METODE DEMONSTRASI DAN METODE EKSPERIMEN

METODE DEMONSTRASI DAN METODE EKSPERIMEN

Demonstrasi dan eksperimen merupakan metode mengajar yang sangat efektif dalam menolong siswa mencari jawaban atas pertanyaan seperti : Bagaimana cara membuatnya? Terdiri dari bahan apa ? Cara mana yang paling baik ? Bagaimana dapat diketahui kebenarannya ?
Dengan demonstrasi sebagai metode mengajar dimaksudkan bahwa seorang guru, orang luar yang sengaja rninta, atau siswa sekalipun memperlihatkan pada seluruh kelas suatu proses, misalnya bagaimana cara bekerjanya sebuah alat pencuci pakaian yang otomatis.
Dengan eksperimen dimaksudkan bahwa guru atau siswa mencoba mengerjakan sesuatu serta mengamati proses dan hasil proses itu. Dengan eksperimen kita bisa memperoleh jawaban tentang : Bagaimana kita tahu bahwa itu benar? Cara manakah yang merupakan cara terbaik ? Apakah yang akan terjadi ? Terjadi dari bahan apa ? Di dalam pelaksanaanya metode eksperimen dapat dirangkaikan dengan demonstrasi. Metode demonstrasi dan eksperimen wajar digunakan kalau siswa atau pengamat (observe) ingin mengetahui tentang :
/. Bagaimanakah proses pengaturannya?
Misalnya : a. Mengatur ruangan dalam penempatan alat-alaL hiasan dan Iain-lain untuk upacara adat. b. Dalam apel atau upacara militer bagai mana mengatur barisan agar tertib dan disiplin.
2. Bagaimana proses membuatnya ?
Misalnya mendemonstrasikan cara membuat reproduksi potret dari sebuah negatif. Dengan memperlihatkan proses atau langkah pertama akan lebih berarti daripada sekedar memberikan keterangan-keterangan lisan saja.
3. Bagaimana proses bekerjanya ?
Pada sebuah kursus montir mobil, guru menggunakan gambar-gambar bagaimana dari model dan dijelaskannya hubungan bagian alat yang saru dengan alat lainnya serta cara bagaimana bekerjanya mekanisme alat-alat itu. Kemudian alat sebenarnya diperlihatkan kepada murid, dan siswa diberikan kesempatan mengamat-amati alat-alat itu.
4. Bagaimana proses mengerjakannya atau menggunakannya?
Dalam latihan menggunakan senjata, instreuktor bermaksud mengajarkan cara menggunakan senjata. Siswa-siswa berkumpul dan melihat bagaimana instruktor men¬demonstrasikan penggunaan senjata, dengan melakukan berbagai tindakan pengamanan.
5. Terdiri dari apa ?
Untuk mengetahui sesuatu benda atau alat-alat yang terdiri dari beberapa bahan, lebih baik jika siswa meneliti dari beberapa bahan, lebih baik jika siswa meneliti bagian bagian atau bahan-bahan yang dijadikan bahan campuran itu. Misalnya siswa SKP dalam pelajaran memasak, atau calon-calon asisten farmasi dalam mengaiialisa sebuah obat.
6. Cara manakah yang lebih baik ?
Dalam latihan praktis loncat dari truk yang sedang berjalan instruktor mendemonstrasikan cara-cara yang baik dan yang buruk, misalnya melompat dalam posisi menghadap truk dan melompat membelakangi truk, atau para pelajar ingin mengetahui cara-cara penanaman jagung yang baik dengan mempergunakan dua cara perawatan.
7. Bagaimana kita mengetahui kebenarannya ?
Siswa SMP dalam pelajaran Ilmu Alam mengetahui bahwa udara terdiri atas + 25 % zat asam. Untuk membuktikan teori ini guru mengambil lilin, gelas dan piring yang berisi cair berwarna. Lilin dinyalakan pada piring yang berisi air kemudian ditutup oleh gelas; ternyata lilin padam dan air naik ke dalam gelas + 1/5 gelas. Dengan cara ini maka guru telah mendemonstrasikan sesuatu pembuktian akan kebenaran sesuatu prinsip dan cara ini juga akan mempertinggi minat dan perhatian siswa

Keuntungan Metode Demontrasi
Perhatian siswa dapat dipusatkan kepada hal-hal yang dianggap penting oleh guru sehingga hal-hal yang penting dapat diamati seperlunya. Perhatian siswa lebih mudah dipusatkan pada proses belajar dan tidak tertuju pada hal-hal lain.
1. Dapat mengurangi kesalahan-kesalahan jika dibandingkan dengan hanya membaca di dalam buku, karena siswa telah memperoleh gambaran yang jelas dari hasil pengamatannya.
2. Kalau siswa turut aktif bereksperimen, maka siswa akan memperoleh pengalaman-pengalaman praktek untuk mengembangkan kecakapannya dan memperoleh pengakuan dan penghargaan dari teman-teman dan gurunya.
3. Beberapa masalah yang menimbulkan pertanyaan pada diri siswa dapat dijawab pada waktu mengamati proses, demonstrasi/eksperimen.
Bagaimanakah guru dapat merencanakan demonstrasi
1. Merumuskan tujuan yang jelas dari sudut kecakapan yang diharapkan dapat dicapai atau dilaksanakan oleh siswa itu sendiri bahwa demontrasi itu berakhir.
a. Mempertimbangkan apakah metode itu wajar dipergunakan dan merupakan metode yang paling efektif untuk mencapai tujuan yang telah diinginkan
b. Apakah alat-alat yang diperlukan untuk demonstrasi itu bisa di dapat dengan mudah, dan apakah alat-alat itu sudah dicoba terlebih dahulu supaya pada waktu dilakukan demonstrasi tidak gagal.
c. Apakah jumlah siswa memung1-inkan diadakan demonstra si dengan jelas ?
2. Menetapkan garis langkah-langkah demonstrasi yang akan dilaksanakan. Dan sebaiknya sebelum didemonstrasikan dilakukan, oleh guru sudah dicoba terlebih dahulu supaya tidak gagal pada waktunya.
3. Memperhitungkan waktu yang dibutuhkan. Apakah tersedia waktu untuk memberikar. kesempatan siswa memajukan pertanyaan-pertanyaan dan komentar selama dan sesudah demonstrasi. Menyiapkan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa untuk merangsang observasi.
4. Selama demonstrasi berlangsung kita bertanya pada diri sendiri apakah
a. Keterangan-keterangan itu dapat didengar dengan jelas oleh siswa.
b. Alat itu telah ditempatkan pada posisi yang baik. sehingga setiap siswa dapat melihat dengan jelas.
c. Telah disarankan kepada siswa untuk membuat catatan-catatan seperlunya dengan waktu secukupnya.
5. Menetapkan rencana untuk menilai kemajuan siswa. Seringkali perlu terlebih dahulu diadakan diskusi-diskusi dan siswa mencoba lagi demonstrasi dan eksperimen agar memperoleh kecakapan yang lebih baik
Beberapa keuntungan dan batas-batas metode Eksperimen
1. Siswa dapat aktif mengambil bagian berbuat untuk dirinya sendiri. Murid tidak hanya melihat seseorang menyelesaikan sesuatu eksperimen tetapi juga dengan berbuat ia memperoleh kepandaian-kepandaian yang diperlukan.
2. Siswa mendapat kesempatan *yang sebesar-besarnya untuk melaksanakan langkah langakah dalam cara-cara berpikir ilmiah. Ramalan-ramalan atau hipotesis-hipotesis dapat diuji kebenarannya dengan mengumpulkan data-data hasil observasi, kemudian menafsirkannya dan terakhir siswa membuat kesimpulan-keimpulan dari hasil observasi tersebut
Fase pemberian tugas yang wajar
1. Tujuan yang jelas
Agar hasil belajar siswa memuaskan, guru perlu merumuskan tujuan yang jelas yang hendaknya dicapai oleh siswa. Sifat tujuan-tujuna itu adalah sebagai berikut:
a. Merangsang agar siswa berusaha lebih baik memupuk inisiatif, bertanggung jawab dan berdiri sendiri.
b. Membawa kegiatan-kegiatan sekolah yang berharga kepada minat siswa yang masih terluang. Waktu-waktu luang bagi siswa agar dapat digunakan lebih konstruktif.
c. Memperkaya pengalaman-pengalaman sekolah dengan memulai kegiatan-kegiatan di luar kelas.
d. Memperkuat hasil belajar di sekolah dengan menyelenggarakan latihan-latihan yang perlu, integrasi dan penggunaanya.
2. Petunjuk-petunjuk yang jelas.
Tugas yang harus dilakukan oleh siswa perlu jelas. Ini berarti bahwa guru, dalam memberikan tugas, harus menjelaskan aspek-aspek yang perlu dipelajari oleh para siswa, agar para siswa tidak merasa bingung apa yang harus mereka pelajari dan segi-segi mana yang harus dipentingkan. Jika aspek-aspek yang diperhatikan sudah jelas, maka perhatian siswa pada waktu belajar akan dipusatkan pada aspek-aspek yang dipentingkan itu.
Keuntungan Metode ini
• Pengetahuan yang belajar diperoleh dari hasil belajar, hasil eksperimen atau menyelidiki yang banyak berhubungan dengan minat mereka dan yang mereka rasakan berguna untuk hidup mereka dan ini akan lebih lama dapat diingat.
• Siswa berkesempatan memupuk perkembangan dan keberanian mengambil inisiatif, bertanggung jawab dan berdiri sendiri
Kelemahannya
• Seringkali siswa melakukan penipuan, siswa hanya meniru atau menyalin hasil pekerjaan dari orang lain, tanpa mengalami peristiwa belajar. Adakalanya tugas itu dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan
• Kalau tugas terlalu sering diberikan, terlebih jika tugas-tugas itu sukar dilaksanakan oleh siswa, ketenangan mental mereka dapat terpengaruh.
• Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individual.
Tahap belajar
Dalam tahap belajar, guru belajar (melaksanakan tugas) sesuai dengan tujuan dan petunjuk-petunjuk dari guru. Tahap resitasi adalah tahap siswa mempertanggungjawabkan hasil belajarnya. Bentuk-bentuk resitasi harus disesuaikan dengan tujuan pemberian tugas

About these ads

11 Tanggapan

  1. teruslah menulis dan berbagi ilmu salam kenal dari asahannews

  2. pengunaan metode itu baik apabila saran dan prasarana sekolah ada dan terpenuhi dengan baik tapi seorang guru harus bisa menciptaka metode-metode lain sehingga metode di Indonesia tidak hanya itu dan monoton saja dan nantinya bisa menjadi negara yang mempunyai SDM yang tinggi.

  3. lumayan lengkap juga tapi ada yang satu sangat saya butuhkan tapi tidak ada pada penjelasan di atas T_T
    padahal saya butuh sekali untuk membuat RPP untuk penelitian skripsi saya, yaitu nuansa apa saja yang terjadi saat pembelajaran demonstrasi diterapkan
    kalo seumpamanya saja ada tolong ditambahkan,thx b4

  4. Thanks’s a lot

  5. Pak, sehubungan dengan metode eksperimen ada yang mau sy tanyakan, bisa tolong diberikan keterangan mengenai weak eksperimental? sy membutuhkan keterangan mengenai metode ini untuk skripsi sy. terimakasih banyak.

  6. kenapa tidak ada kesimpulannya

  7. Ass. War. Wab.
    Pak Makasih Banyak Atas tulisannya…

  8. trimaksih atas tlisanx…..ini sngat mmbantu dalam pnyelesaian mkalah saya….

  9. mkash atas tulisannya y pak………

  10. aku amu cari judul proposal PTK MENGENAI MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI TATA SURYA MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN.

  11. trims banget pak

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 309 pengikut lainnya.