Teknik-teknik Intervensi Sosial

TEKNIK-TEKNIK INTERVENSI SOSIAL 

Landasan Pemberian Pengaruh

Dalam intervensi sosial ungkapan memberi pengaruh kepada klien atau sistem klien tidak terlepas dari upaya melakukan perubahan yang berencana. Pemberian pengaruh sebagai suatu bentuk intervensi berupaya menciptakan suatu kondisi atau perkembangan yang ditujukan kepada seorang klien atau sistem. Melalui pengaruh itu diupayakan agar klien atau sistem termotivasi untuk bersedia berpartisipasi dalam usaha perubahan tersebut.

Agar dapat menciptakan situasi yang berpengaruh terhadap perubahan yang direncanakan, PI perlu memanfaatkan berbagai sumber untuk menciptakan situasi yang dimaksud. Terdapat berbagai hal yang dapat dijadikan landasan bagi PI dalam memberikan pengaruh yang efektif. Hal-hal tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:

Unsur yang dijadikan landasan

Uraian

1. Pengetahuan dan Keahlian/ Kepakaran a) Pengetahuan dan keahlian dalam relasi antar pribadi
b) Pengetahuan tentang proses perubahan berencana, dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi terhadap pencapaian sasaran perubahan.
c) Pengetahuan tentang tingkat-tingkat perkembangan pribadi manusia.
d) Pengetahuan tentang bidang permasalahan sosial.
e) Pengetahuan tentang model-model pengembangan dan sistem-sistem.
f) Pengetahuan tentang sumber dan sistem pelayanan masyarakat.
2. Sumber-sumber material dan pelayanan a) Sumber-sumber material dan pelayanan yang sudah dilembagakan sehingga dapat:

  • diklasifikasikan jenisnya,

  • dilakukan cara memperoleh sumber tersebut,

  • dikoordinasikan untuk memudahkan pelayanan rujukan dan mencegah duplikasi.

b) Terjalin relasi kelembagaan berbagai sumber pelayanan di masyarakat.
3. Kewenangan Ada kewenangan memberikan pengaruh yang diperoleh PI yang bersumber dari:

  • pendidikan profesional
  • jabatan formal dalam struktur organisasi
  • jabatan dengan fungsi kontrol
4. Status dan reputasi a) Status PI terkait dan ditentukan oleh kedudukan formalnya dalam sebuah organisasi
b) Reputasinya merupakan atribut pribadinya yang antara lain ditentukan oleh keberhasilan dirinya dalam menjalankan tugas-tugas profesional pada masa kini dan masa lampau.
c) Reputasinya juga terbawa oleh prestise lembaga di mana ia bekerja atau yang diwakilinya.
5. Kharisma dan daya tarik probadi a) Daya tarik pribadi PI bersumber pada atribut pribadinya seperti: kepribadiannya dan integritas sosial yang tinggi
b) Dalam kerja sama dengan pihak-pihak lain, ia berhasil untuk meningkatkan semangat kerja, dan kerja sama yang efektif untuk mencapai tujuan perubahan berencana.
6. Kontrol terhadap arus informasi a) Informasi yang lengkap dan akurat dapat mempengaruhi proses pengambilan keputusan.
b) Akses kepada orang-orang yang memegang kendali informasi memberikan kesempatan bagi PI untuk meneruskan pengaruhnya terhadap orang-orang atau lingkungan yang ada dalam pengaruh pengendali arus informasi tersebut.
7. Relasi-relasi yang sudah mapan a) Upaya mengadakan intervensi yakni melakukan perubahan berencana, ada kalanya tidak dapat ditangani sendiri oleh PI atau organisasi yang diwakilinya.
b) Dalam kehidupan organisasi dalam menjalankan intervensi seringkali diperlukan pendekatan kompre-hensif. Melalui relasi antar-lembaga yang sudah dijalin secara mapan, PI dengan mudah bekerja sama atau memanfaatkan sumber-sumber pelayanan dari pihak lain.

Proses Pemberian Pengaruh

  • Pemaksaan/Inducement, merupakan cara pemberian pengaruh dengan jalan memberikan hadiah jika sasaran memenuhi usaha pemberian pengaruh dan memberikan sanksi/hukuman jika sasaran tidak melaksanakannya.

  • Persuasi merupakan cara pemberian pengaruh yang lebih tertuju pada penerimaan sukarela dari sasaran perubahan terhadap usaha pemberian pengaruh yang dilakukan oleh PI. Penerimaan ini didasari pada keyakinan sasaran bahwa proses intervensi yang dilakukan adalah benar dan keahlian serta kualitas pelaksana intervensi sendiri tidak diragukan.

  • Penggunaan Relasi, merupakan cara yang bersumber pada hakikat dan kualitas antarpribadi di antara PI dengan sistem sasaran yang akan dipengaruhi. Penggunaan cara ini sangat dipengaruhi oleh karakteristik PI dalam pandangan sistem sasaran dan cara PI untuk mengatur dinamika antarpribadi dalam suatu relasi.

  • Penggunaan Lingkungan merupakan usaha pemberian pengaruh melalui suatu manipulasi lingkungan fisik yang mengacu pada atribut fisik dari tempat di mana orang berinteraksi dan sosial yang menunjuk pada komposisi sistem kegiatan yang digunakan.

KOMUNIKASI,. WAWANCARA DAN OBSERVASI

Komunikasi

  1. Komunikasi merupakan sarana dan juga proses untuk berbagi informasi dan pengetahuan. Komunikasi mempunyai banyak ciri antara lain sebagai berikut:

    1. terjadi bila ada dua pihak yang memiliki kepentingan bersama untuk saling berbagi informasi dan pengetahuan. (ii) dapat terjadi di mana saja dan kapan saja, di kereta api, dalam bus umum, di rumah makan, di sekolah, di tempat pemberhentian bus, atau di bawah pohon yang rindang. Komunikasi dapat berlangsung sepanjang hari, pagi, siang maupun malam. (iii) apa saja yang ingin dikomunikasikan dapat berbentuk verbal dan nonverbal. Yang verbal dapat disampaikan secara lisan ataupun tertulis, sedangkan yang nonverbal dapat dilakukan dengan isyarat, tingkah lagu, gerak-gerik badan (kinesik). Kecuali itu proksemiks, aspek statis dan fungsi dari KNV menjadi perhatian khusus seorang PS. (iv) pesan yang dikomunikasikan dan makna sebenarnya akan diterima secara utuh apabila kesan verbal dan nonverbal diintegrasikan oleh pihak-pihak yang berkomunikasi. (v) komunikasi tidak dibatasi oleh waktu, dan jarak asal disampaikan dalam “bahasa” yang dipahami kedua belah pihak.

  2. Keterampilan berkomunikasi penting artinya bagi seorang PS karena (i) komunikasi adalah sebuah proses berbagi informasi baru yang berdaya untuk mengubah perilakunya. (ii) PS diharapkan dapat menjadi pendengar yang baik atau yang responsif sewaktu berkomunikasi dengan kelayannya. (iii) Perlman mengemukakan perlunya seorang PS memahami social intelligence dari kelayannya, yang mencakup (a) kedalaman pemahaman kelayan terhadap masalahnya; (b) kemampuan berkomunikasi dengan pihak lain maupun pada diri sendiri; (c) kemampuan untuk memberikan perhatian pada masalah yang dihadapi kelayan. (iv) kemampuan untuk merangkum informasi secara sistematik dan menganalisisnya.

Wawancara

Dari pengertian wawancara dapat diperoleh gambaran sebagai berikut:

  1. Wawancara adalah sebuah komunikasi yang lebih terarah karena ada tujuan yang ingin dicapai pada akhir pertemuan komunikasi.

    1. Satu pihak menjadi pengambil inisiatif dan menentukan arah pembicaraan untuk memperoleh informasi. Pihak yang lain menjadi sumber informasi.

    2. Tujuan khusus dari wawancara yang dikaitkan dengan upaya melakukan intervensi sosial menentukan jenis wawancara, sehingga ada (i) wawancara informasional; (ii) wawancara diagnostik; dan (iii) wawancara terapiutik.

  2. Dalam wawancara seorang PS wajib memperhatikan dan merekam dua bentuk komunikasi yang verbal dan yang nonverbal karena dalam kenyataan ada hal-hal yang tidak diungkapkan secara verbal oleh kelayan, tetapi tertampilkan dalam bentuk nonverbal. Informasi yang tertampilkan itu murni dan bukan hasil rekayasa. Hasil rekaman keduanya memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai informasi yang disampaikan oleh kelayan.

  3. Terdapat keterampilan khusus yang harus dimiliki seorang pewawancara (termasuk PS), antara lain (i) keterampilan untuk menyusun kerangka wawancara beserta membuat pertanyaannya, (ii) memulai dan mengakhiri wawancara, (iii) merekam hasil pengamatannya terhadap komunikasi yang verbal, maupun yang non-verbal, (iv) menyusun laporan analitik yang akan menjadi bahan untuk menetapkan jenis bantuan yang dapat diberikan kepada kelayan.

Observasi

Dari pengertian observasi. dapat diperoleh gambaran berikut:

  1. Observasi atau pengamatan berkedudukan sama dengan komunikasi dan wawancara sebagai sarana pendukung dalam pengumpulan data dan informasi mengenai masalah kelayan yang dibantu untuk diselesaikannya. Penggunaan komunikasi wawancara dan observasi secara bersama-sama dan integratif memperkuat perolehan data dan informasi yang diperlukan.

  2. Ada dua macam pengamat yang partisipan dan yang nonpartisipan. Dalam penelitian sosial, pengamat partisipan dianggap dapat mengungkap permasalahan yang diteliti secara lebih baik karena ia menghayati permasalahan tersebut. Sebaliknya jika pengamat partisipan juga pengelola dan penanggung jawab kegiatan pihak yang diamati, hasil pengamatannya mungkin menjadi berbias.

  3. Pengamat nonpartisipan tidak terlibat secara emosional dengan yang diamati sehingga hasil pengamatannya dianggap lebih objektif.

  4. Agar diperoleh hasil pengamatan yang optimal dianjurkan agar pengamat menyusun instrumen pengamatan yang sesuai dengan tujuan pengamatan.


INTERVENSI SOSIAL PADA INDIVIDU

Pengertian dan Ruang Lingkup Tentang Individu

Individu merupakan bagian terkecil dari suatu kesatuan sosial dan tidak mungkin lagi dibagi menjadi bagian-bagian tertentu. Individu selalu berubah dan dalam perubahannya individu tersebut dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Perubahan diri individu ini berkembang disebabkan karena faktor biologik, sosial dan keunikan diri individu itu sendiri yang nantinya akan menjadi karakteristik khusus yang membedakan individu tersebut dengan individu lain.

Individu dalam Situasi Sosial

Hakikat dari situasi sosial adalah suatu hubungan interaksi antara individu satu dengan individu lainnya dalam upaya mencapai tujuan tertentu yang telah menjadi fokus utama dari masing-masing individu yang terlibat di dalam situasi itu sendiri dengan dibatasi oleh dimensi waktu, ruang, budaya dan proses.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pada dasarnya individu dalam segala aktivitas hidupnya selalu berada dalam situasi-situasi sosial, termasuk dalam upaya memenuhi kebutuhan hidup dan mencapai tujuan hidup lainnya. Dalam upaya memahami masalah, yang terpenting dalam pemahaman tentang situasi sosial adalah kemampuan kita untuk mengadakan assessment terhadap situasi sosial. Kita perlu membuat suatu penilaian situasional terhadap setiap masalah yang muncul.

Intervensi Sosial Pada Individu

Intervensi sosial pada individu digunakan apabila individu tersebut mengalami persoalan yang sulit dipecahkan sendiri dan dirasakan dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan dirinya di dalam berelasi. Pemberian bantuan intervensi sosial tersebut hanya dapat dilakukan oleh para profesional yang telah memiliki berbagai macam konsep bantuan yang memungkinkan digunakan untuk menyelesaikan masalah. Konsep bantuan tersebut dapat berupa pendekatan-pendekatan intervensi sosial yang antara lain adalah pendekatan perilaku, social casework, dan pendekatan ekologik.

INTERVENSI SOSIAL PADA KELOMPOK

Pengertian dan Ruang Lingkup Kelompok

Terbentuknya kelompok didasarkan oleh berbagai macam aspek. Secara universal terbentuknya kelompok disebabkan oleh adanya upaya manusia untuk selalu mempertahankan hidup secara biologis dan psikososial. Selain itu juga manusia mempunyai sifat alami yang tidak dapat memisahkan dirinya dengan orang lain, sehingga dikenal sebagai makhluk sosial. Manusia sangat bergantung pada orang lain. Ketergantungan tersebut sebagai alasan untuk memperoleh pengakuan dirinya secara pribadi maupun sosial.

Kelompok Dalam Situasi Krisis

Kelompok atau keluarga dalam proses perkembangannya tidak selamanya berlangsung secara normal, sehingga kelompok atau keluarga tersebut akan terlihat statis. Dinamika kelompok dapat terlihat dari kemampuan kelompok atau keluarga dalam menanggulangi krisis. Di sinilah letak dari kemampuan masing-masing individu dengan kematangan pribadi mampu mengembangkan mekanisme-mekanisme penanggulangan masalah. Apabila masing-masing individu tidak memiliki kemampuan atau mengalami kegagalan untuk mengatasi masalah, maka kondisi krisis dapat terjadi. Ketidakmampuan tersebut dapat terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara faktor psikologis, biologis dan integritas sosial.

Intervensi Sosial Pada Kelompok

    Intervensi sosial pada kelompok dilakukan melalui tahap-tahap intervensi yang didasarkan:

  1. pemahaman sosial (social assesment) terhadap kondisi krisis yang terjadi.

  2. pemahaman terhadap kemampuan penanggulangan masalah yang dimiliki atau yang biasa dijalankan oleh individu-individu (Coping mechanism).

  3. pemahaman terhadap sumber pencetus utama suatu masalah.

  4. pemahaman terhadap latar belakang kondisi krisis yang dapat saja terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara kondisi biologik, psikologik dan integrasi sosial.

  5. Pemahaman intervensi sosial bagi kelompok krisis dapat kita pahami dengan mengikuti paradigma Caplan. Paradigma Caplan menekankan pada kondisi keseimbangan dan kebutuhan yang dirasakan untuk memperbaiki keseimbangan.

INTERVENSI SOSIAL PADA TINGKAT KOMUNITAS

Komunikasi dan Permasalahannya

  1. Sejauh ini kita telah membahas dua hal penting yang perlu Anda ingat, yaitu pengertian komunitas, yang meliputi unsur-unsur adanya ikatan wilayah geografis tertentu, ikatan darah (kekerabatan); ada interakasi sosial sesama warganya, kepentingan yang relatif sama, bisa berdasarkan fungsi, pekerjaan, ada rasa seperasaan, sepenanggungan dan saling membutuhkan sesama mereka. Untuk hal-hal yang terakhir ini tidak selalu tinggal di wilayah yang sama.

  2. Sedangkan yang kedua mengenai masalah sosial pada komunitas. Masalah sosial itu sendiri, adalah situasi yang tidak dikehendaki dan mengganggu kehidupan warga komunitas atau yang lainnya. Bentuknya, bisa berupa penyimpangan perilaku sekelompok orang tertentu terhadap yang lain dalam komunitas itu, atau bisa juga berasal dari luar komunitas. Dengan gangguan itu, maka tugas-tugas kehidupan sosial komunitas menjadi terganggu atau komunitas tidak dapat berfungsi sebagaimana diharapkan.

  3. Penilaian terhadap masalah sosial itu dilakukan oleh mereka sendiri, dan bukan hanya oleh satu orang saja. Ukuran penilaian berdasarkan nilai-nilai yang dianut oleh komunitas itu sendiri, baik nilai agama, moral/etika dan sosial/budaya dan hukum.

  4. Karena masalah sosial itu mengganggu tugas-tugas kehidupan sosial, maka untuk itu perlu dilakukan intervensi sosial.

Prinsip-prinsip Dasar dan Proses Intervensi Sosial

Di sini ada 2 pokok bahasan, yakni pertama, pemahaman tentang intervensi sosial komunitas dan tujuannya, dan kedua, asumsi-asumsi dasar dan proses intervensi sosial komunitas.

Mengenai pengertian dan tujuan, yang paling penting untuk diingat adalah bahwa ISK bukanlah sesuatu yang statis, akan tetapi dinamis, karena merupakan suatu proses tindakan untuk mempertemukan sumber-sumber daya dengan kebutuhan-kebutuhan dan tujuan-tujuan komunitas. Sumber-sumber daya itu dapat berupa kekayaan alam atau hasil-hasil bumi, budaya masyarakat, kepemimpinan dan tokoh-tokoh masyarakat ataupun pelayanan-pelayanan sosial.

ISK juga mencakup langkah-langkah yang harus dijalankan dalam proses pemenuhan kebutuhan komunitas. Semua itu, bertujuan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan sosial komunitas.

Dalam memulai ISK, perlu dipahami prinsip-prinsip yang mendasarinya, yakni:

  1. Setiap komunitas mampu menyelesaikan masalahnya sendiri, petugas hanya membantu proses menemukan sumber-sumber daya komunitas.

  2. Setiap orang atau komunitas, mau dan ingin berubah.

  3. Manusia atau komunitas harus ikut berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan dan proses pemecahan masalah.

  4. Dalam proses perubahan sosial, petugas tidak boleh memaksakan kehendaknya, tetapi harus dibicarakan secara bersama-sama atau bekerja sama dengan komunitas.

  5. Pendekatan yang dilakukan petugas harus menyeluruh, mencakup semua aspek, tidak hanya pada salah satu unsur kehidupan komunitas.

  6. Manusia atau komunitas membutuhkan bantuan dari orang lain (tenaga profesional).

Beberapa langkah dalam proses ISK itu dimulai dengan penelitian, perencanaan, koordinasi dan integrasi, pendanaan, administrasi, proses kependidikan ataupun sosialisasi serta aksi sosial.

Peran dan Keterampilan Dasar Petugas Intervensi Sosial Komunikasi

Unsur-unsur yang melandasi gerak operasional seorang petugas ISK dalam suatu organisasi atau lembaga sosial, yaitu manusia, masalah sumber daya, program dan petugas intervensi. Unsur-unsur tersebut saling terkait satu sama lain, dan yang satu tidak pernah ada tanpa unsur lainnya. Bahkan petugas ISK sesungguhnya tidak diperlukan jika unsur-unsur tersebut sudah dapat berinteraksi secara efektif.

  1. Beberapa peran yang dapat dimainkan oleh petugas dalam ISK adalah enabler termasuk fasilitator dan dinamisator, penolong, tenaga ahli dan advocate. Perlu dipahami bahwa peran-peran itu seringkali bisa dimainkan sekaligus atau hanya satu peran saja dalam proses intervensi sosial. Dalam praktek ISK, peran-peran tidak bersifat kaku, pemanfaatannya tidak merupakan suatu rangkaian yang berurut-urutan, namun sangat tergantung pada kasus ataupun situasi yang dihadapi oleh petugas ISK.

Ada sejumlah keterampilan yang melengkapi pelaksanaan peran petugas ISK, yaitu keterampilan menganalisis masalah, memahami masyarakat dan keterampilan prosedural. Suatu peran yang dimainkan oleh petugas dalam proses ISK tidak pernah berjalan dengan baik tanpa dibekali dengan keterampilan-keterampilan ini.

About these ads

7 Tanggapan

  1. Ingin meminta izin…untuk diposting ulang di blog saya… sebagian saja..tanpa menghilangkan nama penulis. Sedang mencari data2 tentang intervensi sosial. Terima Kasih

  2. terima kasih untuk bahannya, banyak membantu saya dalam menyelesaikan tugas

  3. Info yang bagus !

    Barangkali informasi mengenai “Bersikap Tegas” berikut, juga berguna bagi rekan rekan yang memerlukannya. Klik > Bersikap Tegas ?

  4. Ini dia yang saya cari cari!.

  5. Izin mencopy bahan ini.

  6. thank you very much?

  7. izin copy ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 297 pengikut lainnya.