Peran Perpustakaan dalam Membina Minat Baca Bag 4

Peran Perpustakaan dalam Membina Minat Baca

Bag 4

Pembinaan Minat Baca melalui Lingkungan Keluarga

Wajah masa depan sebuah negeri dapat dilihat dari bagaimana kualitas anak-anak masa kini. Secara umum ada tiga lingkungan yang sangat mempengaruhi kualitas mental dan spiritual anak, yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan sosial budaya yang berhubungan dengan nilai-nilai serta norma-norma yang berlaku di masyarakat, termasuk di dalamnya pengaruh televisi, buku, dan media massa.

Memperkenalkan bacaan pada anak sejak kecil dapat meningkatkan prestasi anak di sekolah. Karena itu, pentingnya orang tua mengapresiasikan budaya baca pada anak dengan memberi contoh. Agar anak tidak bosan membaca, sebaiknya anak-anak diberi buku-buku lucu dan berwarna-warni, serta bacaan sesuai usianya. Memperkenalkan budaya membaca pada usia sedini mungkin akan memberikan hasil yang lebih optimal daripada menunggu sampai anak sudah lebih besar dan lebih menyukai budaya menonton TV. Selain orang tua, media massa dan pemerintah juga memegang peranan penting dalam menumbuhkan kebiasaan membaca sejak kecil. Pertumbuhan minat baca bisa dimulai sejak bayi lahir.

Berbicara tentang gemar membaca berarti kita dihadapkan pada masalah bagaimana menumbuhkan kegemaran membaca kemudian meningkatkan kegemaran terutama di lingkungan sekitar kita sendiri.

Pembinaan minat baca di lingkungan keluarga meliputi, antara lain sebagai berikut.

  1. Pemberian contoh atau keteladan membaca dari orang tua di rumah.

  2. Penyediaan bahan bacaan di rumah.

  3. Pemberian hadiah ulang tahun anak berupa buku atau bahan bacaan lainnya.

  4. Orang tua mengajak anak-anaknya pergi meminjam buku di perpustakaan.

  5. Orang tua mengajak anak-anaknya pergi menyewa buku di persewaan buku.

  6. Orang tua mengajak anak-anaknya membaca buku di perpustakaan desa.

  7. Orang tua mengajak anak-anaknya membaca buku di perpustakaan tempat ibadah (mesjid, gereja, vihara, dan pura).

  8. Orang tua mengajak anak-anaknya ke toko buku.

  9. Orang tua membaca buku untuk anaknya sebelum tidur.

  10. Orang tua menyelenggarakan perpustakaan keluarga.


Pembinaan Minat Baca melalui Perpustakaan Umum dan Sekolah

Selain sumber yang didapatkan di luar sekolah, sumber utama dalam belajar di sekolah adalah perpustakaan, karena perpustakaan sekolah merupakan sumber dari segala kegiatan belajar dan mengajar. Perpustakaan yang diselenggarakan di sekolah berguna untuk menunjang program belajar mengajar di lembaga pendidikan formal tingkat sekolah, baik sekolah dasar maupun sekolah lanjutan. Perpustakaan memiliki kedudukan yang utama di dalam setiap program pendidikan sebagai the heart of the educational program. Perpustakaan sekolah harus menjadi pusat kegiatan yang berlangsung di sekolah. Perpustakaan sekolah diadakan bukan lagi hanya sekadar melayani selera para siswa untuk membaca buku-buku, tetapi perpustakaan itu sendiri harus dapat membantu para siswa mengasah otak, memperluas dan memperdalam pengetahuan, melahirkan kecekatan, serta membantu siswa dalam aktivitas-aktivitas yang kurikuler dan ekstra kurikuler.

Kepala sekolah sebagai administrator pendidikan mempunyai tugas dalam mengatur fasilitas pendidikan seperti penyediaan sarana perpustakaan. Dalam penyelenggaraan perpustakaan sekolah, kepala sekolah bertanggung jawab terhadap penyediaan dana, pemenuhan fasilitas perpustakaan, kerja sama, evaluasi terhadap efisiensi dan efektivitas pelayanan perpustakaan.

Guru adalah orang yang bergaul setiap hari secara langsung dengan siswa di kelas melalui proses belajar mengajar. Pengayaan proses belajar mengajar di kelas hanya akan terjadi apabila guru pandai menggunakan peluang dan kesempatan agar siswa senantiasa aktif mengikuti pelajaran dengan menyertakan berbagai sumber belajar yang tersedia dan mungkin untuk didayagunakan.

Staf perpustakaan adalah orang-orang yang secara fungsional mempunyai tanggung jawab baik secara langsung atau tidak langsung bagi pelayanan perpustakaan. Bagaimanapun lengkapnya koleksi dan fasilitas perpustakaan, kalau tidak ditangani oleh personal yang memadai maka kekayaan yang tersedia di perpustakaan akan kurang mempunyai makna dan arti.

Pelayanan merupakan kunci sukses dalam penyelenggaraan perpustakaan. Oleh karena itu, merupakan tanggung jawab profesional setiap petugas perpustakaan untuk senantiasa memiliki motivasi yang kuat, wawasan yang luas, dan senantiasa berupaya secara aktif agar dapat melaksanakan pelayanan sebaik-baiknya. Selain itu, pustakawan harus mampu memberikan pelayanan yang dapat memenuhi kebutuhan para pemakai, di mana siswa sebagai pihak yang paling berkepentingan untuk dilayani perlu mendapatkan pelayanan yang memadai sesuai dengan tingkat perkembangannya.

Perpustakaan umum, baik yang berupa perpustakaan provinsi, perpustakaan kabupaten/kota, perpustakaan desa, maupun perpustakaan keliling disediakan sebagai sarana public service yang dapat mendorong kegemaran dan kebiasaan membaca guna menambah pengetahuan masyarakat untuk memajukan kesejahteraan pribadi, memajukan pendidikan seumur hidup, ekonomi serta sosial. Namun, yang menjadi pertanyaan mampukah perpustakaan-perpustakaan umum kita yang ada sekarang ini memberikan pelayanan sebaik-baiknya dalam hal bahan bacaan sesuai dengan kebutuhan pemakai yang beraneka ragam? Sudahkah semua masyarakat dari kota hingga ke pedesaan dapat menikmati jasa perpustakaan secara wajar?

Di sinilah peran pustakawan, keadaan perpustakaannya yang serba kekurangan sudah tentu selalu dituntut untuk bersikap aktif, kreatif, progresif dalam menjalankan misi perpustakaan secara nasional bahkan internasional.

Jikalau masyarakat telah tertarik untuk menggunakan jasa-jasa perpustakaan maka pustakawan sebagai pemberi jasa harus berusaha memberikan pelayanan sebaik-baiknya dengan sikap ramah dan sopan santun agar menimbulkan kesan bahwa perpustakaan adalah suatu tempat pemberi jasa yang bersifat edukatif. Kebutuhan pemakai akan bahan-bahan pustaka harus mendapat perhatian sesuai dengan keinginan pemakai sehingga menimbulkan kepercayaan bahwa perpustakaan betul-betul merupakan sumber ilmu dan sumber informasi.

About these ads

4 Tanggapan

  1. BLOG NYA BOLEH JUGA YA………..

  2. Mengharap bantuan………………….
    Saya butuh tentang pengertian “minat belajar” secara teoretis serta sembernya / sumber referensinya….
    Tolong tolong tolong tolong tolong…………..
    Bagi yang menemukan pengertian minat belajar, tolong ya kirim ke email > rinie_dunks@yahoo.com

  3. pak,minat baca anak itu apakah lahir dari kegemaran dan hobi yang memang benar-benar ada pada diri anak tersebut,minat baca yang memang di latih oleh orang tuanya juga adalah hal yang penting untuk menjadikan anak mempunyai budaya untuk membaca.dan bagaimana dengan mereka yang ingin membaca tetapi ia tidak dapat melakukannya oleh faktor ekonomi.bagaimana cara mereka untuk membentuk budaya membaca,sedangkan tidak ada tempat bagi mereka yang mampu untuk menampung mereka,bukankah sekarang belajar itu diwajibkan 12 tahun dan jugadan bagaimana peran pemerintah terhadap hal demikian,apakah tidak ada tempat atau rumah belajar yang telah di desain lengkap dengan perpustakaannya menyediakan sarana dan media untuk tempat bagi orang kebanyakan seperti mereka dan bagi orang2 yang memang igin belajar tetapi sudah tidak layak lagi untuk berada di tempat yang formal.demi mengentaskan kemiskinan ilmu. terima kasih

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 308 pengikut lainnya.