Teori-Teori Umum tentang Perilaku Menyimpang

Teori-Teori Umum tentang Perilaku Menyimpang

Teori-teori umum tentang penyimpangan berusaha menjelaskan semua contoh penyimpangan sebanyak mungkin dalam bentuk apapun (misalnya kejahatan, gangguan mental, bunuh diri dan lain-lain). Berdasarkan perspektifnya penyimpangan ini dapat digolongkan dalam dua teori utama. Perpektif patologi sosial menyamakan masyarakat dengan suatu organisme biologis dan penyimpangan disamakan dengan kesakitan atau patologi dalam organisme itu, berlawanan dengan model pemikiran medis dari para psikolog dan psikiatris. Perspektif disorganisasi sosial memberikan pengertian pemyimpangan sebagai kegagalan fungsi lembaga-lembaga komunitas lokal. Masing-masing pandangan ini penting bagi tahap perkembangan teoritis dalam mengkaji penyimpangan.


Teori-Teori Sosiologi tentang Perilaku Menyimpang

Teori anomi adalah teori struktural tentang penyimpangan yang paling penting selama lebih dari lima puluh tahun. Teori anomi menempatkan ketidakseimbangan nilai dan norma dalam masyarakat sebagai penyebab penyimpangan, di mana tujuan-tujuan budaya lebih ditekankan dari pada cara-cara yang tersedia untuk mencapai tujuan-tujuan budaya itu. Individu dan kelompok dalam masyarakat seperti itu harus menyesuaikan diri dan beberapa bentuk penyesuaian diri itu bisa jadi sebuah penyimpangan. Sebagian besar orang menganut norma-norma masyarakat dalam waktu yang lama, sementara orang atau kelompok lainnya melakukan penyimpangan. Kelompok yang mengalami lebih banyak ketegangan karena ketidakseimbangan ini (misalnya orang-orang kelas bawah) lebih cenderung mengadaptasi penyimpangan daripada kelompok lainnya.

Teori sosiologi atau teori belajar memandang penyimpangan muncul dari konflik normatif di mana individu dan kelompok belajar norma-norma yang membolehkan penyimpangan dalam keadaan tertentu. Pembelajaran itu mungkin tidak kentara, misalnya saat orang belajar bahwa penyimpangan tidak mendapat hukuman. Tetapi pembelajaran itu bisa juga termasuk mangadopsi norma-norma dan nilai-nilai yang menetapkan penyimpangan diinginkan atau dibolehkan dalam keadaan tertentu. Teori Differential Association oleh Sutherland adalah teori belajar tentang penyimpangan yang paling terkenal. Walaupun teori ini dimaksudkan memberikan penjelasan umum tentang kejahatan, dapat juga diaplikasikan dalam bentuk-bentuk penyimpangan lainnya. Sebenarnya setiap teori sosiologis tentang penyimpangan mempunyai asumsi bahwa individu disosialisasikan untuk menjadi anggota kelompok atau masyarakat secara umum. Sebagian teori lebih menekankan proses belajar ini daripada teori lainnya, seperti beberapa teori yang akan dibahas pada Bab berikutnya.


Teori Labeling

Teori-teori umum tentang penyimpangan mencoba menjelaskan semua bentuk penyimpangan. Tetapi teori-teori terbatas lebih mempunyai lingkup penjelasan yang terbatas. Beberapa teori terbatas adalah untuk jenis penyimpangan tertentu saja, atau untuk bentuk substantif penyimpangan tertentu (seperti alkoholisme dan bunuh diri), atau dibatasi untuk menjelaskan tindakan menyimpang bukan perilaku menyimpang. Dalam bab ini perpektif-perpektif labeling, kontrol dan konflik adalah contoh-contoh teori-teori terbatas yang didiskusikan.

Perspektif labeling mengetengahkan pendekatan interaksionisme dengan berkonsentrasi pada konsekuensi interaksi antara penyimpang dengan agen kontrol sosial. Teori ini memperkirakan bahwa pelaksanaan kontrol sosial menyebabkan penyimpangan, sebab pelaksanaan kontrol sosial tersebut mendorong orang masuk ke dalam peran penyimpang. Ditutupnya peran konvensional bagi seseorang dengan pemberian stigma dan label, menyebabkan orang tersebut dapat menjadi penyimpang sekunder, khususnya dalam mempertahankan diri dari pemberian label. Untuk masuk kembali ke dalam peran sosial konvensional yang tidak menyimpang adalah berbahaya dan individu merasa teralienasi. Menurut teori labeling, pemberian sanksi dan label yang dimaksudkan untuk mengontrol penyimpangan malah menghasilkan sebaliknya.


Teori Kontrol

Perspektif kontrol adalah perspektif yang terbatas untuk penjelasan delinkuensi dan kejahatan. Teori ini meletakkan penyebab kejahatan pada lemahnya ikatan individu atau ikatan sosial dengan masyarakat, atau macetnya integrasi sosial. Kelompk-kelompok yang lemah ikatan sosialnya (misalnya kelas bawah) cenderung melanggar hukum karena merasa sedikit terikat dengan peraturan konvensional. Jika seseorang merasa dekat dengan kelompok konvensional, sedikit sekali kecenderungan menyimpang dari aturan-aturan kelompoknya. Tapi jika ada jarak sosial sebagai hasil dari putusnya ikatan, seseorang merasa lebih bebas untuk menyimpang.


Teori Konflik

Teori konflik adalah pendekatan terhadap penyimpangan yang paling banyak diaplikasikan kepada kejahatan, walaupun banyak juga digunakan dalam bentuk-bentuk penyimpangan lainnya. Ia adalah teori penjelasan norma, peraturan dan hukum daripada penjelasan perilaku yang dianggap melanggar peraturan. Peraturan datang dari individu dan kelompok yang mempunyai kekuasaan yang mempengaruhi dan memotong kebijakan publik melalui hukum. Kelompok-kelompok elit menggunakan pengaruhnya terhadap isi hukum dan proses pelaksanaan sistem peradilan pidana. Norma sosial lainnya mengikuti pola berikut ini. Beberapa kelompok yang sangat berkuasa membuat norma mereka menjadi dominan, misalnya norma yang menganjurkan hubungan heteroseksual, tidak kecanduan minuman keras, menghindari bunuh diri karena alasan moral dan agama.

Homoseksualitas menyangkut orientasi dan perilaku seksual. Perilaku homoseksual adalah hubungan seks antara orang yang berjenis kelamin sama. Orientasi homoseksual adalah sikap atau perasaan ketertarikan seseorang pada orang lain dengan jenis kelamin yang sama untuk tujuan kepuasan seksual. Lebih banyak perilaku homoseksual dibandingkan orang yang memiliki orientasi homoseksual. Norma dan aturan hukum yang melarang homoseksualitas dianggap kuno, di mana opini masyarakat akhir-akhir ini lebih bisa menerima homoseksualitas.

Perkembangan suatu orientasi homoseksualitas terjadi dalam konteks biologis. Tetapi makna sesungguhnya dari orientasi tersebut berada dalam proses sosialisasi seksual dan penerimaan serta indentifikasi peran seks. Sosialisasi seksual adalah suatu proses yang kompleks yang dimulai dari belajar norma. Norma-norma seksual mengidentivikasi objek seksual, waktu, tempat dan situasi. Banyak kombinasi yang mungkin dapat terjadi dan termasuk terjadinya kesalahan dalam sosialisasi. Preferensi seksual terbentuk saat masa remaja, walaupun banyak juga para homoseksual yang menjadi homoseksual di usia yang lebih tua. Penerimaan identifas homoseksual terjadi setelah suatu proses peningkatan aktivitas homoseksual dan partisipasi dalam suatu subkebudayaan homoseksual atau komunikasi homoseksual. Secara sosiologis, seorang homoseksual adalah orang yang memiliki identitas homoseksual.


Homoseksualitas Perempuan (Lesbianisme)

Lesbianisme, sama dengan homoseksual pada laki-laki, terjadi melalui penerimaan orientasi seksual lesbian. Lesbian lebih cenderung membangun orientasi seksualnya dalam konteks hubungan pertemanan dengan perempuan lainnya. Hubungan seks antara lesbian, terjadi dalam konteks berjalannya hubungan sosial dengan perempuan lain. Hubungan antara para lesbian umumnya berlangsung dalam jangka waktu lama, bukan berarti para homoseks tidak membangun hubungan seperti ini. Namun lesbian lebih cenderung selektif dalam memilih pasangan seks dan tidak banyak terlibat dalam subkebudayaan lesbian. Karena lesbianisme ini lebih bersifat pribadi dan rahasia, para lesbian tidak banyak mendapat ancaman dari stigma sosial atau hukum. Perilaku dan orientasi seksual mereka tidak begitu nyata bagi orang lain. Dan karena alasan ini, para lesbian tidak banyak membutuhkan dukungan suasana subkebudayaan lesbian.

Baca Tulisan Lain

Nilai Informasi bagi Pengambil Keputusan>>> Lihat

Sistem Informasi dan Pengambilan Keputusan Bag 1>>> Lihat

Ruang Lingkup Fisik, Kimia, dan Biologi Lingkungan >>> Lihat

Justifikasi Pemungutan Pajak, Hukum Sanksi dan Hutang Pajak>>> Lihat

Pengertian Administrasi Perpajakan, Kepatuhan dan Pajak Internasioanal >>>Lihat

About these ads

43 Tanggapan

  1. judul skripsi

  2. penyimpangan itu tergantung konteks lingkungan sosialnya. jangan asal caplok teori dari luar, sementara budaya indonesia sangat plural.

  3. Maksih pak,, numpang ngopi buat tugas kuliah

  4. makasih yaaa
    tulisannya

  5. klo bleh tau.. teori ini dari mana ya? alias dari tokoh siapa?

  6. tolong bantuin cari judul dan fenomena skripsi donk????

    plizzzzzzzzzzzzzzz………………..

    mksh ^_^

  7. bagus juga tulisan ini,
    membantu saya dalam tugas kriminologi.
    sering2 yaw.. he..he..

  8. apa teori yang mendukung cuma segitu???
    thank’s

  9. wah…. wah pak, isi nya sma loeh kyk pljran sosiologi di cqul, jd nmbh2 lg nich bwut siap2 d tnyama guru. tHx ya pak. Nmpng copy sekalian. ^_^
    tHx mUch………..2x

  10. iya neh., q juga lagi butuh literatur tentang perilaku menyimpang buwat ngerjain tugasQ.,
    So that, q juga beloh dunk nmpang ngpy.,
    thanks Sir.,

  11. itu semua bagian dari grand theory sosiologi..
    lihat fungsional strukturak durkheim, teori anomie merton jg berawal dari situ, teori konflik mark, meski sebenarnya mark tidak terlalu jauh membahas perilaku menyimpang. juga perspektif labellingnya lemert..

    dalam melihat penyimpangan tergantung dari perspektif yang digunakan….
    thk.

  12. wuii,,
    Mkasih ya paK.
    tEorinYa sangaT MmbanTu saja
    daLam membanTu tugas saya…

  13. boleh minta data nyaaaa yah paa

  14. Dengan adanya teori perilaku menympang dapa membntu saya mengrjakan tgz sosio…

  15. bahan pembelajaran yang efisien.. :)

  16. bahan pembelajaran yang efisien :D

  17. Terima kasih atas infox…. n_n

  18. wah..mkci yah phak…dah nge-bantu plajar sesat ini..^-^V

  19. YEA,,,,,,,,,,,
    Q JD TAU TENTANG TEORI DALAM SOSIOLOGI

  20. YE,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
    mksh byk ats informasinya

  21. bentuk-bentuk penyimpangan tu pa ja??
    tRz teorinya siapa yaa…
    please bantuin…

    klo teorinya lemert kn ada dua bntk yaitu primer ma skunder, artinya tu pa??
    tengkyu..

  22. Waduh mkciH ya paq brkt bpaq aquh dpt ngrjain tgz di scul tntang pnympangan tpi paq ada gak teori penympangan yg lain slain yg da d bpaq?
    Thankz y paq

  23. bahasan cukup menarik dan saya puas pak…

  24. cool you i like it hhahhahhahha:D

  25. thnx pak. numpang copy untuk tugas sekolah. infonya bagus banget

  26. Mengapa ada perilaku menyimpang?
    Yg tau t0long jawab ya.

  27. Trimakasih yaCh pak…Z skrg sdhtau…Kn z menjd gpang ngerjain makalah z…
    ThaNk’S

  28. motip penyebab dngan prilaku menyimpang ini apha???
    keluarga atu ekonomi???
    truz.
    jka penyimpangan trjdi siapa yg yg hruz disalahkn???
    keluaga???
    lingkungan???
    media???
    atau diri sendiri???

  29. kug gag ada daftar pustakanya??

  30. numpng kopi tlisan nya ya….ngebntu bget bt tgs kul…:)

  31. hi. selamat pagi……boleh radi minta bahan asli dari teori-teori perilaku menyimpang ini???????????

  32. boleh tau teori anatomi itu dari buku apa dan halaman berapa serta siapa penemu teori tersebut..thx before

  33. GAK JELAS

  34. aku ngga ngerti…maklum bukan jurusan….

  35. Numpang copyy yah..

    Np : yang punyaa :)

  36. Data2 kurang lengkap

  37. tori kopelik budaya.
    ini terjadi bilamana sesuatu masarakat terdapat sejumlah kebudayaan kehusus (etinik ,agama ,kebangsan ,dan kedaerahan) maka haltersebut meguragi kmukinan timbulya kesepakatan nilai (value consensus)

  38. punya buku yang membahas tentang pembunuhan/ bunuh diri ga ? kalau punya penerbitnya siapa ?

  39. tidak sesuai jurusan sob. ckckck -__-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 297 pengikut lainnya.