Analisis Kesalahan Diksi pada Karangan Siswa Bab 3

ANALISIS KESALAHAN DIKSI PADA KARANGAN

SISWA KELAS V SD NEGERI 035 PAMUSIAN

TAHUN PEMBELAJARAN 2007/2008

 

Oleh Yuliana

(Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Metode Penelit’an

Waluyo (1998:52) menyatakan metode adalah prosedur atau cara yang ditempuh dalam mencapai suatu tujuan. Suatu penelitian dapat berhasil dengan baik apabila penelitian tersebut direncanakan dengan baik. Salah satunya adalah penggunaan metode yang relevan agar dalam pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan program. Demikian pula untuk penggunaan metode harus disesuaikan dengan jenis penelitian yang dilaksanakan.

Metode pendekatan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Artinya, peneliti memberikan gambaran keadaan bahasa pada saat ini (Waluyo, 1998: 63). Penelitian deskriptif juga sering disebut penelitian struktural karena tujuannya adalah menemukan struktur tingkat kebahasaaan tertentu, seperti struktur wacana, struktur alenia, struktur kalimat, struktur frase.

B. Variabel Penelitian

Variabel merupakan unsur penting dalam pelaksanaan penelitian. Tanpa variabel, suatu penelitian tidak akan d’ipat dilaksanakan. Ada beberapa pendapat tentang pengertian variabel. Arikunto (2002: 9), menyatakan variabel adalah hal-hal yang menjadi objek penelitian, yang ditatap dalam suatu kegiatan penelitian, yang menunjukkan variasi baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Nasir (1988:

7), menyatakan variabel adalah konsep yang mempunyai variasi nilai, atau merapunyai lebih dari satu nilai, keadaan, kategori atau kondisi.

Penelitian yang penulis lakukan ini hanya memiliki 1 (satu) variabel, yaitu variabel bebas. Variabel dalam penelitian ini adalah kesalahan diksi pada karangan siswa kelas V SD Negeri 035 Pamusian tahun pembelajiran 2007/2008.

C. Tempat Penelitian dan Waktu Penelitian

1. Tempat Penelitian

Penelitian dilaksanakan di SDN 035 Pamusian, Tarakan Tengah yang beralamatkan Jalan P. Antasari RT 19 No 17 Pamusian.

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun pembelajaran 2007/2008 selama 3(tiga) bulan. Adapun tahap penelitian sebagai berikut:

a. Tahap Persiapan

Penulis membuat intrumen penelitian yaitu menyiapkan pilihan beberapa judul karangan (Menjaga Kebersihan Rumah, Gotong Royong, Bertamasyah, Liburan Sekolah).

b. Tahap Pelaksanaan Mengarang

Siswa membuat sebuah karangan sesuai dengan iudul yang pilih.

c. Tahap Pemberian Kode

Semua karangan diberi kode berupa angka untuk mempermudah dalam analisis, contort: 04/21 (nomor karangan 04 bans 21)

d. Tahap Penyelesaian

Tahap ini dimulai dan pengumpulan data, klasifikasi data, analisis data, dan penyajian hasil hasil analisis data. Pada tahap ini hasil penelitian sudah berbentuk skripsi.

D. Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling

Nasir (1988: 56) mengemukakan bahwa suatu populasi menunjukkan pada sekelompok subjek yang menjadi objek penelitian, baik dalam bentuk manusia maupun bukan manusia, seperti wilayah geografis, metode, waktu, hasil tes, kurikulum, gejala-gejala dan sebagainya.

Surakhman (1990: 84) menyatakan bahwa populasi adalah sejumlah subjek berupa benda atau manusia yang dapat digunakan sebagai sampel penelitian. Berdasarkan kedua pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa populasi adalah manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, benda-benda dan sebagainya. Sesuai dengan judul dan tujuan penelitian, populasi dalam penelitian ini adalah karangan siswa kelas V SON 035 Pamusian, Tarakan Tengah sebanyak 40 buah.

Sampel adalalah sejumlah penduduk yang jumlahnya k.urang dari populasi (Hadi, 2000: 221). Adapun populasi dalam penelitian ini berdasarkan pedoman yang diberikan Suharsimi Arikunto, bahwa apabila subjek kurang dari 100, lebih baik diambil semuanya karena penelitian ini penelitian populasi. Jadi, sampel dalam penelitian ini adalah karangan siswa “ebanyak 40 buah, dan dapat dikatakan sebagai penelitian populasi.

 

E. Data dan Sumber data

Data adalah keterangan yang benar dan ayata wujudnya. Data dalam penelitian ini adalah kalimat yang didalamnya terdapat penggunaan kata yang tidak tepat.

Sumber data penelitian ini adalah karangan siswa kelas V SDN 035 Pamusian Tarakan, berjumlah 40 buah karangan.

F. Teknik Pengumpulan Data

Teknik adalah cara yang digunakan menyelesaikan sesuatu kegiatan. Sedangkan data adalah keterangan atau bahan nyata yang dapat dijadikan bahan dasar kajian (KBBI, 2003: 1158). Jadi teknik pengumpulan data berarti suatu cara yang digunakan untuk mencari dan mendapatkan data yang sesuai dengan tujuan penelitian yang akan dicapai.

Setelah karangan siswa diperoleh, maka lanpkah selanjutnya adalah pemberian kode, kemudian menyimak atau membaca objek kajian berupa diksi dalam kalimat pada karangan siswa. Jadi secara sistimatis langkah yang di tempuh penulis setelah pemberian kode adalah: Teknik Simak dan Catat, yaitu: karangan siswa yang terdiri atas beberapa alenia dan beberapa kalimat serta sejumlah kata disimak secara teliti satu demi satu dan setahap demi setahap agar benar-benar diperoleh data kesalahan diksi yang faktual dan akurat. Oleh karena itu, dalam kegiatan menyimak ini dilakukan juga kegiatan mencatat sejumlah gejala dalam hal ini diksi yang ada untuk ditandai dalam posisi alenia berapa dan baris berapa, kesalahan diksi tersebut ditemukan. Setelah data dicatat, lalu diklasifikasikan berdasarkan jenis kesalahan pemilihan kata (diksi), seperti dalam tabei berikut:

 

label 3.1 Deskripsi Data

No

 

 

 

 

Kode

Data

Jenis Kesalahan

Urut

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

G. Teknik Analisis Data

Setelah data di klasifikasikaa berdasarkan jenis kesalahan diksi dan dilanjutkan dengan analisis. Metode analisis yang digunakan adalah:

1. Metode padan referensial dengan teknik hubung banding menyamakan. Metode ini digunakan untuk membandingkan pemakain diksi yang kurang tepat dengan diksi yang tepat.

Tabel 3.2 Deskripsi Diksi

No Data Seharusnya
     
     

 

2. Metode Agih dengan teknik ganti. Metode ini digunakan untuk menggantikan penggunaan diksi yang kurang tepat dengan diksi yang tepat. Contoh:

- Dia lupakan kenangan itu.

Penggunaan kata lupakan dalam kalimat tersebut kurang tepat seharusnya melupakan. Prefiks {meN-} seharusnya tidak dilesapkan karena dengan adanya pelesapan {meN-}, kata tersebut lebih cocok digunakan untuk kalimat imperatif.

- Lupakan kenangan itu ! Oleh karena itu, lupakan harus diganti melupakan.

About these ads

Satu Tanggapan

  1. analisis kesalahan diksi pada karangan siswa bab IV

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 308 pengikut lainnya.