Pengertian, Ruang Lingkup dan Studi Intervensi Sosial

PENGERTIAN, RUANG LINGKUP DAN STUDI INTERVENSI SOSIAL

Sosialisasi

  1. Proses sosialisasi dialami oleh setiap warga masyarakat.

  2. Manusia mengalami proses belajar untuk menjadi dewasa dan tumbuh berkembang menjadi warga masyarakat yang mampu bertindak yang pantas, sesuai dengan nilai-nilai dan norma sosial yang ada seperti yang ditetapkan oleh masyarakat, dan yang berlaku di lingkungan budaya tertentu dalam lingkungan budaya bangsa tertentu.

  3. unsur-unsur budaya diteruskan dari satu generasi ke geneasi berikutnya sehingga nilai-nilai dan norma yang luhur dilestarikan dan mewarnai pembentukan pribadi warga masyarakatnya.

  4. seseorang warga masyarakat akan tumbuh berkembang menjadi pribadi yang berbeda dan bahkan unik; tidak ada dua orang yang berpribadi sama betul (identik) di dunia ini.

  5. proses sosialisasi berlangsung sepanjang hayat sehingga perkembangan pribadi seseorang tidak terhenti pada usia sekolah tetapi terus berlangsung sampai menjelang akhir hayatnya. Seseorang masih selalu dapat berubah menuju yang lebih baik sampai pada usia tua.

Fungsi Sosial

  1. Proses sosialisasi telah memungkinkan seseorang tumbuh dan berkembang menjadi orang dewasa yang dapat menjalankan:

    1. berbagai peranan sosialnya sesuai dengan kedudukan sosial yang dicapainya dalam bermacam lingkungan sosial di mana dia menjadi warganya;

    2. kemampuan menjalankan multi status dan multi peranan tersebut dibentuk melalui proses pembelajaran di lingkungan budaya di mana nilai-nilai dan norma-norma sosial berlaku di lingkungan tersebut.

  2. Kemampuan untuk menjalankan multi peranan dalam bermacam kedudukan sosial, sesuai dengan tuntutan lingkungannya, menunjukkan keberfungsian sosial manusia. Di samping itu keberfungsian sosial juga mencakup pemenuhan kebutuhan dasar dirinya dan orang-orang yang menjadi tanggungannya.

    1. Kebutuhan dasar manusia itu mencakup aspek-aspek kebutuhan (1) fisik; (2) pengembangan diri; (3) emosional; dan (4) konsep diri yang memadai.

    2. Maslow menggunakan jenjang-jenjang kebutuhan

  3. Perkembangan diri yang optimal ditandai oleh karakteristik yang berjenjang tinggi, seperti (i) penerimaan terhadap dirinya sendiri, orang lain, dan alam; (ii)mengupayakan keadilan, kebenaran, ketertiban, kesatuan dan keindahan; (iii) memiliki kemampuan mengatasi masalah; (iv) mandiri; (v) kaya akan respon emosional; (vii) memiliki relasi antarmanusia yang memuaskan dan berkembang; (viii) kreatif; dan (ix) memiliki dan menjunjung tinggi nilai-nilai moral.

Intervensi Sosial

Kita akan membahas tentang pengertian intervensi, yang terkait dengan upaya membantu manusia yang mengalami gangguan internal dan eksternal yang menyebabkan orang tidak dapat menjalankan peranan sosialnya dengan baik.

  1. Dalam kehidupan manusia, pada suatu ketika ia pernah mengalami sebuah gangguan keberfungsion sosial karena:

    1. ia mengalami gangguan kesehatan, kedukaan yang berat, penderitaan lain sebagai akibat bencana alam, dan sebagainya.

    2. ada kebutuhannya yang tidak dapat dipenuhi, misalnya tidak memperoleh kasih sayang yang memadai dari orang tuanya, tidak dapat memperoleh makanan yang cukup bergizi karena kemiskinan orangtuanya, tidak memperoleh pekerjaan karena mengalami kelumpuhan akibat dari polio, dan sebagainya.

    3. banyak frustrasi dan kekecewaan yang dialami dalam kehidupannya yang tidak pernah diatasi, dan tidak memperoleh cukup pengalaman untuk mengembangkan kemampuan menyesuaikan diri terhadap berbagai situasi lingkungannya.

  2. Seseorang, atau keluarga, atau kelompok atau masyarakat yang mengalami gangguan keberfungsian sosial tersebut perlu dibantu dengan melakukan intervensi, yaitu yang dimaksudkan untuk mengadakan perubahan pada mereka yang mengalami gangguan tersebut, atau juga pada situasi yang menimbulkan gangguan. Intervensi semacam ini bertujuan:

    1. memulihkan keberfungsian sosial kelayan, atau mereka yang dibantu;

    2. mengatasi dan mencegah timbulnya masalah;

    3. mencapai perbaikan sosial masyarakat.

  3. Intervensi dapat dikategorikan menurut pendekatan mikro (pelayanan atau bantuan langsung berdasarkan penanganan kasus demi kasus); mezzo (pelayanan atau bantuan bagi keluarga dan kelompok kecil) dan makro (mengupayakan perbaikan dan perubahan tata kehidupan masyarakat). Penerapan pendekatan yang beragam tersebut bergantung pada sasaran intervensi yang dituju.


FALSAFAH INTERVENSI SOSIAL (PRINSIP DASAR DAN RELASI)


Falsafah Intervensi Sosial (Prinsip Dasar dan Relasi)

  1. Falsafah intervensi sosial adalah pandangan yang dijiwai oleh nilai-nilai masyarakat tentang konsepsi dan produk manusia, dan yang dapat dijadikan alat bantu untuk menjadi pedoman perlakuan terhadap manusia. Nilai-nilai tersebut menjadi konsep-konsep dasar untuk diterapkan dalam praktik intervensi sosial.

  2. Intisari dari falsafah intervensi sosial tersebut berkisar pada tiga kelompok nilai-nilai berikut:

    1. memperhatikan hakikat seorang manusia yang memiliki martabat, harga diri, rasa tanggung jawab dan berpotensi untuk berkembang sepanjang hayatnya.

      • manusia membutuhkan dirinya menjadi bagian dari lingkungannya, dan berkeinginan untuk berinteraksi dengan komunitas.

      • terdapat kebutuhan yang umum pada setiap orang, namun manusia itu unik dan berbeda dari yang lain.

    2. memperhatikan kewajiban masyarakat terhadap warganya.

      • Masyarakat berkewajiban untuk menyediakan kesempatan untuk pertumbuhan dan perkembangan, dan menyediakan sumber dan layanan bantuan untuk menolong warganya dalam mencukupi kebutuhannya dan untuk mencegah terjadinya masalah sosial.

      • Warga diberi kesempatan yang sama untuk menerima tanggung jawab sosial dan berpartisipasi dalam memberikan corak perkembangan masyarakat.

    3. tatanan yang mengatur perlakuan terhadap individu. Seorang individu selayaknya diperlakukan sebagai warga masyarakat yang;

      • unik, bermartabat dan memiliki harga diri, dan memperoleh kesempatan yang sebesar-besarnya untuk menentukan arah hidupnya sendiri,

      • didorong dan dibantu agar berinteraksi dengan orang lain sehingga menjadi lebih peka dan responsif terhadap kebutuhan orang lain.


Prinsip_prinsip Dasar Intervensi Sosial

Bertitik tolak dari pandangan bahwa seorang kelayan adalah individu yang unik, yang dapat mengambil keputusan bagi dirinya sendiri, dan intervensi sosial itu merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial masyarakat, intervensi sosial itu dilaksanakan berlandaskan pada prinsip-prinsip dasar berikut:

    1. akseptans; prinsip ini memberikan tuntunan kepada penyantun agar pada pertemuan awal dengan kelayan dia dapat memahami bentuk penampilan kelayan. Penyantun diharapkan dapat menerima kelayan dengan penampilan apa adanya;

    2. individualisasi; seorang individu berbeda dari individu lainnya karena keunikannya. Karena itu pelayanan (bantuan) terhadap seorang kelayan harus disesuaikan dengan keunikannya tersebut;

    3. komunikasi; ada dua macam bentuk komunikasi, yang verbal dan non verbal. Kedua bentuk komunikasi itu bersifat komplementer dan penyantun berkewajiban untuk merekam bentuk non verbal sebaik-baiknya karena informasi yang diperolehnya akan memperlengkapi informasi yang disampaikan secara verbal;

    4. partisipasi; pada akhir dari proses bantuan kelayan diharapkan dapat pulih keberfungsian sosialnya. Untuk mencapai kemampuan itu kelayan dilatih secara bertahap untuk berpartisipasi dalam kegiatan memecahkan masalahnya sendiri;

    5. rahasia jabatan; sesuai dengan etika profesi yang dianut penyantun berkewajiban untuk tetap merahasiakan segala informasi mengenai identitas kelayan dan permasalahannya, sebagai wujud dari prinsip memegang rahasia jabatan;

    6. self-awareness; prinsip ini mengingatkan kepada penyantun bahwa ia adalah manusia biasa, yang memiliki kelemahan dan kekuatan. Dalam menjalankan tugasnya penyantun diharapkan tidak menjadi sombong ataupun takabur, tetapi berpegang pada deskripsi tugasnya.


Relasi Interventif

Intervensi sosial, yang dikaitkan dengan prinsip-prinsip dasar intervensi sosial.

Relasi interventif yang juga disebut sebagai relasi bantuan mempunyai ciri-ciri khas sebagai berikut:

  1. sebagai media di mana pengetahuan mengenai sifat manusia dan mengenai individu itu dimanfaatkan oleh penyantun untuk membantu kelayan mengatasi masalahnya;

  2. sebagai saluran dari keseluruhan proses intervensi sosial, yang dilandasi dengan prinsip-prinsip dasar relasi yang dikembangkan dari kebutuhan insani kelayan;

  3. merupakan salah satu jenis relasi antar personal, di mana penyantun dan kelayan berkedudukan sama, yang berbeda adalah fungsi dan peranannya;

  4. dalam relasi interventif, seorang penyantun menampilkan empati, sehingga ia tidak hanyut pada masalah kelayan;

  5. relasi interventif bersifat dinamis, di mana interaksi aktif di antara penyantun dan kelayannya memungkinkan terjadinya perubahan-perubahan positif pada kedua pihak;

  6. relasi bantuan digunakan untuk memobilisasikan kemampuan dan sumber untuk penyesuaian yang lebih baik antara kelayan dengan lingkungannya;

  7. relasi intervensi memungkinkan terjadinya proses saling mempengaruhi, menuju kepada perubahan yang positif.


MASALAH SOSIAL DAN PERUBAHAN BERENCANA
Masalah Sosial

  1. Masalah sosial akan terjadi apabila keberfungsian sosial seorang individu menjadi tidak efektif untuk memenuhi tuntutan lingkungan dan karena bermacam kebutuhan individu tidak dapat dipenuhi.

  2. Sebuah masalah sosial dipersepsikan berbeda oleh kelayan, yang memandangnya secara emosional dan subjektif, sedangkan penyantun atau pihak yang membantu memandang masalah tersebut secara lebih rasional dan objektif.

  3. Beberapa karakteristik masalah sosial yang perlu diperhatikan antara lain adalah sebagai berikut:

    • seseorang yang mengalami sebuah masalah yang sama untuk masa waktu yang lama akan menyebabkan orang tersebut tidak merasa bermasalah;

    • masalah yang tidak diatasi secara tuntas dapat menyebabkan timbulnya masalah ikutan lain, sehingga merupakan sebuah mata rantai masalah.

    • mata rantai masalah tersebut dapat dipilahkan menjadi beberapa kategori yang dapat memudahkan pemahaman dan penanganan masalah. Pemilahan tersebut adalah:
      * masalah dasar
      * masalah penyebab
      * masalah pemicu
      * masalah yang mendesak
      * masalah yang harus diselesaikan

  4. Seorang kelayan cenderung memandang masalah yang dialami secara emosional dan subjektif. Oleh karenanya penyantun mengajak kelayan untuk dapat menghadapi masalahnya sebagai sebuah fakta kehidupan, yang dapat dipelajari secara objektif. Memandang masalah secara objektif dan nyata menjadi salah satu tujuan intervensi sosial.

  5. Seseorang yang mengalami masalah berada dalam situasi yang menegangkan (stressful situation) sehingga mekanisme untuk menyesuaikan diri terhadap situasi tersebut menjadi tidak efektif, dan kemampuan untuk menyelesaikan masalah menjadi sangat menurun, bahkan ada kalanya menjadi “lumpuh”.


Perubahan Berencana

  1. Kajian teori perubahan yang dikemukakan Leslie, Larson, dan Gorman (1973) menyampaikan 4 tipologi perubahan yang dikaitkan dengan tatanan, yakni (i) perubahan siklik; (ii) perubahan pemeliharaan; (iii) perubahan kecenderungan; dan (iv) perubahan terpecah (schismatic change). Kajian tersebut dikaitkannya dengan tatanan, perubahan, waktu dan masyarakat, yang dapat diamati pada kehidupan sehari-hari.

  2. Kajian kedua mengenai perubahan berasal dari Warren G. Bennis yang disajikan dengan membuat paradigma proses perubahan. Paradigma yang dikemukakannya menggunakan dua variabel, yakni pembagian kekuasaan antara dua pihak yang berelasi, dan penetapan tujuan. Dengan menggunakan dua variabel tersebut diperoleh tipologi proses perubahan sebagai berikut:

    1. perubahan berencana, perubahan interaksional, perubahan teknokratik, dan perubahan alam, di mana dua pihak yang berelasi mempunyai kekuasaan yang relatif sama.

    2. perubahan indoktrinasi, perubahan sosialisasi, perubahan koersif dan perubahan emulatif. Kekuasaan satu pihak lebih besar dari pihak yang lain

  3. Hanya perubahan berencana yang mendukung pelaksanaan intervensi sosial karena yang pertama ada pembagian kekuasaan yang sama sehingga kedua pihak berkedudukan sejajar. Yang kedua ada penetapan tujuan yang dilakukan bersama. Jenis perubahan ini cocok untuk membantu kelayan memulihkan keberfungsiannya.

  4. Perubahan berencana, menurut Lippitt dkk. (1958:vi), merupakan perubahan yang diperoleh dari suatu keputusan dengan maksud mempengaruhi perbaikan dalam sistem kepribadian atau sosial, dan yang dicapai dengan bantuan bimbingan profesional.

  5. Lippitt dkk. (1958) menyarankan ditempuh lima tahapan untuk mencapai perubahan berencana, yakni:
    * pengembangan sebuah kebutuhan untuk berubah;
    * menjalin sebuah relasi perubahan;
    * bekerja menuju ke perubahan;
    * generalisasi dan stabilisasi perubahan;
    * mencapai relasi terminal.


PROSES INTERVENSI SOSIAL (ASESMEN)


Proses Intervensi Sosial

  1. Proses intervensi sosial ialah proses pemecahan masalah yang dilaksanakan oleh seorang pekerja sosial bersama dengan kelayan untuk memecahkan masalah keberfungsian sosial yang tidak dapat dilakukan oleh kelayan sendiri tanpa bantuan. Proses ini dikonseptualisasikan sebagai studi, asesmen, perencanaan, tindakan dan terminasi.

    1. Asesmen merupakan bagian penting dalam proses pemecahan masalah, karena PI menggunakan hasil asesmen menjadi dasar untuk perencanaan tindakan intervensi. Asesmen adalah sebuah proses dan produk dari pemahaman terhadap masalah kelayan dalam situasinya yang dijadikan dasar melaksanakan tindakan.

    2. Berbagai karakteristik asesmen perlu dipahami PI karena dengan memahami karakteristik asesmen, PI diperkuat kemampuannya untuk memahami kelayan beserta masalahnya.

  2. Pincus & Minahan menyatakan bahwa asesmen adalah sebuah keterampilan yang harus dimiliki oleh PI. Tujuan asesmen ialah membantu PI untuk (a) memahami dan mengindividualisasikan situasi yang ditanganinya; dan (b) mengidentifikasikan dan menganalisis faktor-faktor yang terkait di dalam situasi khusus dimaksud. Asesmen masalah mencakup langkah-langkah berikut:

    1. Mengidentifikasikan dan merumuskan masalah.

    2. Menganalisis dinamika situasi sosial.

    3. Menetapkan tujuan dan sasaran.

    4. Menetapkan tugas-tugas dan strategi.

    5. Menstabilkan upaya perubahan.

  3. Beberapa karakteristik asesmen yang penting adalah sebagai berikut:

    1. Asesmen itu berkelanjutan.

    2. Ada dua macam fokus dalam asesmen; fokus pertama tertuju pada upaya untuk memperoleh informasi yang benar dan akurat mengenai kelayan dan situasinya. Fokus kedua tertuju pada upaya memperoleh landasan yang kuat untuk menyusun rencana tindakan.

    3. Asesmen merupakan proses timbal balik, yang melibatkan kedua pihak: kelayan dan PI.

    4. Asesmen memungkinkan PI untuk mengadakan penjelajahan horisontal dan vertikal dalam mengkaji informasi mengenai kelayan dan situasinya. Penjelajahan horisontal untuk memperluas spektrum masalah, dan vertikal untuk memperoleh gambaran yang memperdalam mengenai salah satu aspek masalah.

    5. Ada individualisasi dalam asesmen, yang dikembangkan dari kenyataan bahwa setiap individu itu unik dalam sikap, dan perilakuanya.

  4. Compton & Galaway menyatakan bahwa proses pekerjaan sosial (proses intervensi sosial) mencakup tiga tahapan utama yaitu: kontak, kontrak, dan tindakan.


Pemanfaatan Penanggulangan Masalah Dalam Asesmen

  1. Proses penanggulangan masalah merupakan sebuah upaya untuk mengatasi masalah secara rasional, yang berarti bahwa pandangan objektif diterapkan dalam memformulasikan masalah kelayan.

  2. Penanggulangan masalah merupakan kegiatan bersama antara PI dan kelayannya, dengan tujuan agar:

    1. dapat dipulihkan kemampuan dan mekanisme penanggulangan masalah yang dimilikinya;

    2. proses pemecahan masalah dapat dijadikan sarana untuk mengembangkan asesmen, yang hasilnya akan dikaji ulang bersama dengan kelayan.


    Penanggulangan masalah mencakup:

    1. identifikasi masalah,

    2. perumusan dugaan awal tentang masalah tersebut;

    3. pemilihan dan pengumpulan data;

    4. analisis informasi yang tersedia;

    5. pengembangan sebuah rencana perubahan;

    6. implementasi rencana perubahan; dan

    7. evaluasi pelaksanaan intervensi.

  3. Masalah yang digarap bersama dengan kelayan selalu bersisi ganda, sehingga harus dipelajari masing-masing faktor pencetus masalah dimaksud, yang akan ditetapkan prioritas penanganannya. Di samping itu penetapan prioritas juga terkait dengan nilai strategis dari faktor yang akan digarap terlebih dahulu.

    1. Dalam proses memformulasikan masalah perlu dipertimbangkan formulasi kebutuhan yang dikaitkan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan manusia (Charlotte Towle), seperti usia dan situasi hidup manusia.

    2. Sewaktu kelayan diwawancarai, perlu diperhatikan bentuk komunikasi yang digunakan: yang verbal dan yang nonverbal. Rasa percaya kelayan kepada PI akan memudahkan kelayan untuk dapat mengungkapkan informasi yang semula tidak terungkap.

    3. PI berkewajiban mengkaji apakah jenis pelayanan yang ada pada lembaga yang diwakilinya, dan yang ada di lembaga lain di masyarakat dapat memenuhi kebutuhan kelayan.

  4. Hambatan yang menyebabkan kelayan tidak dapat memenuhi kebutuhannya harus diidenfikasi oleh PI. Johnson mengajukan pendapat agar hambatan tersebut ditelusuri dengan pandangan keberfungsian sosial. Germain mengidentifikasikan hambatan tersebut melalui tiga situasi kehidupan yang terkait dengan keberfungsian sosial manusia.

    1. Manusia mengalami tahap-tahap perkembangan pribadi yang tidak selalu berjalan lancar. Transisi dari perkembangan biopsikososial manusia disertai dengan perubahan peranan sosial dan ekspektasi.

    2. Perubahan status dari seorang isteri menjadi janda menyebabkan kebutuhannya tidak dapat dipenuhi. Sebaliknya ia dituntut untuk menjalankan peranan sebagai kepala keluarga, pencari nafkah, menjadi bapak sekaligus ibu bagi anak-anaknya.

    3. Ada kalanya seseorang mengalami krisis, di mana ia mengalami ketidakseimbangan dalam kehidupannya sehingga ia mengalami gangguan keberfungsian sosial.

    4. Situasi yang sulit dapat ditimbulkan oleh kegagalan dalam komunikasi dan relasi, baik di lingkungan keluarga maupun di tingkat kehidupan berkomunitas.

    5. Unsur kultural yang dibawa oleh manusia dalam hidupnya dapat menjadi hambatan, terutama pada lingkungan kehidupan berbaur antara orang-orang yang berbeda suku ataupun kebangsaan dan tinggal di perkampungan yang sama.

  5. Formulasi masalah yang dialami kelayan memperhitungkan kebutuhan kelayan yang tidak dipenuhi, hambatan yang mengalami pemenuhan kebutuhan dimaksud, dan faktor-faktor pembentuk hambatan tersebut.


Asesmen Transaksional

  1. Asesmen traksaksional dikerjakan untuk dapat memahami permasalahan perilaku individu, keluarga, kelompok atau masyarakat, yang dipengarahi oleh adanya interaksi-interaksi dengan pihak-pihak lain. Secara khusus asesmen transaksional ini bermanfaat bagi PI dalam mempertimbangkan kemungkinan rencana tindakan beserta kemungkinan pengaruh yang diperkirakan akan timbul pada berbagai sistem yang terlibat dalam situasi yang terkait.

  2. Menurut konsep perspektif ganda (Dolores Norton) seorang individu yang hidup di lingkungan suatu masyarakat selalu menjadi bagian dari dua sistem, yakni:

    1. sistem kemasyarakatan yang berfungsi dengan menganut norma dan nilai-nilai dari kelompok yang dominan dalam kelompok tersebut; dan

    2. sistem yang lebih kecil yang berfungsi dalam lingkungan terdekat dari individu tersebut.

  3. Untuk memperoleh gambaran yang baik mengenai gangguan perilaku seseorang dalam sebuah sistem diperlukan sebuah peta situasi sosial. Dalam peta tersebut dapat dipelajari.

  4. Dalam era pembangunan sekarang ini pihak-pihak yang akan membangun sebuah proyek, seperti bendungan air untuk pembangunan PLTA (pembangkit listrik tenaga air), jalan raya, pembangunan kompleks industri, dan sebagainya. Pihak pengelola proyek perlu membuat asesmen dampak sosial. Pembangunan semacam itu akan menyebabkan terjadinya perubahan yang cukup besar, yang akan berpengaruh kepada tata kehidupan masyarakat di sekitarnya, dan ada kemungkinan masyarakat tersebut harus dipindahkan ke tempat pemukiman lain.

    1. Akibat dari pembangunan proyek tersebut timbul dampak yang positif atau negatif. Dampak dikatakan positif apabila mendatangkan perbaikan dalam kehidupan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, kesehatan, dan lain-lain. Dampak dinyatakan negatif jika merugikan, destruktif, dan menghilangkan hak memperoleh kehidupan.

    2. Asesmen dampak sosial dilaksanakan melalui proses:

      1. penyusunan profil (pengidentifikasian individu atau sistem yang akan terkena dampak);

      2. proyeksi proses untuk menyusun deskripsi tentang implikasi dari perubahan dimaksud terhadap sistem-sistem yang terkena dampak;

      3. paparan ialah menyusun analisis mengenai pilihan-pilihan (alternatif) yang ada untuk mencegah dampak negatif yang sudah diidentifikasikan;

      4. mitigasi adalah pemilihan atau penetapan alternatif yang akan diterapkan untuk mencegah atau mengurangi dampak negatif terhadap perubahan yang diusulkan.

About these ads

19 Tanggapan

  1. Aduh jadi berasa diruang kuliah pak , cukup menarik dan berisi

  2. sebelumnya sy mengucapkan terimakasih banyak Bpk atas penjelasannya tentang teori2 intervensi sosial. sangat menarik tetapi Bpk masih belum membahas tahap kapan pihak intervensionist harus berhenti melakukan intervensi. berdasarkan berbagai kajian penelitian yang pernah saya baca khususnya intervensi sosial tahap termination itu sangat penting; kita tidak boleh melakukan intervensi secara terus-menerus. intervensi yang baik itu waktunya bisa seminimal mungkin (tahap intervensi itu dimulai: engagement, assessment, planning, implementation, monitoring and evaluation, termination, follow-up). terima kasih. selamat berkarya. salam

  3. Saya mahasiswa S1 Keperawatan PPNI Mojokerto. Saya membaca artikel bapak dan bisa minta penjelasan atas pengertian, ruang lingkup, proses, dan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sosial. Makasih sebelumnya

  4. wah, thanks a lot for your information sir. tapi saya sedikit sulit menyimpulkan. karna yang saya cari adalah intervensi dalam dalam dunia pasar modal

  5. Ingin meminta izin…untuk diposting ulang di blog saya… sebagian saja..tanpa menghilangkan nama penulis. Sedang mencari data2 tentang intervensi sosial. Terima Kasih

  6. pak, apakah sama antara intervensi sosial dengan intervensi dalam community development.trimksh

  7. makasi ya pak…!!!

    tugas saya pas banget ma jurnal yang bapak tulis…

  8. hai…………..!!!!

  9. Pak..tolong dong… apa saja..3 perangkat nilai (pribadi, profesional,klien) dalam pelaksanaan interfensi. makasih..pak..

  10. pak, ada pelajaran anak smp enggak???

  11. pak, saya tertarik tntang pnjelasan di atas, pak kalau boleh saya minta tolong,

    apakah bapak punya konsep tentang TANGGUNG JAWAB SOSIAL MASYARAKAT, kalau ada tolong di e-mail ke alamat email saya ya pak, kalau ada judul buku nya sekalian pak..dan dmana sy bs mendapatkan bukunya..mohon sekali bantuannya..

  12. wah!kayaknya saya harus bergabung disini mulai sekarang pak!
    soalnya saya akan melanjutkan pendidikan di bidang yang juga akan membahas materi-materi sperti yang bapak posting!
    terimakasih!
    bermanfaat!

  13. tulisan2 bpk sangat memberikan pengetahuan,,
    tapi bpk tidak menjelaskan secara detail ttg pngrtian intervensi mikro,mezzo,dan makro beserta contoh kasusnya..

  14. Thaknsss …yach pak atas tulisx
    coX…X udah bantuin saya dalam penulisan makalah,,,,, Thanks

  15. Thaknsss …yach pak atas tulisx
    coX…X udah bantuin saya dalam penulisan makalah,,,,, Thanks
    Gb_U always

  16. Thank’s yachhhhh ,,,,, pak
    atas tulisx
    Cox,,x udha banutin sya dlm penulisan makalah,,,,

    Gb_u

  17. Mantap….!!!!

    Saya mw Bertanya Pak???

    klo kedudukan penelitian dalam intervensi Pekerja sosial apa ya Pak??

  18. ma kasih ya pak, telah mempermudah rencana saya menulis pengembangan model……….. saya pengen bikin Social intervention record (SIR), …….

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 309 pengikut lainnya.