Nilai Informasi bagi Pengambil Keputusan

SIM dan Pengambilan Keputusan Bag 2


Nilai Informasi yang Tepat

Untuk pengambilan keputusan sering dibutuhkan proses yang cepat dan kadang-kadang hanya berdasarkan pada dugaan-dugaan serta informasi apa adanya. Keputusan seperti itu biasanya hasilnya kurang menguntungkan seperti apa yang dibarapkan, dan kita akan mencari informasi yang lebih lengkap atau informasi tambahan untuk memperbaiki keputusan yang lalu, sehingga keputusan yang sekarang akan lebih baik dan lebih menguntungkan.

Informasi tambahan yang menyebabkan perilaku keputusan menjadi lebih baik itu disebut informasi tepat. Informasi ini memiliki nilai karena menyebabkan perilaku keputusan menjadi lebih menguntungkan, oleh karena itu disebut nilai informasi tepat. Besar nilai informasi tepat adalah perbedaan hasil keputusan baru dengan hasil keputusan lama dikurangi biaya untuk mendapatkan informasi itu. Dalam pengambilan keputusan, biasa dilakukan pemilihan dari beberapa strategi yang dihadapkan kepada satu jenis kondisi atau beberapa kondisi yang harus diperhitungkan.

Cara menghitung nilai informasi tepat dari pengambilan keputusan yang berdasar kepada pemilihan beberapa strategi dengan satu jenis kondisi berbeda dengan menghitung nilai informasi tapi dari pengambilan keputusan yang berdasar kepada pemilihan beberapa strategi dengan beberapa jenis kondisi. Perhitungan atas nilai informasi tepat sangat bermanfaat untuk menghilangkan pemborosan biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan informasi bagi pengambilan keputusan.


Informasi sampel dan analisis Baysian

Setiap organisasi baik badan usaha maupun bentuk-bentuk badan lainnya akan dikelilingi oleh berbagai macam kondisi. Kondisi-kondisi itu memiliki karakter yang sangat rumit dan mengandung hal-hal yang tidak pasti.

Dalam kondisi seperti itu para pengambil keputusan akan mengalami kesulitan dalam menentukan angka probabilitas secara tepat, sedangkan pengambilan keputusan harus segera dilaksanakan. Untuk mengatasi hal ini pengambil keputusan akan menggunakan angka sementara yang diduga mendekati ketepatan, angka seperti ini disebut angka praprobabilitas dan harus diperbaiki untuk keputusan-keputusan selanjutnya. Untuk memperbaiki angka praprobabilitas menjadi angka probabilitas yang sebenarnya akan membutuhkan informasi tambahan yang jumlahnya mungkin sangat banyak. Untuk menghemat waktu dan biaya maka informasi tambahan tidak harus melalui populasi keseluruhannya, tetapi cukup dengan melalui sampel dari populasi tersebut, asalkan populasinya berdistribusi normal.

Populasi yang berdistribusi normal adalah peningkatan peristiwa berurutan dengan simpangan baku yang relatif tetap.


Nilai Informasi dalam data yang berdistribusi normal

Dalam dunia usaha, keputusan-keputusan yang didasarkan kepada taksiran sudah biasa dilakukan, misalnya taksiran tentang besarnya penjualan titik impas; yaitu berapa jumlah barang yang harus dijual agar perusahaan tidak merugi, tetapi belum mendatangkan keuntungan. Setelah titik impas diketahui, perusahaan akan mencari informasi tepat untuk pengambilan keputusan tentang berapa jumlah barang yang harus dijual agar perusahaan mendapat keuntungan seperti yang diharapkan.

Manfaat lainnya dari penjualan titik impas, adalah sementara perusahaan tidak mengharapkan keuntungan. Yang diharapkan adalah agar barang itu laku sebagai perkenalan kepada masyarakat. Informasi tepat tentu saja memiliki nilai, sebab dengan keputusan yang didasarkan kepada informasi tersebut, perusahaan akan mendapat keuntungan.

Untuk menghitung berapa nilai informasi tepat harus digunakan rumus : D =B-X /óxserta dengan menggunakan tabel khusus, yang disebut tabel : Unit Normal Loss Integral


Evaluasi Rancangan Keputusan untuk nilai informasi

Sebagian orang beranggapan bahwa pengambilan keputusan yang baik harus didukung oleh informasi yang sangat banyak. Padahal tidak demikian halnya; pengambil keputusan yang berpengalaman dan berpengetahuan yang luas akan menggunakan informasi yang memadai untuk keputusannya. Artinya hanya akan mencari informasi yang benar-benar sesuai dengan keputusannya, dan informasi yang kurang diperlukan tidak akan diambilnya. Dengan demikian pengambil keputusan tidak melakukan pemborosan pembiayaan dalam mendapatkan informasi atau biaya untuk informasi dilaksanakan secara rasional dan terarah. Dengan kata lain pengambil keputusan tadi telah melaksanakan “rancangan keputusan yang tepat terhadap nilai informasi”.

Untuk menyederhanakan pekerjaan dan analisis biaya yang tepat, sebaiknya informasi itu dibuat dalam bentuk matriks, setelah lebih dulu ditentukan topik-topik informasi itu serta kondisi yang menyertainya.

Cara lain yang dapat menyederhanakan pekerjaan dan sekaligus dapat menghemat biaya adalah pengambilan informasi melalui sampel, asal benar-benar sampel itu mewakili populasi


Konsep Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan dalam manajemen memegang peranan penting, karena keputusan yang diambil oleh seorang manajer merupakan hasil akhir yang harus dilaksanakan oleh mereka yang tersangkut dalam organisasi. Pengambilan keputusan diperlukan disemua tingkat administrastor dalam organisasi.

Pengambilan keputusan pada hakikatnya adalah pemilihan alternatif yang paling kecil resikonya, untuk dilaksanakan dalam rangka pencapaian organisasi. Dalam prosesnya terdapat tiga kekuatan yang selalu mempengaruhinya yaitu, dinamika individu, dinamika kelompok dan dinamika lingkungan.

Untuk mempermudah dalam pengambilan keputusan alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu jenis-jenis keputusan tersebut. Hal ini akan mempermudah kita dalam memperkirakan informasi yang bagaimana yang diperlukan, dari mana sumbernya, bagaimana memperolehnya, sehingga keputusan yang diambil benar-benar merupakan yang terbaik demi lancarnya roda organisasi.


Konsep Pengambilan Keputusan berdasarkan Sistem Informasi

Proses pengambilan keputusan dapat diuraikan menjadi tiga tahap pokok: penyelidikan untuk mencari persoalan, perancangan untuk menganalisa persoalan dan menciptakan pemecahan yang layak dan pemilihan untuk memilih antara alternatif dan melaksanakan pilihan tersebut.

Langkah-langkah proses pengambilan keputusan dengan mempergunakan teknik ilmiah terdiri dari: identifikasi masalah, pengumpulan data, analisa data, penentuan alternatif, pelaksanaan alternatif dan penilaian, yang semuanya itu untuk membantu manajer dalam pengambilan keputusan.

Perbedaan dalam pengambilan keputusan untuk keputusan keputusan dalam keadaan kepastian, risiko dan ketidakpastian menunjukkan perlunya beberapa model keputusan bagi SIM.


Model-model Pengambilan Keputusan

Adalah suatu kenyataan dimana pengambilan keputusan sering kali tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh organisasi. Dalam hal ini diperlukan pendekatan yang seimbang dan cara penilaian yang profesional. Penilaian itu penting untuk mengetahui apakah keputusan yang diambil itu sudah baik dengan kata lain sesuai dengan yang diharapkan oleh organisasi. Terdapat dua cara dalam melakukan penilaian yaitu penilaian yang menggunakan pendekatan yang sifatnya pragmatis dan penilaian yang menggunakan pendekatan yang sifatnya prosedural.

Terdapat berbagai model dan teknik pengambilan keputusan yang telah dikembangkan oleh para ahli. Diantaranya adalah model optimasi, model satisficing, model mixed scanning dan model heuristic, yang kesemuanya akan membantu para pengambil keputusan untuk menentukan keputusan yang paling sesuai dengan situasi dan kondisi serta keadaan organisai yang mereka pimpin.

Dengan disajikannya berbagai model dan teknik pengambilan keputusan tersebut, itu menunjukkan bahwa memang beraneka ragam pilihan yang tersedia. Namun yang harus diperhatikan tidak ada satu pun model yang cocok digunakan untuk mengatasi semua jenis situasi problematika yang dihadapi oleh organisasi. Disinilah dituntut kemahiran yang perlu dikembangkan oleh para pengambil keputusan yaitu memilih secara tepat satu atau gabungan beberapa model dan menyesuaikan dengan tuntutan situasi yang dihadapi.


Teknik-teknik Pengambilan Keputusan

Salah satu tolok ukur utama yang biasa digunakan untuk mengukur efektivitas kepemimpinan seseorang yang menduduki jabatan pimpinan dalam suatu organisasi ialah kemampuan dan kemahirannya dalam mengambil keputusan. Selain itu efektivitas kepemimpinan seseorang diukur dari kecekatan dan kemampuan mengambil keputusan yang rasional, logis berdasarkan daya pikir yang kreatif dan inovatif, digabung dengan pendekatan yang intuitif dengan memanfaatkan berbagai pelajaran yang diperolah dari pengalaman

Oleh karena itu berbagai model, metode dan teknik pengambilan keputusan harus dikuasai oleh orang-orang yang menduduki jabatan pimpinan apa pun bentuk, jenis, dan ukuran organisasi yang dipimpinnya. Model dan teknik pengambilan keputusan yang telah dikembangkan oleh para ahli dan sering dipergunakan dalam bentuk, jenis, dan ukuran organisasi dewasa ini adalah model optimasi, satisficing, mixed scaning dan heu-ristic

Berdasarkan penelitian tentang teknik-teknik pengambilan keputusan nenunjukkan bahwa pada dasarnya ada dua kelompok teknik yang biasa digunakan yang pertama adalah teknik-teknik pengambilan keputusan yang bersifat kuantitatif dan yang kedua adalah kelompok teknik pengambilan keputusan yang tidak bersifat kuantitatif. Beberapa teknik yang termasuk dalam kelompok kedua ini adalah brainstorming, synetics, consensus thinking, delphi, fish bowling, didactic interaction, dan collective bargaining


Model Pengambilan Keputusan

Pada mulanya baik perorangan maupun organisasi dalam pengambilan keputusan dilaksanakan dengan secara coba-coba tanpa perhitungan yang matang, atau hanya mengandalkan kreativitas dan intuisi pihak-pihak yang bersangkutan.Tetapi semakin lama masalahnya semakin rumit, dan semakin banyak mengandung ketidakpastian, maka para pengambil keputusan tidak main coba-coba lagi. Mereka tidak mau menghadapi risiko kerugian, apalagi kerugian yang menimpa organisasi, berarti kerugian yang melibatkan banyak orang.

Dalam situasi seperti itu timbul para ahli yang menciptakan model untuk membantu para manajer dalam mengambil keputusannya. Dengan menggunakan model, peng-ambilan keputusan dilakukan dengan penuh perhitungan, sehingga segala sesuatunya ter-ukur secara cermat, dengan demikian semua kendala yang mungkin menghambat bisa diduga dan kemungkinan penanggulangannya dapat diciptakan pula.

Diantara model-model dan teknik pengambilan keputusan itu adalah model matematikal, model kualitatif, teknik keputusan statistikal, gime theory; dan keputusan kriteria ganda. Semua model dan teknik pengambilan keputusan tersebut disamping banyak manfaatnva, terdapat pula kelemahan-kelemahannya, oleh karenanya para peng-ambil keputusanlah yang harus mempertimbangkannya dan mampu menggunakannya pada situasi yang sesuai.

Selain itu model-model dan teknik-tentik keputusan hanya merupakan alat bantu, dan bukan merupakan obat mujarab sehingga penggunaannya harus digabung dengan kreativitas dan inovasi dari para pengambil keputusan.


Analisis Sistem dan analisis Keputusan

Untuk keputusan-keputusan besar yang masalahnya sangat rumit dan penuh ketidakpastian, perlu dilaksanakan usaha perincian atau penjabaran masalah, sehingga kondisi dan situasi dapat terstruktur dengan jelas. Usaha tersebut dapat dilakukan melalui analisis sistem dan analisis keputusan. Keuntungan dari analisis sistem adalah interaksi dari berbagai komponen atau bagian-bagian dari masalah dapat tampak dengan jelas.

Analisis keputusan merupakan gabungan dari pendekatan sistem dengan pendekatan matematis, keuntungannya selain masalah dapat terstruktur, juga dapat terukur secara kuantitatif; dengan demikian masalah menjadi lebih jelas, sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan baik.

Pihak-pihak yang terlibat dalam analisis keputusan adalah: pengambil keputusan itu sendiri, tenaga ahli, dan tenaga analisis dengan keahlian dan perannya masing-masing.

Salah satu bentuk dari analisis keputusan yang sering digunakan adalah “pohon keputusan”, yang merupakan visualisasi alternatif pemecahan masalah, berupa gambaran pohon dengan cabang-cabangnya. Dengan “pohon keputusan” akan tampak pilihan keputusan yang diambil, dan diikuti oleh konsekuensinya.


Kelebihan dan kekurangan dari analisis Keputusan

Segala alat bantu untuk pengambilan keputusan, tidak seluruhnya mengandung kebaikan, artinya banyak kelebihannya tetapi ada pula kekurangannya: begitu pula dengan analisis keputusan. Beberapa kelebihan dari analisis keputusan, antara lain dapat mendefinisikan masalah dengan jelas dan eksplisit, sistematis, logis, dan pandangan dari pihak-pihak lain dapat ditampung.

Sedangkan kekurangan-kekurangannya antara lain memerlukan waktu yang memadai, sehingga tidak mungkin untuk keputusan yang segera, mengabaikan data kualitataif dan menuntut pengintegrasian dari berbagai pihak

Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi bila menginginkan pekerjaan analis berhasil; yaitu : analis harus memperoleh kepercayaan sepenuhnya dari manajer, harus bersedia menyesuaikan model dengan keputusan pengambil keputusan, manajer harus memberikan semua informasi yang dimiliki, dan kehadirannya harus benar-benar dikehendaki oleh organisasi. Menggunakan atau tidaknya analisis keputusan akan bergantung kepada karakteristik masalahnya; apakah masalahnya besar dan rumit, atau kecil dan sederhana.
Tentu saja masalah yang sederhana tak usah menggunakan analisis keputusan


Pemanfaatan Teknologi dalam Pengambilan Keputusan

Kemampuan manusia sangat terbatas tentang pengetahuannya atas masa depan, karena kehidupan yang akan datang penuh ketidakpastian. Oleh karena itu apapun pengambilan keputusan, selalu ada saja risikonya.

Untungnya berkat kemajuan di bidang teknologi, sehingga dapat terciptanya alat canggih, terutama dalam hal komputer, yang dapat meminimalkan resiko yang mungkin terjadi.

Pendekatan heuristik adalah usaha penggabungan antara kemampuan komputer dengan keterampilan manusia dalam memecahkan masalah-masalah yang tidak berstruktur.

Pada mulanya komputer diprogram untuk meniru manusia dalam mengambil keputusan; kemudian dicobakan kepada pemecahan suatu masalah, apabila mengalami kegagalan, programnya diperbaharui dan ditambah dengan hal-hal yang baru. Begitulah seterusnya, gagal perbaiki, gagal perbaiki, sehingga akhirnya ditemukan program yang hampir memadai. Disebut hampir memadai, karena memang tidak bisa benar-benar. memadai, kemampuan mesin pun terbatas ada hal-hal yang tidak dapat dikerjakannya, dan hal itu harus dikerjakan oleh manusia. Jadi kedudukan manusia sebagai pengambil keputusan tetap ia memiliki peranan yang menentukan, komputer dan perlengkapan lainnya hanya sebagai alat bantu saja.

Penemuan terakhir adalah Decission Support Sistem (DSS) yaitu Sistem Pendukung Keputusan yang fungsinya melengkapi SIM

Dengan adanya DSS lebih jelas lagi bahwa mesin harus menyesuaikan dengan kebutuhan manajer, dan bukan manajer yang harus beradaptasi kepada mesin

About these ads

Satu Tanggapan

  1. thanks ya pak…
    ini berguna bgt utk yatie…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 302 pengikut lainnya.