Teori Produksi pada Pertanian

Teori Produksi pada Pertanian

Produksi dengan Satu Variabel Input

Dalam suatu proses produksi digunakan berbagai jenis input yang dapat dibedakan atas input variabel dan input tetap. Input variabel adalah input yang tingkat penggunaannya berpengaruh secara langsung terhadap produksi. Sedangkan, input tetap adalah input yang penggunaannya tidak langsung berpengaruh terhadap produksi dalam jangka pendek.

Konsep dari fungsi produksi didefinisikan sebagai skedul atau persamaan matematika yang menunjukkan kuantitas maksimum output yang dapat dihasilkan dari serangkaian input. Dalam pengertiannya yang paling umum.

Produk Fisik rata-rata (APP) adalah total produk fisik dibagi dengan kuantitas input variabel yang digunakan untuk membuat produk tersebut.

Produk Fisik Marjinal (MPP) adalah perubahan total produksi (nilai absolut) akibat penambahan atau pengurangan input variabel sebanyak satu unit.

Definisi formal dari hukum hasil/produk fisik yang terus berkurang adalah bila semua input, kecuali satu konstan maka penambahan jumlah unit input secara bertahap sampai batas tertentu akan menurunkan tingkat (persentase) kenaikan/pertambahan produk; atau dalam kalimat lain, mulai batas tertentu, produk fisik marjinal yang disebabkan input variabel tadi akan berkurang.

Elastisitas produksi adalah konsep untuk mengukur tingkat perubahan dari output akibat dari penggunaan input.

Salah satu asumsi dasar dalam teori ekonomi produksi adalah setiap produsen berusaha memaksimumkan keuntungan. Upaya maksimisasi keuntungan tersebut dilakukan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk jangka panjang, upaya tersebut dilakukan misalnya dengan menerapkan teknologi baru yang mampu menekan biaya produksi sehingga keuntungan per unit produksi meningkat. Sedangkan, dalam jangka pendek, upaya maksimisasi keuntungan dilakukan dengan mengatur pengalokasian banyaknya penggunaan setiap jenis input variabel yang dipakai dalam proses produksi.

Analisis skala usaha merupakan suatu analisis produksi guna melihat kemungkinan perluasan usaha dalam suatu proses produksi. Kondisi skala usaha pada kegiatan usaha tani akan berbeda menurut jenis komoditi yang diusahakan. Perbedaan tersebut dapat terjadi karena adanya perbedaan hubungan antara input dan output pada setiap komoditi yang diusahakan.

Dalam suatu proses produksi, perluasan skala usaha pada hakikatnya merupakan suatu upaya maksimisasi keuntungan dalam jangka panjang. Dengan perluasan skala usaha, rata-rata komponen biaya input tetap per unit output menurun sehingga keuntungan produsen meningkat. Namun, tidak selamanya perluasan skala usaha akan menurunkan biaya produksi. Sampai suatu batas tertentu, perluasan skala usaha justru dapat meningkatkan biaya produksi.


Produksi dengan Dua Variabel Input

Kombinasi penggunaan input variabel untuk memproduksi atau menghasilkan suatu output (produk) disebut sebagai isokuan. Semakin tinggi isokuan menunjukkan tingginya kuantitas output yang dihasilkan, sebaliknya isokuan yang rendah menunjukkan tingkat output yang rendah pula.

Daya substitusi marginal (marginal rate of technical substitution) dari penggunaan tenaga kerja (L) terhadap modal (K) menunjukkan jumlah dari pemakaian modal dalam satu unit yang memberikan kenaikan penggunaan tenaga kerja pada satu isokuan yang sama. Daya substitusi tersebut dinotasikan sebagai : MRTSLK adalah sama dengan MPL/MPK. Suatu isokuan pergerakannya menurun, sehingga MRTSLK adalah menurun.

Isokuan mempunyai karakterisasi yang sama dengan kurva indiferen. Kalau kurva indiferen menunjukkan kombinasi dari barang-barang konsumsi yang memberikan tingkat kepuasan yang sama, maka isokuan menunjukkan kombinasi dari faktor produksi yang memberikan produk yang sama.

Setelah membicarakan kombinasi input dari tingkat hasil output, maka bagaimana merumuskan kombinasi input paling optimal (artinya dengan biaya paling murah). Optimalisasi input harus terkait dengan perhitungan data biaya. Dengan melibatkan data harga dan pendapatan, kemudian ditarik sebuah garis anggaran (budget line), yang di sini disebut sebagai kurva isokos (isocost curve).

Seorang produsen akan tetap mempertahankan keseimbangan ketika ia memaksimumkan produknya pada total biaya yang konstan. Dengan kata lain, produsen berada dalam keseimbangannya ketika isokuan tertinggi tercapai pada isokos yang konstan.

Sumber Buku Ekonomi Pertanian Karya Ratya Anindita, dkk.

About these ads

Satu Tanggapan

  1. saya ingin bertanya, bagaimana tanggapan anda terkait Teori Produsen sebagai latar belakang maksimisasi laba perusahaan pada kejadian susu bermelamin yang terjadi di China beberapa waktu lalu dimana alasan untuk meningkatkan kadar protein akhirnya perusahaan melakukan tindakan pencampurkan susu murni dengan air agar faktor produksi yang dikeluarkan seminimal mungkin namun output yang dihasilkan maksimal, yaitu kadar protein yang “seolah-olah” tetap stabil dengan mencampurkan melamin pada susu tersebut.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 305 pengikut lainnya.