Antara Kurikulum, Pengajaran dan Buku Teks

Antara Kurikulum, Pengajaran dan Buku Teks

Kita tentunya telah mengetahui, bahwa kurikulum menunjukkan semua pengalaman belajar siswa di sekolah. Atas dasar pandangan tersebut, diperoleh kesan bahwa sekolah dapat dipandang sebagai miniatur masyarakat, karena di dalam lingkungan sekolah murid mempelajari segi-segi kehidupan sosial, seperti norma-norma, nilai-nilai, adat istiadat, gotong-royong atau kerja sama, dan sebagainya. Semua ini mirip dengan apa yang terjadi di lingkungan masyarakat. Dengan demikian proses pendidikan dapat diarahkan kepada pembentukan pribadi anak secara utuh, dan ini dicapai meialui kurikulum sekolah.
Dari kajian di atas ternyata pengertian kurikulum itu sangat luas; yakni pengalaman belajar murid. Keluasan ini pada akhirnya dapat membingungkan para guru dalam mengembangkan kurikulum, sehingga akan menyulitkan dalam perencanaan pengajarannya.
HildaTaba mencoba memandang kurikulum dari sisi lain. Dia menganggap bahwa suatu kurikulum biasanya terdiri atas tujuan, isi, pola belajar-mengajar, dan evaluasi. Pandangan Taba tentang kurikulum yang lebih fungsional ini diikuti oleh tokoh-tokoh lain, diantaranya adalah Ralph W. Tyler. Menurut Tyler, ada beberapa pertanyaan yang perlu dijawab dalam proses pengembangan kurikulum dan pengajaran, yaitu:

1) Tujuan apa yang ingin dicapai?
2) Pengalaman belajar apa yang perlu disiapkan untuk mencapai tujuan?
3) Bagaimana pengalaman belajar itu diorganisasikan secara efektif?
4) Bagaimana menentukan keberhasilan pencapaian tujuan?
Jika kita mengikuti pandangan Tyler di atas maka pengajaran tidak terbatas hanya pada proses pengajaran terhadap satu bahan tertentu saja, melainkan dapat pula diterapkan dalam pengajaran untuk satu bidang studi atau pengajaran di suatu sekolah. Demikian pula kurikulum, dapat dikembangkan untuk kurikulum suatu sekolah, kurikulum bidang studi atau pun kurikulum untuk suatu bahan pelajaran tertentu.
Atas dasar pandangan tersebut, kita sebagai guru dapat mengembangkan kurikulum untuk berbagai tujuan. Namun satu hal perlu dijadikan dasar dalam pengembangan kurikulum, yaitu bahwa semua keputusan yang dibuat haruslah mempunyai landasan berpijak yang kokoh. Ini dimaksudkan agar kurikulum yangdibuat dapat menuntun murid mencapai tujuan jangkapendek yang dapat dijadikan alat untuk mencapai tujuan pendidikan jangka panjang itu.

Komponen-komponen Kurikulum yaitu:
1) Komponen tujuan
2) Komponen isi
3) Komponen metode proses belajar-mengajar
4) Komponen evaluasi atau penilaian
Komponen Tujuan, yaitu arah atau sasaran yang hendak dituju oleh proses penyelenggaraan pendidikan. Dalam setiap kegiatan sepatutnya mempuny ai tujuan, karena tujuan menuntun kepada apa yang hendak dicapai, atau sebagai gambaran tentang hasil akhir dan suatu kegiatan..
Isi Kurikulum, yaitu pengalaman belajar yang diperoleh murid dari sekolah. Dalam hal ini murid melakukan berbagai kegiatan dalam rangka memperoleh pengalaman belajar tersebut. Pengalaman-pengalaman ini dirancang dan diorganisasikan sedemikian rupa sehingga apa yang diperoleh murid sesuai dengan tujuan.
Ada beberapa kendala yang sering menyebabkan kegagalan dalam pelaksanaan kurikulum di sekolah, yakni guru dalam proses belajar mengajar hanya menyampaikan materi yang bersifat fakta, tidak bersifat prinsipal. Misalnya dalam pelajaran matematika, murid hanya belajar tentang langkah-langkah memecahkan soal. Sedangkan prinsip umum yangberlaku bagi sesuatu bahan tidak diberikan. Alangkah baiknya jika kepada murid diberikan prinsip umum. Dengan prinsip umum ini murid diajari untuk memecahkan berbagai persoalan.
Memang tidak mudah untuk menentukan mana yang prinsip, mana yang bersifat fakta. Untuk itu dalam menentukan isi kurikulum diperlukan keahlian seseorang dalam sesuatu bidang atau mata pelajaran tertentu. Dengan keahlian itulah dapat dikaji struktur bahan yang menjadi isi kurikulum. Dalam hal ini tentunya diperlukan seorang guru yang berkompetensi.
Metode atau Proses Belajar Mengajar yaitu cara murid memperoleh pengalaman belajar untuk mencapai tujuan. Metode kurikulum berkenaan dengan proses pencapaian tujuan sedangkan proses itu sendiri bertalian dengan bagaimana pengalaman belajar atau isi kurikulum diorganisasikan. Setiap bentuk yangdigunakan membawadampak terhadap proses memperoleh pengalaman yang dilaksanakan. Untuk itu perlu ada kriteria pola organisasi kurikulum yang efektif.
Kriteria dalam merumuskan organisasi kurikulum yang efektif menurut Tyler adalah:
1) Berkesinambungan (continuity)
2) Berurutan (sequence)
3) Keterpaduan (integration)

1) Berkesinambungan, yaitu adanya pengulangan kembali unsur-unsur utama kurikulum secara vertikal. Sebagai contoh, jika dalam pelajaran Bahasa pengembangan keterampilan membaca dipandangsebagai sesuatu yang sangat penting, maka latihan membaca perlu dilakukan secara terus menerus atau berkesinambungan. Dengan demikian keterampilan murid dalam membaca dapat berkembang secara efektif melalui pelajaran di sekolah.
Berurutan, yaitu isi kurikulum diorganisasi dengan cara mengurutkan bahan pelajaran sesuai dengan tingkat kedalaman atau keluasan yang dimiliki. Sebagai contoh, keterampilan membaca dengan adanya kurikulum resmi seorang guru diharapkan dapat merumuskan bahan sesuai dengan apa yangtelah diprogramkan. Dengan demikian, fungsi kurikulum ialah sebagai pedoman bagi guru dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari di sekolah.
Kurikulum dan Buku Teks
Bagi para guru yang setiap hari berkecimpung dalam dunia pendidikan dan pengajaran, akan terasa benar betapa erat hubungan antara kurikulum dengan buku teks atau buku pelajaran. Begitu eratnya, terasa hubungan itu saling menunjang antara satu dengan yang lain.
Ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa kurikulum lebih dahulu daripada buku teks. Dan buku dianggap sebagai sarana penunjang bagi kurikulum tersebut. Walaupun begitu, tidaklah tertutup samasekali bahwa kurikulum tahirberdasarkan adanya buku yang dianggap relatif baik untuk dituruti dan diprogramkan dengan bersistem. Pada hakikafnya, kurikulum adalah alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Sedangkan buku teks adalah sarana belajar yangbiasa digunakan di sekolah-sekolah untuk menunjangsuatu program pengajaran. Dengan demikian, antara kurikulum dan buku teks keberadaannya selalu berdekatan dan berkaitan. Atau dengan perkataan lain, kurikulum itu ibarat resep masakan dan buku teks adalah bahan-bahan yang dilakukan untuk mengolah masakan tersebut. Dalam hal ini pengolahan atau juru masaknya adalah guru.

Cara Mengembangkan Kurikulum
Setelah kita mengetahui tentang konsep dan kedudukan kurikulum dalam pendidikan yang telah diuraikan secara luas, maka sekarang kita menginjak pada langkah-langkah atau cara mengembangkan kurikulum. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut:
1) Menentukan tujuan. Rumusan tujuan dibuat berdasarkan analisis terhadap berbagai tuntutan, kebutuhan dan harapan. Oleh karena itu, tujuan dibuat dengan mempcrtimbangkan faktor-faktor kebutuhan masyarakat, maupun murid, seperti kebutuhan masyarakat dan murid di daerah pedesaan.
2) Menentukan isi. Isi kurikulum merupakan materi yang akan diberikan kepada murid selama mengikuti proses pendidikan atau proses belajar-mengajar. Materi ini dapat berupa mata-mata pelajaran ataupun masalah-masalah yang berhubungan dengan kehidupan, yang perlu dipelajari untuk mencapai tujuan.

3) Merumuskan kegiatan belajar-mengajar. Hal ini mencakup penentuan metode dan keseluruhan proses belajar-mengajar yang diperlukan untuk mencapai tujuan.

4) Mengadakan evaluasi. Evaluasi banyak bergantung kepada tujuan yang hendak dicapai. Hal ini sangat penting dalarn rangka menghasilkan balikan (feedback) untukmengadakan perbaikan. Oleh karena itu, evaluasi harus dilakukan terus-menerus, baik terhadap hasil maupun proses belajar.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 298 pengikut lainnya.