akhir ini, istilah polling semakin sering terdengar. Di media massa, seperti radio, televisi, koran, majalah, melakukan polling. Dengan berkembangnya teknologi informasi, polling juga dapat dilakukan melalui internet.

Kelihatannya pelaksanaan polling lebih simpel daripada survei atau jenis penelitian lainnya, namun jika tidak memperhatikan metode atau kode etik yang berlaku, maka akan dapat merugikan lembaga penyelenggara polling itu sendiri.

Polling sangat erat dengan kaitannya dengan sistem politik di suatu negara. Ada orang yang berpendapat bahwa polling erat kaitannya dengan demokrasi. Hal ini dikarenakan pendapat umum merupakan sumber legitimasi dalam pengambilan keputusan yang demokratis. Jadi jika akhir-akhir ini di Indonesia sering dilakukan polling oleh media massa maupun lembaga lain, dan hasil dari polling tersebut sangat berperan dalam pengambilan keputusan, maka dapat dikatakan negara kita semakin demokratis. Apa polling itu?

Menurut Eriyanto (1999), polling adalah suatu penelitian (survei) dengan menanyakan kepada masyarakat mengenai pendapat suatu isu/masalah tertentu. Secara metodologis, polling adalah suatu teknik untuk menyelidiki apa yang dipikirkan orang terhadap isu/masalah yang muncul. Jadi polling adalah metode untuk mengetahui pendapat umum (public opinion).

Pengertian tentang pendapat umum (public opinion) adalah sebagai apa yang dipikirkan, sebagai pandangan dan perasaan yang sedang berkembang di kalangan masyarakat tertentu mengenai setiap isu yang menarik perhatian rakyat.

Ada beberapa tahapan dalam polling, yaitu: penentuan topik, menentukan tujuan polling, menentukan populasi, menentukan metode pengambilan data yang akan digunakan clan menentukan teknik pengolahan data dan penyajian hasil (publikasi).

TEKNIK PENGUMPULAN DATA

Pembuatan Koesioner

Terdapat beberapa langkah yang harus ditempuh dalam membuat kuesioner yaitu:
Menyusun pertanyaan

Dalam tahap ini harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut.
Kejelasan konsep atau variabel yang akan digunakan.
Standarisasi pertanyaan.
Objektivitas pertanyaan.
Relevansi unit pengamatan.
Isi pertanyaan

Isi pertanyaan berkaitan dengan jenis pertanyaan yang terdiri dari 4

jenis pertanyaan, yaitu tentang:
fakta;
opini;
informasi atau pengetahuan;
persepsi diri.

Terdapat 4 tipe kesalahan yang harus diperhatikan dalam menyusun pertanyaan, yaitu:
satu pertanyaan yang mengandung dua pertanyaan;
kata-kata tidak jelas atau kabur;
bahasa yang tidak sesuai kemampuan;
pertanyaan yang mengarahkan jawaban.
Bentuk dan urutan pertanyaan

Bentuk pertanyaan digolongkan dalam beberapa kategori, yaitu:
pertanyaan tertutup;
pertanyaan terbuka;
pertanyaan setengah terbuka.

Sedangkan urutan pertanyaan berkaitan dengan mengurutkan daftar pertanyaan agar diperoleh data yang cukup memadai.

Teknik Kuesioner

Teknik kuesioner dapat ditempuh dalam beberapa cars, yaitu:
Teknik mailed questionnaire

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut!

Ini merupakan teknik pengumpulan data dengan cars mengirimkan kuesioner kepada responder ke rumah masing-masing
Teknik pembagian kuesioner secara langsung

Teknik ini ditempuh dengan cars menemui responder secara langsung dan kuesioner diisi sendiri oleh si responder
Teknik wawancara berstruktur

Teknik ini merupakan suatu wawancara didasarkan pada kuesioner, dimana pewawancara akan membacakan pertanyaan satu per satu kepada responder

PERSIAPAN DATA

Editing Data

Tahap editing data atau yang disebut juga tahap pemeriksaan data adalah proses peneliti memeriksa kembali data yang telah terkumpul untuk mengetahui apakah data yang terkumpul cukup baik dan dapat diolah dengan baik. Dalam editing data dibutuhkan perhatian terhadap lengkapnya pengisian, kejelasan tulisan, kejelasan makna jawaban, konsistensi antarjawaban, relevansi jawaban dan keseragaman kesatuan data.

Proses koding data adalah usaha penyederhanaan data penelitian. Proses ini di jalankan dengan membuat kode untuk masing-masing kategori jawaban. Keuntungan yang didapat adalah mempermudah dan mempercepat analisis serta mempermudah penyimpanan data yang ada.

Dalam koding data perlu diperhatikan sistem pengkodean berdasarkan jenis pertanyaan. Terdapat dua macam sistem pengkodean yang berbeda yaitu terhadap jawaban pertanyaan tertutup dan terhadap jawaban pertanyaan terbuka. Sistem lain yang lebih terperinci adalah berdasarkan jenis pertanyaan. Tahap selanjutnya adalah cleaning data. Pada tahap ini, suapaya data mudah dianalisis, data yang ada diringkas. Tentunya terdapat informasi yang hilang, namun usaha ini pada hakikatnya dilakukan untuk mengecek dan menghilangkan data-data yang tidak perlu atau dapat merusak pengolahan data.

Proses lainnya adalah recording data. Yang dimaksudkan di sini adalah proses perekaman atau pengkoleksian data dalam sebuah wahana yang dapat memaparkan hasil penelitian kita. Wahana, tersebut dapat berupa komputer atau wahana lainnya.

Kemudian proses pembentukan yang merupakan proses dengan mengkode data berdasarkan buku kode yang telah disusun. Data dimasukkan ke dalam lembar kode dengan kode angka yang sudah di tentukan.

Rencana Analisa Data

Rencana analisis data harus dibuat dalam penelitian, karena dengan proses ini dapat menuntun peneliti bagaimana data yang ada harus disusun agar mempunyai makna.

Rencana analisis data didasarkan pada kondisi yang telah dikumpulkan yang berarti dapat saja data yang diperoleh dari hasil penelitian dapat berbeda dengan apa yang telah direncanakan semula.

Ada beberapa kondisi data penelitian:
adanya keterbatasan dan peneliti sehingga rencana data yang seharusnya bisa digali ternyata tidak banyak dapat dilakukan.
Data yang didapat dilapangan tidak terbatas pada data yang sudah direncanakan.
Dari data yang direncanakan hanya beberapa bagian yang diperoleh di lapangan.
Terjadi ketidaksamaan antara data yang direncanakan dengan data yang diperoleh.

ANALISA DAN PENYAJIAN DATA

Penyajian Data

Setelah data sudah selesai diolah, maka tahap selanjutnya adalah menampilkan data tersebut dalam bentuk laporan. Dalam penyajian datanya, kita bisa menyajikan dalam dua cara, yaitu dengan menggunakan angka-angka yang dibuat dalam bentuk tabel frekuensi. Tabel frekuensi ini bisa menyajikan tabel univariat (satu variabel), tabel bivariat (untuk dua variabel), serta tabel multivariat (untuk lebih dari dua variabel). Tabel univariat digunakan untuk memberikan gambaran atau deskripsi dari sebuah variabel.

Tabel bivariat digunakan untuk memberikan gambaran pola hubungan antar variabel. Sedangkan tabel multivariat digunakan untuk memberikan gambaran pola hubungan antar dua variabel yang dikontrol dengan variabel ketiga. Penyajian lain dengan cara menampilkan grafik. Ada banyak ragam grafik, yang masing-masing hanya bisa digunakan untuk variabel-variabel tertentu.
Analisa Data

Untuk melakukan interpretasi dan analisis data, maka pemahaman akan skala variabel menjadi penting, karena ada beberapa perhitungan statistik yang didasarkan pads skala variabel. Untuk univariat, baik disajikan melalui tabel frekuensi maupun melalui grafik, cars interpretasinya biasanya dilakukan dengan melihat persentasenya. Untuk tabel bivariat, bisa dilihat berdasar ada tidaknya hubungan, sifat hubungan, serta kekuatan hubungan. Untuk multivariat ada 5 tipe elaborasi yang dimungkinkan, yaitu spesifikasi, replikasi, interpretasi, eksplanasi, serta suppressor.

ANALISA PENELITIAN DAN PENYUSUNAN LAPORAN

Etika Penelitian

Etika penelitian merupakan ketentuan yang mengatur tanggung jawab sosial, moral, dan akademik peneliti terhadap manusia dan masyarakat yang diteliti, masyarakat umum, disiplin ilmunya, rekan sebidang, pemesan, dan mahasiswa dengan menghormati hak, kepentingan, dan kepekaan mereka. Oleh karena itu, peneliti berkewajiban menghargai martabat dan kerahasiaan subjek penelitian dan memperhatikan kesejahteraan jasmani dan rohani orang yang diteliti. Dalam hal mengumumkan atau menerbitkan hasilnya, misalnya peneliti wajib menghormati hak para nara sumber untuk tidak disebutkan identitasnya, kecuali bila ada persetujuan yang jelas dari yang bersangkutan. Dengan demikian keamanan jasmani, dan kesehatan batin dari nara sumber tersebut dapat terlindungi dengan baik.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah peneliti berkewajiban menjelaskan maksud dan tujuan penelitiannya kepada para nara sumber. Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut! Permohonan izin kepada pejabat yang berwenang di lokasi penelitian itu juga perlu, apalagi penelitian itu dilakukan di daerah bukan tempat kita bekerja/berdomisili. Hal itu untuk menjaga hubungan baik kita sebagai peneliti dengan para nara sumber itu. Menjalin hubungan baik itu harus dilakukan, sebab kemungkinan akan ada penelitian lanjutan, meski bukan kita yang melanjutkan penelitian serupa itu.

Penyusunan Laporan

Etika yang berlaku di dalam penulisan ilmiah adalah pertama, dilarang memanipulasi data, misalnya data yang diolah bukan data yang sebenarnya diperoleh dari lapangan, tetapi atas dasar perkiraan semata dari peneliti sendiri. Kedua, dilarang melakukan plagiarism, yakni mengakui tulisan ahli lain sebagai tulisan sendiri. Ketiga, dilarang menutupi kebenaran dengan sengaja, namun tidak berarti bahwa peneliti boleh, dilarang menyulitkan pembaca, artinya hal-hal yang ditulis dalam laporan itu harus mudah dipahami oleh pembaca. Kelima, peran serta setiap orang yang terlibat di dalam penelitian harus diberi angka kredit (penghargaan). Apabila penelitian itu dilakukan berdua, maka yang paling banyak menyumbang (pikiran, gagasan waktu, tenaga, dan sebagainya) sejak proposal hingga penulisan laporan itu, maka orang itu menjadi penulis utama, sedangkan yang menyumbang lebih sedikit sebagai penulis kedua. Keenam, berilah pula penghargaan kepada para ahli yang buah pikiran, gagasan, dan karya tulisannya dijadikan bahan rujukan. Ketujuh, berilah pula penghargaan kepada para informan, orang atau lembaga yang berjasa dalam penelitian yang Anda lakukan. Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut! Kedelapan, jangan lupa mintalah pendapat kepada seorang penyunting agar laporan penelitian Anda laik dibaca. Perlu diingat bahwa tujuan penelitian adalah menjelaskan hasil temuan, yang berarti menjelaskan hal-hal yang belum diketahui orang. Oleh karena itu, dalam laporan penelitian penyajian tulisan dan bahasa yang digunakan harus memungkinkan orang mudah memahami maksud peneliti.
Sumber buku Metode Penelitian Kuantitatif karya Manasse Malo

About these ads

15 Tanggapan

  1. mohon ijin bapak…
    jika penelitian skripsi saya juga mengambil pendapat untuk mengetahui pendapat lewat angket saja(diperoleh prosentase) dan nanti akan di crosstab kan dengan pekerjaan,umur,sex(chie square), bagaimana dg uji realibilitas pertanyaannya?apakah perlu…berarti pendekatan saya kuantitatif?karena hanya dg angket saja,hasilnya data nominal….
    makasi kumendan….

  2. mks,,,
    sy blh ngeliat skripsi untuk dipergunakan example dlm nyusun lwt angket….

  3. saya mau nanya niy pa.. saya saat ini sedang mengajukan proposal untuk skripsi, yaitu mengenai persepsi siswa terhadap cara mengajar mahasiswa yang sedang melaksanakan PPL. nah kata dosen saya minimal yang dijadikan sebagai objek penelitiannya (mahasiswa PPL) itu 30 orang.. teori statistik seperti apa yang menyebutkan penelitian itu minimal 30 orang pa??? saya jadi bingung. tolong jawabannya pa

  4. saya baru aja ngajuin judul, tapi saya belum mengerti apa saja yang harus saya lakukan setelah ngajuin judul itu. sempat konsultasi sama pembimbing, dia menanyakan variabel, regresi, metode penelitiannya dll. mohon petunjuknya pak..!!!
    sebelumnya terima kasih..!!
    mohon dibalas….Bos !!!

  5. Saya mengambil Judul Skripsi “Pengaruh Disiplin Kerja terhadap Efektivitas Kerja di Rektorat Universitas Bengkulu” kira-kira metode apa yang harus saya pakai pak..!!! terus bagaimana langkahnya..!!! minta petunjuknya Pak..!!
    terima kasih..!!!

  6. salam kenal , mohon bantuannya
    tolong jelaskan tentang metode mengubah variabel ordinal ke variabel interval . tolong jelaskan dan mohon diberikan literatur nya . (kalau boleh balasannya juga dikirim ke email saya)maaf merepotkan anda .

  7. apakah maksud kuantitatif?

  8. makasih pak artikelnya, semoga ilmu bapaksemakinbertambah amiin. mau tanya pak, dalam penelitian kuantitatif maupunkualitatif, ada lagi istilahpendekatan. misalkanjenis penelitianini adalah kuantitatif deskriptif, sedangkan pendekatan penelitian ini adalah menggunakanpendekatan….nah ini saya bingung maksudnya pendekatanyang bagaimana lagi?

  9. saya mau tanya pa.. kalo judul skripsi saya “Perbandingan pola kepekaan bakteri E.Coli dan E.Coli ESBL terhadap antibiotik gol.cephalosporin,,,,
    Menurut bapa itu metodenya yang saya pakai apa ya? bisa buat metode kuantitatif?
    terima kasih bantuannya

  10. saya bingung dengan arti: surve,studi hubungan, dan studi perkembangan

  11. pak q mnbt tlng ,buku learning cycleny d ol kn mksh……………

  12. pak q bingung mslh LC msk ndk d yng pnya ????????????????

  13. salam sejahtera Pak,,,
    saya lagi bingung mengenai metode total sampling. saya sedang meneliti tentang persepsi dan motivasi relawan PNPM-MP, dan responden adalah seluruh relawan. yang jadi pertanyaan saya, apakah masih perlu menggunakan uji statistik seperti chi square dan rank spearman untuk melihat hubungan antar variabel dalam penelitian saya? mohon penjelasannya pak, terima kasih banyak.

    wassalam

  14. pak,,,
    bgaimana cra melakukan survei dan merumuskan hipotesis tentang terlambat ke skola..

  15. terima kasih bapak yg baik untuk artikelnya…

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 308 pengikut lainnya.