Reduplikasi Bahasa Bugis Dialek Bone Bab II

Reduplikasi Bahasa Bugis Dialek Bone: Suatu Tinjauan Deskriptif Bahasa Bugis di Pesisir Pantai Amal, Tarakan

Oleh Bulan

BAB II

LANDASAN TEORI

  1. Pengertian Reduplikasi

Reduplikasi merupakan salah satu wujud proses morfologis. Reduplikasi sebagai proses morfemis yang mengulang bentuk dasar, baik secara keseluruhun, sebagian (parsial), maupun dengan perubahan fonem (Chaer,1994: 182). Selanjutnya (Chaer 1995 : 286) mengatakan bahwa reduplikasi merupakan alat morfologi yang produktif di dalam pembentukan kata. Berdasarkan pendapat Chaer tersebut dapat dikatakan bahwa reduplikasi merupakan suatu proses dimana pengulangannya terjadi pada bentuk dasar dan berperan aktif di dalam pembentukan kata.

Ramlan (2001:63) mengatakan bahwa reduplikasi adalah pengulangan satuan gramatik, baik seluruhnya maupun sebagiannya,baik dengan variasi fonem maupun tidak. Berdasarkan pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa reduplikasi atau pengulangan kata adalah suatu pengulangan atau proses secara morfemis yang mengulang satuan gramatik baik secara utuh, sebagian, perubahan bunyi, maupun penambahan afiks.

  1. Macam – macam Reduplikasi

Ramlan (2001 : 69) mengatakan bahwa reduplikasi atau pengulangan kata itu terbagi menjadi empat bagian diantaranya pengulangan secara keseluruhan, pengulangan sebagian, pengulangan yang berkombinasi dengan afiks, dan pengulangan dengan perubahan fonem.

Adapun uraian pengulangan tersebut adalah sebagai berikut:

    1. pengulangan seluruh adalah pengulangan seluruh bentuk dasar,tanpa perubahan fonem dan tidak berkombinasi dengan proses pembubuhan afiks.

Contoh :

sepeda sepeda – sepeda

buku buku – buku

    1. pengulangan sebagian adalah pengulangan sebagian dari bentuk dasarnya.

Bentuk dasar tidak diulang seluruhnya.Hampir semua bentuk dasar pengulangan golongan ini berupa bentuk kompleks.

Apabila bentuk dasar itu berupa bentuk kompleks, kemungkinan-kemungkinan bentuknya sebagai berikut :

Contoh :

    1. Bentuk dasar dengan prfiks meN –

Misalnya : mengambil mengambil–ambil

membaca membaca-baca

    1. Bentuk dasar dengan prefiks di –

Misalnya : ditarik ditarik– tarik

ditanami ditanam–tanami

disodorkan disodor-sodorkan

    1. Bentuk dasar dengan prefiks ber –

Misalnya : berjalan berjalan-jalan

bermain bermain-main

berlarut berlarut-larut

    1. Bentuk dasar dengan prefiks ter –

Misalnya : tersenyum tersenyum-senyum

terbatuk terbatuk-batuk

terbentur terbentur-bentur

    1. Bentuk dasar dengan prfiks ber – an

Misalnya : berlarian berlarian -larian

berjauhan berjauhan-jauhan

berdekatan berdekatan–dekatan

    1. Bentuk dasar dengan sufiks an –

Misalnya : minuman minuman -minuman

makanan makan -makanan

nyanyian nyanyian –nyanyian

    1. Bentuk dasar dengan prefiks ke –

Misalnya : kedua kedua-dua

ketiga ketiga-tiga

keempat keempat-empat

    1. Pengulangan yang berkombinasi dengan proses pembubuhan afiks. Pengulangan ini terjadi bersama- sama dengan proses pembubuhan afiks dan bersama–sama pula mendukung satu fungsi.

Contoh :

Pengulangan dengan pembubuhan sufiks an –

Misalnya :

kereta kereta – kereta keretan-keretaan

anak anak – anak anak-anakan

rumah rumah – rumah rumah-rumahan

    1. Pengulangan dengan perubahan fonem, kata ulang yang pengulangannya termasuk golongan ini sebenarnya sangat sedikit. Di samping bolak–balik terdapat kata kebalikan, sebaliknya, dibalik, membalik. Dari perbandingan itu, dapat disimpulkan bahwa kata bolak–balik dibentuk dari bentuk dasar balik, diulang seluruhnya dengan perubahan fonem, ialah dari / a / menjadi / o / dan dari / i / menjadi / a / /

Contoh Lain :

gerak gerak – gerik

robek robak –robik

Keraf (1991:149) mengatakan bahwa macam-macam kata ulang berdasarkan strukturnya, bentuk ulang dalam bahasa Indonesia dapat dibagi menjadi empat macam yaitu :

  1. Pengulangan Dwipura

Pengulangan dwipura adalah pengulangan yang dilakukan atas suku kata pertama dari sebuah kata. Dalam bentuk pengulangan macam ini, vokal suku kata awal yang diulang mengalami pelemahan karena pengulangan ini menghasilkan satu suku kata tambahan. Sehingga vokal suku kata baru ini diperlemah. Kata-kata yang mengalami pengulangan dwipura antara lain :

tanaman > tatanaman > tetanaman

tangga > tatangga > tentangga

tamu > tatamu > tetamu

  1. Pengulangan Dwilingga

Lingga adalah bentuk dasar. Karena itu, bila sebuah bentuk dasar mengalami pengulangan seutuhnya maka pengulangan ini disebut pengulangan dwilingga. Lingga yang diulang dapat berupa kata dasar atau kata turunan. Misalnya :

rumah > rumah-rumah

buah > buah-buahan

anak > anak-anak

  1. Pengulangan Dwilingga Salin – Suara

Pengulangan dwilingga salin – suara adalah semacam pengulangan atas seluruh bentuk dasar, namun terjadi perubahan bunyi pada salah satu fonemnya atau lebih. Misalnya :

gerak – gerik > gerak – gerik

porak – porak > porak – parik

  1. Pengulangan Dwilingga Berimbuhan

Pengulangan dwilingga berimbuhan adalah salah satu variasi lain dari pengulangan dwilingga, namun pada salah satu atau bentuk lingga atau bentuk dasarnya mendapat imbuhan.Misalnya :

bermain-main

memukul-mukul

berjalan-jalan

Kridalaksana (89:2007) mengatakan bahwa macam-macam reduplikasi ada 5 macam, yaitu:

  1. Dwipurwa

Dwipurwa adalah pengulangan suku pertama pada leksem dengan pelemahan vokal.

Contoh: tetangga

lelaki

tetamu

sesama

  1. Dwilingga

Dwilingga adalah pengulangan leksem.

Contoh: rumah-rumah

makan-makan

pagi-pagi

  1. Dwilingga salin swara

Dwilingga salin swara adalah pengulangan leksem dengan variasi fonem.

Contoh: mondar-mandir

bolak-balik

corat-coret

  1. Dwiwasana

Dwiwasana adalah pengulangan bagian belakang dari leksem.

Contoh: pertama-tama

perlahan-lahan

sekali-kali

  1. Trilangga

Trilangga adalah pengulangan anamotope tiga kali dengan variasi fonem.

Contoh: cas-cis-cus

dag-dig-dug

ngak-ngik-nguk

Badudu (1980:21) mengatakan bahwa macam-macam reduplikasi ada 5 macam, yaitu:

  1. Pengulangan penuh

pengulangan penuh adalah semua kata ulang yang di hasilkan oleh perulangan unsurnya secara penuh.

Contoh: gedung gedung-gedung

jalan jalan-jalan

makan makan-makan

  1. Pengulangan berimbuhan

Pengulangan berimbuhan adalah semua kata ulang yang salah satu unsurnya berimbuhan:awalan, sisipan atau akhiran.

Contoh: berjalan berjalan-jalan

berlari berlari-lari

  1. Pengulangan bunyi

Pengulangan bunyi adalah pengulangan yang terjadi dengan perubahan bunyi banyak pada unsur pertama maupun unsur kedua.

Contoh: cerai cerai-berai

sorak sorak-sorai

  1. Pengulangan semu

Pengulangan semu adalah pengulangan yang hanya dijumpai dalam bentuk ulang seperti itu. Bila tidak diulang maka komponennya tidak mempunyai makna, atau mempunyai makna lain yang tidak ada hubungannya dengan kata ulang tersebut.

Contoh: laba-laba

ubur-ubur

kupu-kupu

  1. pengulangan dwipurwa

pengulangan dwipurwa adalah pengulangan yang berasal dari komponen yang mulanya diulang, kemudian berubah menjadi sepatah kata dengan bentuk seperti itu.

Contoh: laki lelaki

tangga tetangga

tamu tetamu

Berdasarkan pendapat Ramlan, Keraf, Badudu dan Kridalaksana dapat disimpulkan bahwa reduplikasi atau kata ulang ada 6 macam yang diketahui, yaitu:

  1. Reduplikasi atau kata ulang secara keseluruhan/murni/dwilingga.

  2. Reduplikasi atau kata ulang sebagian/dwipurwa.

  3. Reduplikasi atau kata ulang perubahan vonem/dwilingga salin swara.

  4. Reduplikasi atau kata ulang yang berkombinasi dengan proses pembubuhan afiks/berimbuhan/bersambung/dwilingga berimbuhan/dwiwasana.

  5. Reduplikasi atau kata ulang trilingga.

  6. Reduplikasi atau perulangan semu.

  1. Bentuk Dasar Reduplikasi

Ramlan (2001 : 65) mengatakan bahwa setiap kata memiliki satuan yang diulang, sehingga sebagian kata ulang dengan mudah dapat ditentukan bentuk dasarnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa tidak semua kata ulang dengan mudah ditentukan bentuk dasarnya, sehingga dapatlah dikemukakan dua petunjuk dalam menentukan bentuk dasar kata ulang, yaitu sebagai berikut:

    1. Pengulangan pada umumnya tidak dapat mengubah golongan kata.

Contoh :

berkata –kata (kata kerja) bentuk dasarnya berkata (kata kerja)

gunung – gunung (kata nominal) bentuk dasarnya gunung (kata nominal)

cepat – cepat (kata sifat) bentuk dasarnya cepat (kata sifat)

sepuluh –puluh (kata bilangan) bentuk dasarnya sepuluh (kata bilangan)

    1. Bentuk dasar selalu berupa satuan yang terdapat dalam penggunaan bahasa.

Contoh :

mengata-ngatakan : bentuk dasarnya mengatakan, bukan mengata

menyadar-nyadarkan : bentuk dasar menyadarkan, bukan menyadar

berdesak-desakan : bentuk dasarnya berdesakan, bukan berdesak

  1. Makna Reduplikasi

Ramlan (2001 : 176) mengatakan bahwa makna reduplikasi atau pengulangan kata terbagi menjadi 11 bagian sebagai berikut :

    1. Menyatakan makna ‘banyak yang berhubungan dengan bentuk dasar`.

contoh : rumah itu sudah sangat tua

rumah – rumah itu sudah sangat tua

kata rumah dalam kalimat rumah itu sudah tua menyatakan “ sebuah rumah “,sedangkan kata rumah-rumah dalam kalimat rumah-rumah itu sudah tua menyatakan “ banyak rumah .”

contoh lain :

binatang-binatang : banyak bintang

pembanguan-pembangunan : banyak pembangunan

kunjungan-kunjungan : banyak kunjungan

    1. Menyatakan makna ‘ banyak yang tidak berhubungan bentuk dasar`.

contoh :- mahasiswa yang pandai-pandai mendapatkan beasiswa (mahasiswa itu pandai)

- pohon yang rindang-rindang itu pohon beringin (pohon ditepi jalan itu rindang-rindang)

    1. Menyatakan makna ‘ tak bersyarat ‘ dalam kalimat

Contoh dalam kalimat :

- jambu-jambu mentah dimakannya

Pengulangan pada kata jambu dapat digantikan dengan kata meskipun, menjadi

  • meskipun jambu mentah, dimakannya.

Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa pengulangan pada kata jambu menyatakan makna yang sama dengan makna yang dinyatakan oleh kayta meskipun,ialah makna ‘ tak bersyarat ‘

Contoh : – duri-duri diterjang : meskipun duri ‘ diterjang ‘

- darah-darah diminum : meskipun darah diminum

    1. Menyatakan makna ‘ yang menyerupai apa yang tersebut pada bentuk dasar’. Dalam hal ini proses pengulangan berkombinasi dengan proses pembubuhan afiks –an.

Contoh :

Kuda-kudaan : ‘ yang menyatakan kuda ‘

Rumah-rumahan : ‘ yang menyatakan rumah ‘

Anak-anakan : ‘yang menyatakan anak ‘

    1. Menyatakan bahwa ‘perbuatan tersebut pada bentuk dasar dilakukan berulang –ulang’

Contoh :

Berteriak-teriak : ‘ berteriak berkali-kali’

memukul-mukul : ‘ memukul berkali-kali ‘

memetik-memetik : ‘ memetik berkali-kali ‘

menyobek-nyobek : ‘ menyobek berkali-kali ‘

    1. Menyatakan bahwa ‘ perbuatan yang tersebut pada bentuk dasar dilakukan dengan enaknya, dengan santainya, atau dengan senangnya’

Contoh :

Berjalan-jalan : ‘ berjalan dengan santainya’

Makan-makan : ‘ makan dengan santainya ‘

Minum-minum : ‘ minum dengan santainya ‘

Membaca-baca : ‘ membaca dengan santainya ‘

    1. Menyatakan bahwa ‘ perbuatan pada bentuk ini dilakukan oleh dua pihak dan saling mengenai.’Dengan kata lin pengulangan ini menyatakan makna ‘ saling’

Contoh :

pukul – memukul : ‘ saling memukul ‘

pandang – memandang : ‘saling memandang ‘

kunjung – mengunjungi : ‘ saling mengunjungi ‘

    1. Menyatakan ‘ hal-hal yang berhubungan dengan perkejaan yang tersebut pada bentuk dasar ‘

Contoh :

Cetak-mencetak : ‘ hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan mencetak ‘

Jilid-menjilid : ‘ hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan menjilid’

    1. Menyatakan makna ‘ agak ‘

Contoh :

kemerah–merahan : ‘ agak merah ‘

kehitam–hitaman : ‘ agak hitam

kebiru–biruan : ‘ agak biru ‘

10.menyatakan makna ‘tingkat yang paling tinggi yang dapt dicapai’. Dalam hal ini pengulangan berkombinasi dengan proses pembubuhan afiks se-nya.

Contoh:

sepenuh-penuhnya : ‘tingkat penuh yang paling tinggi yang dapat dicapai;

sepenuh mungkin’.

serajin-rajinnya :’tingkat rajin yang paling tinggi yang dapat dicapai;

serajin mungkin’.

11. Selain dari makna-makna yang tersebut di atas, terdapat juga proses pengulangan yang sebenarnya tidak mengubah arti bentuk dasarnya, melainkan hanya menyatakan intensitas perasaan.

Contoh:

kata: mengharapkan dengan mengharap-harapkan, membedakan dengan membeda-bedakan.

Makna dan fungsi menurut Badudu (1978: 24-27) adalah sebagai berikut :

  1. pengulangan kata benda

    1. menyatakan ‘ bermacam – macam ‘

contoh :

buah -buahan

sayur -sayuran

    1. menyatakan benda menyerupai bentuk dasar itu

contoh :

orang -orangan

rumah-rumahan

  1. pengulangan kata kerja

  1. menyatakan ‘ pekerjaan yang dilakukan berulang – ulang atau berkali- kali’

contoh :

meloncat – loncat

menarik – narik

  1. menyatakan aspek ‘duratif yaitu pekerjaan, perbuatan, atau keadaan berlangsung lama’

contoh :

berenang-renang

disimpan – simpan

  1. menyatakan ‘ bermacam-macam pekerjaan’

contoh :

sulam-menyulam

cetak-mencetak

  1. menyatakan ‘pekerjaan yang dilakukan oleh dua pihak ; berbalasan‘

contoh :

tembak – menembak

bersaing – saingan

  1. pengulangan kata sifat

  1. menyatakan makna ‘lebih (insensitas)’

contoh :

berjalan cepat-cepat!

Kerjakan baik- baik !

  1. menyatakan ‘sampai atau pernah‘

contoh :

habis-habisan

bosan-bosanan

  1. pengulangan dengan awalan – se dan akhiran – nya menyatakan makna ‘ superlatif ( paling )

contoh :

setinggi-tingginya

sebaik-baiknya

  1. pengulangan yang menyatakan ‘melemahkan arti kata sifat itu’ atau makna ‘ agak ‘

contoh :

pening-pening

sakit-sakit

  1. pengulangan yang seolah–olah menjadi ungkapan dalam bahasa Indonesia makna pengulangannya kurang jelas.

contoh :

menakut- nakuti

  1. pengulangan kata bilangan

  1. menyatakan makna ‘ satu demi satu ‘

contoh :

mereka masuk ruangan satu- satu

  1. pengulangan kata satu tambahan akhiran – nya menyatakan makna ‘hanya satu’

contoh :

ini adalah anak satu-satunya

  1. pengulangan dengan kata satu-satu, tiga-tiga, empat–empat, dan seterusnya menyatakan makna ‘ sekaligus dua, tiga, empat, dan seterusnya’

contoh :

buah apel ini lima- lima sebungkus

  1. pengulangan berpuluh–puluh, beratus–ratus, beribu–ribu, dan seterusnya menyatakan makna ‘ kelipatan sepuluh, seratus, seribu, dan seterusnya’

contoh :

beribu- ribu

berjuta-juta

Makna kata ulang menurut keraf (1980: 151-153) adalah sebagai berikut :

  1. pengulangan yang menyatakan arti ‘ banyak yang tak tentu ‘

contoh :

kuda-kuda itu berkejar – kejaran

buku-buku itu telah kusimpan

  1. pengulangan yang menyatakan arti ‘ banyak dan bermacam-macam ‘

contoh :

buah-buahan

tanam-tanaman

  1. pengulangan yang menyatakan arti ‘menyerupai atau tiruan dari sesuatu’

contoh :

anak-anakan

langit-langit

  1. pengulangan yang menyatakan ‘agak ‘

contoh :

gadis itu kemalu-maluan melihat pemuda itu.

ia berlaku kebarat-baratan.

  1. pengulangan yang menyatakan ‘intensitas kuantitas .dan intensitas frekuensi ‘

    1. pengulangan kualitas

contoh :

pukullah kuat-kuat

belajarlah dengan segiat-giatnya

    1. intensitas kuantitatif

contoh :

rumah-rumah

buah-buah

    1. intensitas frekuensi

contoh :

menggeleng-gelengkan

mondar-mandir

  1. pengulangan yang menyatakan arti ‘ saling atau pekerjaan yang berbalasan’

contoh :

berpulul-pukulan

bersalam-salaman

  1. pengulangan yang menyatakan arti ‘ kolektif’

contoh :

dua-dua

lima-lima

Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, makna pengulangan adalah sebagai berikut:

  1. pengulangan menyatakan makna ‘ banyak yang berhubungan dengan bentuk dasar / intensitas kuantitas’

  2. pengulangan menyatakan makan ‘ banyak yang tidak berhubungan dengan bentuk dasar / menyatakan makna ‘ lebih ( insensitas )’

  3. pengulangan menyatakan makna ‘ banyak bermacama – macam ‘

  4. pengulangan menyatakan makna ‘ tak bersyarat ‘ dalam kalimat

  5. pengulangan menyatakan makna ‘menyerupai yang disebut pada bentuk dasarnya’

  6. pengulangan yang menyatakan makna’perbuatan yang tersebut pada bentuk dasarnya dilakukan berulang – ulang / berkali – kali.

  7. pengulangan menyatakan makna ‘saling / berlebihan’

  8. pengulangan yang menyatakan makna ‘saling / berbalasan ‘

  9. pengulangan yang menyatakan ‘hal – hal yang berhubungan dengan pekerjaan yang tersebut pada bentuk dasarnya/ menyatakan makna ‘bermacam-macam pekerjaan’

  10. pengulangan menyatakan makna ‘ agak ‘

  11. pengulangan menyatakan makna ‘tingkat paling tinggi yang dapat dicapai / intensitas kualitas’

  12. pengulangan menyatakan makna ‘intesnsitas perasaan yaitu pengulangan yang tidak mengubah arti bentuk dasarnya.

  13. pengulangan menyatakan makna’ kolektif’

  14. pengulangan menyatakan aspek ‘duratif yaitu proses pekerjaan, perbuatan, atau keadaan berlangsung lama.

  15. pengulangan menyatakan makna ‘sampai’ atau ‘pernah’

  16. pengulangan yang seolah-olah menjadi ungkapan dalam bahasa Indonesia makna pengulangannya kurang jelas.

  17. pengulangan menyatakan makna ‘satu demi satu ‘

  18. pengulangan menyatakan kata satu dengan perubahan akhiran – nya menyatakan makna ‘hanya satu’

  19. pengulangan menyatakan makna ‘sekaligus ‘

  20. pengulangan menyatakan makna ‘kelipatan’

About these ads

3 Tanggapan

  1. emm ….
    kebanykkan lhow macam-macam kata ulangnya …
    Mnta ampuunnn !!!!!!!

  2. Salam Pak.
    Bolehkah kita berbincang lewat email tentang reduplikasi ini.
    Saya ingin menjadikan tulisan Bapak sebagai daftar pustaka penelitian saya tentang reduplikasi ditinjau dari morfo-fonologinya.

    Terima kasih sebelumnya,

  3. Terimah kasih banyak atas informasinya tentang kata-kata ulang sehingga mempermudah saya dalam mengerjakan tugas,hehehehe-^_^-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 298 pengikut lainnya.